Janda Ketemu Duda GET MARRIED

Janda Ketemu Duda GET MARRIED
Chapter 60


__ADS_3

Dean sedang bermain dengan Alfian, anak dari Byan dan Marsya. Hari itu adalah hari Minggu, setiap weekend Byan dan Marsya akan main ke rumah Kasya.


Marsya sedang sibuk membantu ibu mertuanya itu memasak di dapur dengan bi Yati. Mereka bertiga sibuk memasak sambil nge'ghibahin artis-artis yang lagi naik daun dan viral.


Byan sedang mengasuh anaknya dan adiknya, sambil memainkan ponselnya membuka-buka berita ter-update di internet.


Tiba-tiba suara menangis anaknya terdengar, Byan terlonjak kaget dan segera menaruh ponselnya.


Kasya dan Marsya yang sedang berada di dapur pun segera berlari dari sana, dan mendekati kedua anak itu yang bermain di ruang keluarga.


"Huaaaa....huaaa.....Dean jahat...papa.....Dean jahat......Dean rebut Lego Fian... "


Kasya yang baru saja datang, segera menggendong cucunya.


"Cup....cup... Cucu nenek kan pintar. Ayo main lagi ya, baikan sama paman Dean." Kasya mengelus kepala cucunya.


Kasya pun berbicara pada Dean. "Dean, apa kata mama? Jangan nakal, Alfian keponakan Dean. Jadi Dean harus sayang ya, ayo minta maaf." Kasya melembutkan suaranya pada anaknya itu.


"Dean gak mau, dia aja yang cengeng. Dia bukan ponakan Dean, masa anak laki-laki cengeng, Dean aja gak pernah nangis." Dean menolak meminta maaf.


"Dean! Mama bilang, minta maaf ya minta maaf. Kamu-" Kasya menghentikan ucapan marahnya saat melihat wajah Dean yang berubah murung.


"Dean, sayang. Maaf, mama tidak sengaja membentak kamu." Kasya memindahkan Alfian dari gendongannya ke Marsya, dan berjongkok mendekati anaknya yang duduk di karpet lantai.


Kasya hendak memeluknya, tapi Dean menolaknya dan kepalanya langsung menunduk.


Lalu terdengar suara Dion dari arah pintu depan.


"Jagoan, papa datang..." Dion dengan semangat berjalan masuk dengan menjinjing banyak mainan di tangan kiri dan kanannya.


Dean akhirnya mengangkat kembali kepalanya, dia melihat Dion yang masuk dan sedang berjalan ke arahnya.


"Papaaaa... papa pulang..." Dean langsung bangkit dari duduknya, lalu berlari dan memeluk kedua kaki Dion dengan erat.


Dion tersenyum melihat Dean yang memeluk kakinya, dia berjongkok agar wajahnya sejajar dengan wajah Dean yang sedang berdiri.


"Jagoan papa nakal tidak? Nurut sama mama tidak? Eh, kenapa wajah Dean sedih?" Saat melihatnya Dion segera menaruh semua bawaan di kedua tangannya di lantai.


Dion segera menggendongnya, dia mengelus sayang kepalanya.


"Papa gak kangen Dean ya? Papa juga bohong, katanya kemarin papa pulang, malem juga Dean telepon, papa gak angkat." Dean cemberut padanya.

__ADS_1


"Maaf, papa banyak kerjaan. Tapi bukankah sekarang papa sudah pulang, papa juga bawain banyak mainan buat Dean. Ayo, lihat mainannya." Dion segera menurunkan kembali Dean ke lantai.


Dean langsung sibuk membuka satu-persatu mainan yang dibawa Dion. Dion sesekali mengelus kepalanya sayang.


Ketiga orang dewasa yang melihat keakraban Dion dan Dean, menggelengkan kepala mereka.


"Mah, apa Dean tau siapa Dion? Kenapa gak berhenti panggil dia Papa dari sejak dia bisa bicara." Tanya Byan yang sekarang sangat penasaran.


Kasya menghela nafasnya.


"Tentu saja tau, mama selalu memperlihatkan foto ayahnya. Mama juga bilang pada adikmu itu, kalau Dion hanya asisten ayahnya, apalagi Dion masih selalu memanggil mama dengan sebutan nyonya." Ucap Kasya.


"Tapi, seperti yang kamu lihat, adikmu bahkan dengan keras kepala terus memanggil Dion papa. Dan Dion hanya mengikuti keinginan adikmu itu. Sebenarnya mama juga bingung, adikmu sepertinya sangat tidak suka saat mama membicarakan ayahnya. Apa menurutmu, ada seseorang yang menjelekkan Axel pada adikmu itu?" Tanya Kasya.


"Entahlah..." Jawab Byan yang memang juga tak mengerti.


.


.


.


Di rumahnya, Raka yang sedang bersantai di pinggir kolam renangnya, tiba-tiba telinganya berdengung dan panas.


***


Dion mengangkat kepalanya saat merasakan tiga tatapan mata yang sedang menatapnya.


"Sekarang main ya, jangan marah lagi sama papa." Dion berkata lembut pada Dean.


