Janda Ketemu Duda GET MARRIED

Janda Ketemu Duda GET MARRIED
Chapter 64


__ADS_3

Axel tak menunggu lama, dia segera melangkahkan kakinya mendekati kekasih dan anaknya.


"Sayang..."


Ketiga pasang mata yang ada di parkiran restoran langsung menatapnya, mereka melebarkan mata mereka tak percaya menatap ke arah kedatangan Axel.


"B-bos."


"Ya, aku. Kenapa? Kamu tidak bahagia melihat kedatanganku?" Axel bersikap biasa saja, dia tidak ingin memperlihatkan kemarahannya.


Dion segera menurunkan Dean dari gendongannya, dia berjalan mendekati Bos nya.


"Tentu saja senang, kenapa aku tidak senang? Selamat datang kembali Bos." Dion lalu menarik tubuh Axel dan memeluknya ala pelukan keluarga.


"Dion, sepertinya kita harus 'bicara' antar sesama lelaki." Axel berbisik geram di telinga Dion saat dia memeluknya.


"Aku juga ingin berkata begitu, aku disini hanya berpura-pura, aku tak ingin memperlihatkan keahlian bertarung ku di depan anak kecil." Dion membalas ucapan Axel dengan sama geramnya.


Kemudian mereka saling melepaskan, lalu kedua lelaki itu mendekati sepasang ibu dan anak yang sekarang menatap mereka berdua.


Ekspektasi Axel tentang Kasya yang akan berlari bahagia menyambutnya, ternyata tidak terjadi. Dia menatap Kasya tidak mengerti, dia pun berjalan mendekatinya.


"Sayang aku pulang. Hai Dean, aku adalah papamu." Axel tau ada yang salah dengan kekasihnya, jadi dia berjongkok untuk berhadapan dengan anaknya.


"Hai, nak." Ucapnya lagi.


Tapi Dean tidak menjawabnya, ia hanya berlari ke arah Dion dan memeluknya.


Axel semakin bingung, tapi dia bukan dirinya yang dulu. Kesabarannya sekarang tidak ada batasnya, dia pun berdiri lagi dan menghela nafasnya.


"Sayang, aku tidak tau apa yang terjadi hingga kamu menatapku benci seperti itu. Aku sudah membayangkan ribuan adegan saat kita bertemu, tapi aku tidak menyangka akan kamu perlakukan dingin seperti ini."


"Axel, untuk apa kamu kembali? Bukankah kamu tidak berniat kembali padaku setelah menghilang bertahun - tahun. Ahhh, bukan menghilang tapi pergi. Apakah kamu bersama seorang wanita selama ini? heh!" Kasya mencoba bertahan dengan sikap dinginnya dan menyindir Axel.


Axel menatap ke dalam mata Kasya yang sedang menatapnya tajam, akhirnya dia mengerti, mungkin Kasya mengetahui tentang Emily.

__ADS_1


"Kita sebaiknya bicara, tapi jangan disini. Aku tidak ingin Dean mendengar jika kita akan bertengkar. Aku mohon... ayo kita masuk ke dalam mobilku." Axel memohon dengan matanya.


Kasya melihat pada Dean yang juga menatapnya, mata Dean terlihat ketidaksukaan pada Axel dan juga kebingungan.


"Baiklah, dimana mobilmu?"


"Disana, ikuti aku." Axel lalu berjalan pergi ke arah mobilnya.


"Sayang, mama pergi dulu. Kamu sama Dion dulu ya." Kasya mendekati anaknya, mengelus pipinya.


Dean hanya mengangguk, Kasya berjalan mengikuti arah Axel berjalan.


Setelah di dalam mobil, mereka berdua masih saling terdiam. Lalu Axel mulai menceritakan semuanya dari awal dan sampai akhir, juga sampai saat ini.


Tubuh Kasya bergetar saat mendengar semuanya, sekarang dia menatap wajah Axel dengan tatapan rindu.


"Benarkah semua yang kamu katakan? Kamu tidak bohong?" Kasya mengkonfirmasi semuanya.


"Sayang, aku tak pernah berbohong padamu. Maafkan aku, tapi sekarang aku sudah sembuh dan kembali lagi padamu. Aku sangat merindukanmu." Axel mengelus pipinya sayang.


"Huhu, Axel! Kamu jahat! Meninggalkanku selama ini. Aku sangat merindukanmu... hiks... hikss..." Kasya menangis sambil memukul-mukul dada Axel.


