
Dion menekan dadanya yang terasa sakit, saat melihat air mata Kasya. Dia selalu bertanya - tanya, kenapa wanita luar biasa sepertinya harus selalu menderita?
"Apakah kamu begitu mencintainya? Nyonya mu? Dion, aku bisa melihatnya dari tatapan matamu." Suara seorang wanita mengagetkan Dion.
Dion berbalik badan, ternyata itu adalah Mayleen.
"Bagaimana kabar kakakmu?" Tanya Dion pada Mayleen, dia tidak ingin menjawab pertanyaan darinya.
Mereka sekarang sudah berdamai, tapi Dion sebenarnya masih belum bisa menerima semuanya.
"Yah, kedua kakinya masih dalam tahap penyembuhan. Dion, sekali lagi aku minta maaf atas kejadian yang disebabkan kakakku. Apakah ada kabar baik atas pencarianmu pada tuan Axel?" Tanyanya.
"Belum."
Dion pun mengingat semuanya kembali, saat kecelakaan yang disengaja itu terjadi pada Bos nya.
Flashback On 3 Bulan lalu, Kronologi saat kecelakaan.
Dion berjalan keluar Rumah Sakit dan melihat para Squad, masih sedang mengobrol.
"Maaf tuan - tuan, dimana Bos saya?" Tanyanya.
"Dia bilang ingin mencari udara segar, dia pergi sendiri dan baru saja pergi membawa mobil." Jawab Denis.
Saat mendengar ucapan dari Denis, entah kenapa perasaan Dion tak enak, karena situasi diluar sana masih belum aman.
Dion tak berpikir banyak lagi, dia lalu memberi tahu semua orang kalau donor ginjal untuk Byan sudah ada dan sedang bersiap berangkat dari Macau.
Mereka semua yang mendengarnya sangat bahagia, terutama Kasya dan Marsya.
Setelah 1 jam Axel pergi, sang Bos belum juga kembali. Dion sangat khawatir, ia segera melacak keberadaan Bos nya melalui alat yang dia pasang di ponsel Bos nya untuk keamanan.
__ADS_1
Keberadaannya langsung diketahui, dia meminta salah satu dari para Squad mengantarnya dengan mobilnya.
Raditya segera pergi dengannya, karena Dion berkata jika dia mempunyai firasat buruk.
Benar saja, saat sampai di lokasi terlihat ada dua mobil yang sudah hancur. Dion segera keluar dari mobil, ia berlari dengan cepat.
Raditya juga kaget melihatnya, dia segera menelepon ambulan dan polisi setempat, lalu dia turun dan mendekati kedua mobil yang sudah hancur itu.
Raditya melihat Dion sedang kebingungan. "Ada apa Dion?" Tanyanya.
"Bos ku tidak ada, tapi di dalam mobilnya penuh dengan darah." Suaranya gemetar.
"Tapi lihatlah, Zhuting masih ada di sana. Dia adalah musuh Bos ku." Lanjutnya.
Raditya juga ikut kebingungan.
"Apa yang terjadi?" Raditya ikut berkeliling mencari Axel di sekitar sana, mungkin saja Axel keluar dari dalam mobil dan berjalan di sekitaran sana.
Dion dengan pasrah kembali ke Rumah Sakit, Zhuting juga sudah dibawa oleh ambulans dari saat ambulan datang.
Raditya menceritakan semuanya pada para Squad, tadinya mereka ingin merahasiakan nya dari Kasya. Tapi karena mereka sangat mengenal sifat Kasya yang tak suka kebohongan, akhirnya mereka menceritakannya pada Kasya.
"Tidak! Kalian bohong! Dion! Dion! Katakan semuanya tidak benar! Iya kan! Aku akan pergi sendiri dan mencarinya." Kasya ingin berjalan pergi, tapi ditahan oleh Dion.
"Nyonya, tolong bersabarlah. Aku akan mencarinya lagi. Bahkan kepolisian sudah ikut mencarinya. Anda harus berada disini, menunggu pendonor datang dan menunggu tuan Byan operasi." Dion mengingatkannya.
Kasya memikirkannya, meskipun dia pergi mencarinya sepertinya akan sia - sia.
Tapi ternyata bahkan setelah Operasi Byan sudah sukses, pada keesokan harinya masih belum ada kabar dari Axel. Kasya benar - benar khawatir dan terus menerus menyalahkan dirinya sendiri.
"Kenapa aku harus menyuruhnya pergi?! Kenapa? Huhuhu. Kamu jahat Kasya, kamu jahat!" Dia memaki dirinya sendiri dan memukul - mukul tubuhnya.
__ADS_1
"Nyonya jangan begini, kami lah yang salah bukan Anda. Maafkan kakakku, aku mohon jangan menyiksa tubuh Nyonya sendiri." Black Rose meminta ampunan untuk kakaknya. Dia tak pernah berpikir semuanya akan menjadi seperti sekarang.
Kasya hanya menangis, tak ingin mendengarkan apapun.
Satu hari sampai satu Minggu, bahkan sampai Byan diperbolehkan keluar dari Rumah Sakit. Tak ada sedikitpun kabar dari keberadaan Axel, Kasya benar - benar sangat putus asa.
Satu bulan pun berlalu, bahkan Kasya sengaja menetap di Amerika. Dia tidak ingin sedikitpun menjauh dari tempat Axel terakhir kali bersamanya.
Semua Rumah Sakit di Amerika, semuanya sudah diperiksa oleh Dion, tapi semuanya masih saja nihil. Semua Cctv di tempat kejadian rusak, tak ada satu pun petunjuk.
Axel seakan hilang ditelan bumi.
Karena Kasya tak bisa berhenti memikirkan Axel dan terus menangis, akhirnya tubuhnya tak bisa bertahan lagi dan terjatuh pingsan.
Dion dan Raditya membawanya ke Rumah Sakit.
Kabar gembira tentang kehamilannya, akhirnya sedikit mengobati luka hatinya karena hilangnya Axel.
"Sayang, kamu dengar itu. Dokter bilang aku hamil, jadi cepat kembalilah. Kita akan punya anak, buah cinta kita. Axel... kembalilah..." Kasya terus menangis.
Tangisannya sangat menyayat hati Dion yang sedang melihatnya. Setelah kepergian Bos nya, dia menjadi semakin lebih dekat dan selalu mengurus Kasya.
Bos, sebenarnya kamu dimana? Aku mohon kembalilah, dia hanya akan bahagia jika bersamamu. Batin Dion sedih.
Setelah satu bulan lagi mencarinya di setiap pelosok Amerika, tapi tetap saja tak membuahkan hasil. Karena pernikahan Byan dan Marsya akan segera dilangsungkan, dikarenakan kehamilan Marsya yang tak bisa menunggu lagi. Kasya akhirnya kembali ke Indonesia, meskipun dengan hatinya yang teramat berat.
Flashback OFF.
"Tapi, aku tidak akan pernah menyerah." Ucap Dion pada Mayleen.
"Tenanglah, aku juga sudah menggerakkan semua anak buah ku mencari Tuan Axel. Semoga setelah bisa menemukannya, dosa kami kepada kalian bisa termaafkan." Ucap Mayleen.
__ADS_1
Setelah Tuan Axel kembali, apakah kamu bisa benar - benar memaafkanku? Dan bisakah kamu berpaling padaku Dion, aku benar-benar sudah mencintaimu. Batin Mayleen penuh harap.