Janda Ketemu Duda GET MARRIED

Janda Ketemu Duda GET MARRIED
Chapter 68


__ADS_3

Dean yang sejak tadi terdiam, ia mendengar pembicaraan orang - orang dewasa di sekitarnya tapi ia memang tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Tapi saat Pamannya Denis bertanya pada Ayahnya Axel tentang rasa sakit di kaki Ayahnya seketika ia menatap diam - diam pada Ayahnya.


Ia menatap Abyan yang ada disampingnya, lalu mencolek lengan kakaknya itu. "Kak Byan, apa kaki Tuan Axel sakit?" dia berbisik dengan suara kecilnya.


Abyan berbalik ke arah adiknya, "Ya, dia sakit parah. Saat Dean masih berada di dalam perut Mama, dia mengalami kecelakaan mobil membuatnya tak bisa berjalan. Kami kehilangan kabarnya karena dia diculik wanita penyihir, lalu setelah berhasil dioperasi dan kakinya sembuh sekarang dia pulang. Butuh waktu untuk dia berobat, jadi dia harus meninggalkan Dean sama Mama dan baru kembali sekarang. Apa Dean ngerti ucapan Kakak?"


Dean menunduk, ia kurang paham beberapa ucapan dari Kakaknya tapi mendengar Ayahnya harus meninggalkannya dan Ibunya karena sakit parah, ia sedikit merasa kasihan pada Ayahnya dan juga merasa sedih.


Dion disamping Dean mendengar pertanyaan Dean pada Abyan, ia menghela nafas pelan melihat Dean menunduk sedih. Tadinya ia masih tidak ingin menjelaskan tentang keadaan Axel sebenarnya tapi ia juga tak ingin melihat Dean terus kebingungan dan membenci Ayahnya sendiri.


Dion seketika berdiri, "Dean mau ke kamar kecil bersama Papa?"


Dean yang menunduk mengangkat kepalanya, ia mengangguk lalu turun dari kursi. Dion menggandeng tangan Dean ke arah kamar kecil, lalu setelah masuk ia membantu Dean buang air kecil.


Setelah selesai Dion membantu Dean membasuh tangan kecilnya, "Papa?" tanya Dean akhirnya.

__ADS_1


"Ya, tanyakan apa yang mau Dean tanyakan sama Papa." Jawab Dion.


"Apa benar kata Kak Abyan, Ayah Dean itu sakit parah jadi meninggalkan Dean dan Mama? Tapi kata Paman Raka, Ayah pergi bersama wanita lain menginggalkan Mama dan tak perduli lagi dengan Mama dan Dean." Ucap anak kecil itu.


Dion melap tangan basah Dean dengan tissu, lalu ia menatap mata kecil Dean. "Semua yang dikatakan Paman Raka itu bohong, Papa Dion memang tidak suka saat Ayahmu pergi untuk berobat dan meninggalkan Mamamu. Tapi, Ayahmu melakukan itu karena rasa tidak percaya dirinya dan takut merepotkan Ibumu yang sedang mengandungmu. Jadi saat Ayahmu sakit, dia memilih pergi sendiri."


"Jadi, Ayah Dean tidak bersalah?" tanya Dean lagi.


"Jika Ayah Dean salah, apa menurut Dean Mamamu akan menerima Ayah Dean kembali? Bukankah Mama Dean wanita pintar?" tanya balik Dion membuat anak kecil yang duduk diatas wastafel itu mengerutkan keningnya.


Hati Dion seketika terenyuh, tapi ia juga tidak boleh egois. Dean butuh Ayah kandungnya, dan juga hanya Axel yang berhak atas Dean. " Papa Dion masih menjadi Papa Dean, tapi Papa Axel juga Papa Dean. Bukankah menyenangkan mempunyai 2 Papa? Dean bisa puas bermain dengan 2 Papa."


Dean akhirnya mengangguk senang, anak itu tersenyum lalu mengecup pipi Dion, " Dean akan tetap sayang Papa Dion, jadi Papa harus janji gak akan pernah ninggalin Dean."


"Hm," Dion tak ingin berjanji, dia tak berani.

__ADS_1


"Ayo kita bergabung dengan yang lain, apa Dean mau memeluk Papa Axel sekarang?"


"Ya!"


Dion membawa Dean keluar, saat akan mendekat meja tempat semua orang makan ia melepaskan tangan kecil Dean. "Pergilah, peluk Papa Axel."


Anak kecil itu menatap wajah Dion, ia mengangguk lalu berlari mendekati kursi Axel. "Papa Axel." Panggilnya.


Semua mata memandang ke arahnya, Axel tak percaya dengan pendengarannya, "Apa? Dean, panggil Papa sekali lagi."


"Papa Axel," ucap Dean sekali lagi seraya memeluk Axel.


Semua orang terperanjat, Axel seketika membalas pelukan putranya, " Oh anak Papa, makasih sayang. Papa sayang Dean."


Semua orang menangis terharu melihatnya, tapi tatapan Kasya mencari keberadaan Dion. Ia melihat Dion berjalan pergi menuju keluar hotel, ia ingin menyusulnya tapi Axel menarik tangannya, " Sayang, putra kita memanggilku Papa." ucap Axel padanya.

__ADS_1


Kasya hanya bisa melihat kepergian Dion, ia merasakan suatu firasat jika lelaki yang sudah menemani dan selalu ada disampingnya selama ini, lelaki itu akan menghilang jauh.


__ADS_2