"Ya papa... makasih mainannya. Dean sayang papa." Dean mengecup pipi Dion, lalu lanjut kembali dengan mainannya.


Dion semakin bahagia, meskipun sampai sekarang dia tidak bisa menyatakan cintanya pada Kasya tapi sampai saat ini cinta dari Dean padanya sudah membuatnya bahagia.


Dion berdiri dari jongkoknya masih sambil tersenyum, dia berjalan ke arah Kasya.


"Nyonya, saya kembali. Maaf, pekerjaan di Inggris sangat sibuk. Dan tadi pagi saat pulang, saya pergi dulu ke perusahaan Arkananta, karena ayah Bos Axel dirawat lagi." Dion menjelaskan keterlambatan kepulangannya.


"Dion, kamu tidak perlu menjelaskan. Sudahlah, sebentar lagi kita akan makan siang. Kalian, pergilah dulu ke ruang makan." Lalu Kasya berjalan pergi ke arah dapur.


Saat malam tiba, Marsya dan Byan sudah pulang ke apartemen mereka. Sekarang yang tersisa tinggal Kasya dan Dion, karena Dean sudah tertidur karena kecapean bermain tadi siang.

__ADS_1


"Nyonya, bukankah lusa akan pergi ke Singapura. Pergilah, biar saya yang menjaga Dean. Saya juga akan mengantar dan menjemputnya dari Play Group." Kata Dion.


"Hem, apakah tidak merepotkan kamu? Ada Bi Yati dan William, biar mereka yang menjaga Dean." Kasya menolak.


"Nyonya..." Dion menatap Kasya dengan tatapan penuh arti.


Kasya yang melihat tatapan Dion yang aneh padanya, langsung mengalihkan pandangannya. Kasya selalu merasa Dion menyembunyikan sesuatu darinya, tapi entah apa.


"Baiklah, sekali lagi terimakasih. Aku sendiri sudah bosan selalu berterima kasih padamu, tapi Dion... kamu memang selalu berbuat sesuatu yang membuatku selalu berterimakasih." Kasya menggelengkan kepalanya, dia merasa sudah banyak berhutang pada Dion.


Dion hanya terdiam. Andaikan saja kamu tau perasaanku padamu, apakah kamu masih akan berterimakasih? Atau kamu malah akan menjauhiku? Itu lah yang aku takutkan sampai saat ini, dan aku hanya bisa bertahan dengan cintaku yang bertepuk sebelah tangan ini! Batin Dion pasrah.


***


Kasya susah 2 hari ini sibuk dengan pertemuan - pertemuan dengan relasi bisnisnya di Singapura. Dan akhirnya hari ini dia bebas dari pekerjaannya, lalu berbelanja oleh - oleh untuk semua orang di Indonesia.


Dia berkeliling di dalam sebuah Mall besar disana, keluar masuk gerai yang ada di dalam Mall. Dia berkeliling hanya dengan ditemani William, karena jika banyak pengawal dia sangat risih.


"William, duluan pergi ke mobil. Masukkan semua belanjaannya, aku akan ke toilet dulu."


"Ya, Nyonya." William pun pergi ke arah parkiran mobil.


Kasya sangat merindukan Dean, dia mengambil ponselnya dan segera menelepon anaknya itu sambil berjalan ke arah toilet.


"Halo, Mah..." Suara anaknya terdengar menggemaskan di telinganya.


"Sayang, sedang apa? Miss you little baby." Kasya tersenyum.


Tapi senyumannya seketika membeku, saat dia melihat sosok Lelaki yang selama 4 tahun ini dia rindukan, Lelaki yang sangat dia cintai. Lelaki yang menghilang darinya, lelaki yang di setiap doanya terucap namanya.


"Ax... Axel... Axel..." Kasya mengucapkan namanya berulang kali.


Axel sedang berdiri dengan tubuh yang gagah dan kekarnya, pandangan matanya sedang menatap ke arah dalam sebuah gerai pakaian. Dia seperti sedang menunggu seseorang, dan sesekali dia melihat jam tangannya.


Kasya melangkahkan kakinya mendekati Axel yang berada hampir 15 meter jauh darinya, dia merasa tak percaya dengan penglihatannya.


Tapi saat jaraknya semakin dekat dengannya, Kasya melihat ada seorang wanita keluar dari dalam gerai sambil membawa sebuah paper bag, dan tersenyum pada Axel. Bahkan Axel membalas senyumannya.


Degh! Kasya terkejut.


Terdengar suara lembut wanita itu berbicara pada Axel. "Axel ayo, aku sudah selesai." Ucapnya sambil berjalan pergi dari sana, dengan Axel yang berjalan di belakangnya mengikuti langkah wanita itu.

__ADS_1


Mereka berdua semakin menjauh dari tempat Kasya berdiri. Kasya masih terpaku di tempat, dan menatap kepergian mereka.


"Axel! Axel... kamu!" Tubuh Kasya seketika lemas dan terjatuh. Tapi dia tak ingin percaya dengan penglihatannya, lalu dengan sekuat tenaga dia berusaha berdiri kembali dan segera menyusul mereka berdua


__ADS_2