Janda Ketemu Duda GET MARRIED

Janda Ketemu Duda GET MARRIED
Chapter 78


__ADS_3

Saat membaca chat dari Mayleen, kening Axel seketika mengerut, ia baru saja bangun tidur dan sedang menunggu Kasya menyiapkan sarapan.


Kasya baru saja membuka pintu kamar melihat wajah aneh suaminya ia berjalan mendekat dengan khawatir, "Apa ada masalah? Kenapa wajahmu seperti cemas?" tanyanya.


Axel menarik nafas panjang beberapa kali baru dia menatap istrinya, "Aku harus ke Inggris, ada sesuatu terjadi disana. Kamu gak apa - apa aku tinggal?"


"Ada apa Axel? Apa terjadi sesuatu pada Perusahaanmu disana atau terjadi sesuatu pada Dion?" cemas Kasya.


Rasa cemburu kembali menyeruak di hatinya, Axel mencoba sabar tak ingin menghadapi istrinya dengan emosi, "Ya, ini tentang Dion. Apa kita bisa bicara tentang Dion sekarang?"


Kasya melihat wajah suaminya yang sepertinya sedang menahan emosi, ia mengangguk lalu berjalan menuju balkon kamar.


Wanita itu menghirup udara pagi dengan perlahan, ia bisa menebak apa yang ingin dikatakan suaminya. Ia tau beberapa kali ucapannya terlalu memperlihatkan kegelisahannya tentang Dion. Tapi ia juga tau perasaannya pada Dion bukan seperti perasaannya pada Axel, ia mencintai mereka berdua tapi dalam pemahaman yang berbeda.


Axel berdiri di samping istrinya, menarik nafas panjang beberapa kali.

__ADS_1


"Axel, apa kau mencemaskan tentang perasaanku pada Dion?"


Axel terdiam, ia menatap wajah istrinya, "Apa kamu mencintai Dion seperti kamu mencintaiku? Apa kamu kebingungan dengan cintamu pada kami?"


Kasya tersenyum dia mendekatkan tubuhnya, menyandarkan kepalanya di bahu suaminya, "Maaf... sudah membuatmu khawatir tentang perasaanku. Aku terlalu terbiasa dengan kehadiran Dion di sampingku dan saat dia tidak ada aku merasa kehilangan. Aku mencintaimu, Axel. Aku hanya menghargai kehadiran Dion bukan mencintainya, rasa terima kasihku padanya sempat membuatku bingung. Tapi sekarang aku bisa pastikan, aku sangat mencintaimu." Kasya mengangkat wajahnya, berjinjit lalu mencium bibir suaminya.


Axel menghembuskan nafas lega, ia menarik tubuh istrinya menempel padanya. Memperdalam ciuman mereka, lalu melepaskan ciumannya. "Aku percaya padamu, sayang. Kau tidak tau seberapa takutnya aku akan kehilanganmu."


"Apa kalau aku mengatakan aku mencintai Dion dan ingin bersamanya kau akan melepaskanku?" jahilnya.


"Jangan mimpi! Aku berjanji pada diriku sendiri, aku akan menunggu hatimu melepaskan perasaan pada Dion tapi aku takkan pernah melepasmu pada siapapun," bibir Axel meluncur ke leher jenjang istrinya.


Seketika aksi Axel terhenti, ia mengatur nafasnya yang mulai memburu. "Aku seketika lupa, itu karena aku sangat bahagia hatimu sudah kembali padaku."


"Pergilah, jika memang ada hal penting. Dion adalah keluarga kita, aku akan menunggumu disini bersama anak kita."

__ADS_1


"Baiklah, jaga dirimu dan jaga anak kita. Aku takkan lama dan akan segera kembali." Axel sekali lagi mencium istrinya.


Sebelum naik jet pribadinya, Axel menghubungi Smith agar segera bertemu di bandara. Smith dengan cepat mencari alamat dalam buku catatan yang ditinggalkan Mayleen di atas meja kamarnya.


Saat Axel sampai di Inggris, waktu disana baru saja pagi. Axel turun dari jet dengan beberapa anak buahnya, William ia tinggalkan di Indonesia untuk menjaga Kasya dan putra mereka.


Smith menunduk memberi hormat, "Bos."


"Hm, kau sudah mendapatkan alamatnya? Dion tidak tau bukan?" tanyanya pada Smith.


"Aku disini!" dari jauh suara Dion terdengar. Lelaki itu berjalan dengan emosi menghampiri Axel. Seketika tinjunya melayang ke rahang Axel.


"Brengsek! Kau biarkan Mayleen pergi sendiri! Kau juga tau anggota Fred sangat berbahaya di Kota ini! Apa yang kau lakukan?!" Dion bersiap memukul Axel sekali lagi tapi Smith menahan tubuhnya.


"Bos! Bos Axel bisa jelaskan. Jangan emosi, tahan kekuatanmu. Ini bukan saatnya kau emosi disini! Mayleen sudah pergi selama beberapa jam dan belum ada kabar! Kalau kau benar - benar perduli dengan wanita itu, tahan amarahmu!" Smith mengingatkan.

__ADS_1


Dion melepas cekalannya pada baju Axel, lelaki yang sedang panik itu menarik rambutnya kesal. "Argghttt! Sial! Mayleen... jangan sampai terjadi apapun padamu! Jika kau terluka sedikit saja aku akan membunuh siapapun orang itu!"


Axel melihat tatapan mata Dion sangat ganas, seperti pertama kali dia menemukannya dulu.


__ADS_2