
Setelah keluar dari Hotel, Dion membawa mobilnya pergi dari sana. Ia terus menginjak pedal gas tanpa henti, bahkan sekarang ia tidak tau sedang berada dimana. Saat ia tersadar ia sudah berada di depan sebuah club malam, ia menghela nafas pelan lalu ingin pergi dari tempat itu. Tapi saat ia akan pergi dan membawa mobil keluar dari parkir club, seseorang mengetuk pintunya.
Tok...tok...
Dion menatap pria dan seorang wanita di luar pintu mobilnya, seketika ia mengenali mereka berdua lalu ia membuka kaca mobil. "Kalian? Sedang apa disini? Dan kamu?" tatapan mata Dion beralih pada Mayleen.
"Hai, sudah lama sekali bukan. Hm, 4 tahun kita gak ketemu." Jawab wanita itu sambil tersenyum.
"Buka dulu pintunya, Tuan. Kamu sepertinya ingin minum, akan kami temani." Ujar Smith.
Dion dengan cepat membuka pintu mobil, ia turun keluar lalu menutup pintu mobilnya. "Ada apa ini? Darimana kalian bisa menemukanku?"
__ADS_1
"Tuan gak ngeh pas kami mengikutimu di belakang mobilmu, tadi aku mengantar Nona Mayleen ke hotel. Ia mencarimu dan ingin bertemu Nyonya Kasya, jadi aku bawa aja ke Hotel tempat kalian sedang makan." Smith mengedikan bahunya.
"Pas aku mau masuk, aku liat kamu keluar hotel sambil menunduk menuju mobilmu. Aku sempet panggil tapi kamu gak denger, jadi kami ikutin aja mobilmu." Timpal Mayleen.
"Udah tanggung disini, ayo masuk." Ajak Smith seraya mendorong tubuh Dion. Dion akhirnya berjalan masuk ke dalam dengan diikuti Smith dan Mayleen.
Mayleen tersenyum senang, ia mendengar jika Axel sudah kembali dan ia tau jika Dion akan patah hati. Sepertinya jalannya untuk mendapatkan hati Dion bisa berjalan mulus.
***
"Sayang, kamu gak tau seberapa rindunya Papa sama kamu. Saat kamu pertama kali lahir di dunia, Papa mengendongmu tapi harus pergi lagi meninggalkanmu dan Mamamu. Maafkan Papa yang sudah sangat egois." lirihnya.
__ADS_1
Kasya menyenderkan kepalanya di pundak suaminya, "Axel, lupakan semua yang membuat kita bersedih. Mari bahagia bersama anak kita."
Axel memalingkan wajahnya ke samping, "Ya, sayang. Mari bahagia, aku mencintaimu..." ucapnya seraya mengecup kening istrinya.
Pagi itu Axel mendapat telepon dari Dion yang mengabarkan akan segera berangkat ke Inggris. Dion mengatakan jika ia akan menetap di Inggris dan mengurus Bisnis disana, meskipun Axel mencurigai sesuatu tapi ia bukan dirinya yang dulu jadi saat Dion berpamitan padanya tanpa alasan yang benar - benar jelas ia menginjinkan Dion pergi.
"Sayang, Dion tadi telepon. Siang ini dia akan segera pergi ke Inggris, dia akan menetap disana." Axel menatap lembut Kasya, menarik tubuh wanginya saat istrinya itu selesai mandi. "Tubuhmu harum sekali," tangannya mulai nakal masuk ke dalam handuk.
"Jangan sekarang, aku harus mengantar Dean sekolah. Kamu juga harus pergi menengok Ayahmu, nanti bawa Dean juga untuk ketemu Kakeknya." Kasya melepaskan tubuhnya dan segera menjauh, sebenarnya ia terpikirkan ucapan Axel padanya barusan, benarkah Dion akan pergi? Kenapa tak berpamitan padanya?
"Kok malah ngelamun? Kalau gak cepet pakai baju, jangan salahin kalau aku akan....kroawww!" Axel mulai berjalan mendekati istrinya kembali dengan tatapan memburunya dan tangannya sudah siap menerkam.
__ADS_1
"Awwww! Kamu! Hahaa..." Kasya mulai berlari ke arah lemari pakaian dengan cepat ia memakai satu - persatu kain ke tubuhnya di depan Axel.
"Wow, ternyata saat aku melihatmu dengan tenang seperti ini terlihat jelas tubuhmu semakin sexy, sayang. Kenapa kamu gak berubah jelek setelah aku tinggalkan dan malah semakin cantik? Aku yakin saat aku tak ada sampingmu selama ini ada banyak pria melirikmu." Goda Axel, tapi ucapan suaminya itu malah membuat tangan Kasya yang sedang memakai baju atasan terhenti karena ia ingat kembali pada Dion. Ia menghela nafas berat, kenapa ia terus memikirkan pria itu?