"Aku juga sangat, sangat merindukanmu, sayang.." Lalu Axel menengadahkan kepala Kasya dan segera menciumnya penuh dengan kerinduan.


Kasya memeluk leher Axel dan menarik tubuhnya sendiri agar lebih menempel pada Axel. Ciuman penuh kerinduan mereka, berlangsung selama beberapa menit. Axel lah yang melepaskan pelukan pada Kasya dan mengakhiri ciumannya.


Wajah Kasya berubah merah, begitu juga Axel. Mereka berdua akhirnya tertawa.


"Sayang, aku tak bisa menunggu lagi. Aku ingin kita segera menjadi suami istri. Sebentar..." Axel lalu mengambil ponselnya, dia menelepon salah satu anak buah Emily yang lain yang ada di kediaman Pramudita.


"Ya, Bos."


"Adam, dekati anak buahku. Dan berikan ponsel ini padanya. Berikan pada William, bilang aku Bos nya, dia akan mengerti." Perintahnya.


Tak berapa lama, suara William di seberang telepon terdengar.

__ADS_1


"Halo?"


"William, ini aku Axel. Jangan bertanya, aku tak ingin berbasa-basi dulu. Sekarang masuklah dan ambilkan dokumen-dokumen Kasya untuk syarat menikah, lalu siapkan juga semua dokumen ku. Dan kamu secepatnya pergi ke catatan sipil, dan berikan semua dokumen itu pada mereka. Lalu bilang Axel Arkananta ingin hari ini juga sah menikah. Kamu pasti mengerti, tidak usah aku berbicara lagi." Lalu Axel menutup ponselnya.


Kasya membelalakkan kedua matanya.


"Kita menikah? Hari ini? Axel kamu..."


"Aku tak ingin menggantungkan lagi status ibu dari anakku. Hari ini kita Sah kan dulu pernikahan kita, resepsi pernikahannya bisa menyusul." Axel lalu tanpa berkata-kata lagi menarik tubuh Kasya, tapi Kasya menolak.


"Tunggu, cukup untuk sekarang. Apa kamu melupakan Anak kita diluar?"


Axel baru tersadar, dia menatap anaknya yang digendong Dion di parkiran restoran.


"Sayang, bisa jelaskan kenapa anakku memanggil Dion papa? Lalu dari tatapan matanya sepertinya dia mengenaliku sebagai ayahnya, tapi dia juga tidak suka padaku." Tanya Axel benar-benar bingung.


"Masalah itu, bisakah aku jelaskan nanti saja. Masalah Dean tidak suka padamu, aku juga tidak mengerti. Mungkin akan ada jawabannya nanti, setelah sekarang kamu sudah kembali pada kami."


"Baiklah, aku akan bersabar. Sekarang kita akan pergi ke catatan sipil, jadi pergilah beri alasan apa saja pada anak kita."


Kasya mengangguk, dan membuka pintu mobil, lalu berjalan ke arah anaknya berada.


Setelah sampai dia langsung memeluk Dean " Dean, mama ada keperluan mendadak, maukah Dean bersama Dion dulu?" Tanyanya.


"Dean, biarkan mamamu pergi. Ayo, ikut papa makan ke dalam. Nanti, jika Dean mau apa lagi, papa akan belikan. Bagaimana?" Bujuk Dion.


Dean akhirnya setuju dan pergi bersama Dion ke dalam restoran. Kasya segera melangkahkan kakinya lagi mendekati mobi Axel dan masuk ke dalamnya.


Mereka segera pergi ke tempat catatan sipil, sekitar belasan menit mereka pun sampai. William sudah menunggunya diluar, mereka berdua pun turun dari mobil.


Kasya merasa gugup, Axel bisa melihatnya, dia pun menggenggam tangannya erat.


"Bos, semua sudah beres. Hanya tinggal menunggu mereka memprosesnya secepatnya, sesuai permintaan Bos." Ucap William


"Apa Bos tidak merindukan kami?" Tanya William.

__ADS_1


Axel hanya tersenyum dan menepuk pundaknya.


Akhirnya beberapa jam kemudian, Kasya dan Axel keluar dari catatan sipil dengan wajah tersenyum bahagia. Akhirnya sekarang mereka berdua sudah resmi menikah, dan menjadi sepasang suami - istri yang sudah resmi mengantongi buku nikah.


__ADS_2