Janda Ketemu Duda GET MARRIED

Janda Ketemu Duda GET MARRIED
Chapter 62


__ADS_3

Kasya segera berjongkok dan menatap wajah anaknya.


"Pagi baby, apa kamu kangen sama mama?" Ucap Kasya untuk mengalihkan perhatian anaknya.


Tapi anaknya itu malah diam dan menatapnya dengan mata yang disipitkan.


"Dean bukannya harus siap-siap pergi sekolah, ayo Mama mandiin." Kasya lalu mengecup pipi anaknya untuk merayunya.


"Apa mama pikir Dean bodoh? Dean memang 3thn, tapi Dean bukan anak kecil lagi." Dean bicara dengan kedua tangannya bersedekap di dada.


"Papa, papa juga lihat kan? Mata mama yang bengkak. Saat Fian nangis, dia juga matanya kayak mama. Berarti mama juga habis nangis kan?" Dean terus berkicau.


Akhirnya Kasya pasrah, cara mengalihkannya tidak berhasil, sepertinya dia harus berbohong.


"Semalam Drakor yang mama tonton tamat, terus endingnya sedih banget. Pemeran utama lelaki keduanya kasihan banget, terus mama gak kuat, nangis deh. Nah, sekarang ayo bersiap nanti kamu telat." Kasya mengelus pipi anaknya.


Akhirnya Dean tak bertanya lagi pada ibunya itu.


"Baiklah mah... hari ini Dean takut mama masih capek. Jadi, biar papa aja yang antar Dean sekolah. Tapi nanti siang mama jemput Dean ya."


"Siap, Bos." Kasya kemudian membawa masuk Dean untuk memandikannya.


Sedangkan Dion pergi ke kamar tamu, tempat biasanya jika dia menginap disana, dia juga segera bersiap-siap.

__ADS_1


Setelah sarapan selesai, Dion segera membawa Dean berangkat ke sekolah.


Kasya melihat kepergian mobil yang ditumpangi anaknya itu dengan perasaan murung, dia tak tau harus bagaimana menjelaskan pada anaknya tentang ayahnya yang mungkin tak akan pernah kembali pada mereka lagi. Meskipun mungkin anaknya akan bersikap biasa saja saat mendengarnya, tapi mungkin saja dalam hati anaknya itu akan bersedih bukan?


***


Saat waktu sudah menunjukkan pukul 10.20 WIB, Kasya segera berangkat untuk menjemput anaknya. Dibelakangnya, mobil William mengikutinya seperti biasanya.


Saat sudah sampai di parkiran sekolah, dia segera mematikan mobilnya dan keluar dari dalam mobil. Dia hari ini memakai dress hitam polos, yang bagian dadanya berbentuk V, dan panjang bagian bawah dresnya pas dilutut. Rambut lurus coklat gelapnya tergerai ke punggung, yang panjangnya sampai di pinggangnya.


Dia membuka kacamata hitam khas dirinya, lalu menyenderkan tubuhnya di samping luar mobil, menunggu anaknya keluar.


Tak berapa lama Dean keluar, dia segera berlari mendekati ibunya.


Kasya memaksakan senyumannya, dia lalu memakai kacamata hitamnya kembali.


Saat anaknya sudah sampai, dia langsung memeluk dan menciumnya.


"Ayo pergi makan, setelah makan kita beli es krim kesukaanmu." Kata Kasya pada anaknya itu.


Dean hanya mengangguk, Kasya segera membuka pintu mobilnya Dean segera naik dan duduk di dalam mobil.


Kasya segera melajukan mobilnya menuju ke sebuah restoran barat, tempat makan favorit anaknya.

__ADS_1


Kasya sibuk mengemudi, sedangkan Dean sibuk menulis pesan di ponselnya pada Dion.


Di Perusahaan Arkananta, Dion yang mendapatkan pesan dari Dean yang mengajaknya makan, langsung tersenyum. Dia segera bangkit dari kursi kerjanya dan segera pergi dari perusahaannya, menyusul Kasya dan Dean ke restoran.


***


Axel turun dari privat jet nya sekitar jam 10.40 WIB, dia segera menelepon anak buah Emily yang selalu memantau Kasya dan anaknya dari jauh.


"Halo Beni, aku sudah sampai di Indonesia. Bagaimana Kasya dan anakku? Apakah mereka ada di rumah?"


"Tidak ada Tuan, sekarang aku mengikuti Nyonya dari jarak yang sangat jauh karena seperti biasanya, nyonya selalu dikawal William. Setelah Nyonya menjemput Tuan muda Dean, nyonya sekarang sedang dalam perjalanan. Melihat arah perjalanannya, sepertinya nyonya ke arah restoran favorit Tuan muda." Jawab Beni dari ujung telepon.


"Hem, baiklah... aku tau alamat restorannya. Jaraknya tidak jauh dari sini, aku akan segera pergi ke sana." Kemudian Axel mematikan teleponnya.


Dia segera berangkat tanpa ingin menundanya lagi, dia benar-benar ingin segera memeluk kekasih dan anaknya.


***


Kasya akhirnya sampai di restoran, setelah memarkir mobilnya di parkiran dia dan Dean segera turun dari mobil. Kasya menuntun tangan anaknya, dia melangkahkan kakinya menuju ke dalam restoran. Tapi langkahnya seketika terhenti, karena tangan kecil Dean menarik-narik tangannya.


"Mah... mah... papa udah datang." Ucap Dean setelah Kasya menatapnya bertanya dengan matanya kenapa Dean menarik tangannya.


Kasya lalu mengalihkan tatapan matanya dari anaknya, ke arah mobil Lamborghini Aventador warna Arancio Argos milik Dion.

__ADS_1


__ADS_2