Janda Ketemu Duda GET MARRIED

Janda Ketemu Duda GET MARRIED
Chapter 29


__ADS_3

Setelah Abyan berbicara sedikit berbasa - basi dengan pamannya, dia pun segera pergi ke kamar tamu. Dia menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur, melepaskan rasa lelahnya dari perjalanan.


Tok.


Tok.


Tok.


"Kak Byan, boleh aku masuk?" tanya Adelin dari luar pintu.


"Iya, masuk aja."


Adelin membuka pintunya perlahan, ia berjalan mendekati kakak sepupunya yang sedang berbaring di atas ranjang.


"Kak, Kak Marsya barusan telepon loh. Dia ngajakin aku nongkrong di kafe, apa dia telepon Kak Byan juga?" Adelin berkata seperti biasanya, karena dia tidak tau hubungan Marsya dan Byan sedang bermasalah.


Saat Byan mendengar nama Marsya tentu saja dia langsung bersemangat. Dia dengan cepat bangun dari tidurannya, dia menatap Adelin.


"Beneran? Kapan?" Tanyanya semangat.


"Nanti malem, emangnya Kak Byan belum nelepon Kak Marsya dan bilang kalau kakak udah nyampe sini?" Adelin merasakan sedikit keanehan.


"Um, Kakak lupa. Ya udah, nanti malem jadinya jam berapa?"


"Kami janjian jam 8, udah di tempat." Jawab Adelin.


"Oke, kalau gitu sana pergi dandan. Biar kamu tambah cantik, gih." Kata Byan sambil mengacak - ngacak rambut Adelin.


"Ish, mulai deh jail nya. Oke deh, Adelin siap - siap dulu." Adelin menggerutu sambil merapikan rambutnya, dia beranjak pergi dari kamar Byan.


Akhirnya pas jam 8 malam, Byan dan Adelin masuk ke dalam sebuah cafe yang terlihat ramai. Terlihat tempatnya memang nyaman untuk nongkrong, sepertinya pengunjung cafe - nya di dominasi para orang muda sekitaran umur 20-30 tahun - nan.


Byan mengedarkan pandangannya dan seketika mengenali sosok Marsya yang sedang duduk santai, wanita itu memakai dres pendek terlihat luar biasa cantik. Bibir seksi Abyan tersenyum melihatnya, dia begitu sangat merindukan wanita itu, wanita masa kecil yang sudah berhasil mengambil hatinya.


Tapi tatapan matanya berubah menjadi dingin saat melihat lelaki yang sedang duduk bersama Marsya, Byan menarik kembali senyumannya.


"Ayo Kak!" Ajak Adelin yang malah bersemangat karena dia melihat Sammy.


Abyan yang digandeng hanya bisa mengikuti tarikan Adelin padanya, hatinya sangat gugup karena akan segera berhadapan dengan Marsya setelah pertengkaran hebat mereka berdua waktu itu.


"Kak Marsya, Kak Sammy, aku datang. Lihatlah, siapa yang ikut denganku? Tadaaa." Kata Adelin ceria.


Marsya memutar kepalanya saat mendengar suara Adelin, dia sedang menikmati musik dari orang yang sedang memainkan piano di depan pengunjung di sebuah panggung kecil.


Saat melihat Abyan juga ada disana, Marsya sangat terkejut. Dia tak menyangka akan secepat itu bertemu kembali dengan lelaki yang sudah menggores hatinya.


Sammy juga menyadari wajah Marsya yang terkejut, selama beberapa hari ini dia setiap hari menemani Marsya kemanapun. Meskipun dia hanya dianggap teman oleh Marsya, tapi dia tetap merasa nyaman.


Sammy sangat optimis jika setiap hari dia memberi perhatian kepada Marsya, dia yakin suatu hari pasti hati Marsya akan luluh juga. Tapi sekarang tak disangka ada saingan cintanya datang, rasa kepercayaan dirinya pun sedikit menurun.

__ADS_1


"Kalian duduklah." Sammy akhirnya mempersilahkan Byan dan Adelin duduk, meskipun hatinya kesal.


"Hai Kak Sammy, apa kabar?" Sapa Adelin dengan keceriaannya.


"Baik, Adelin. Hai Byan, apa kabar?" Tanya Sammy pada Byan dengan sopan.


"Hem, ya gitu deh." Jawab Byan dengan ketus.


Sedangkan Marsya hanya terdiam, hanya sesekali menatap wajah Abyan yang terlihat tirus.


Apa dia sedang sakit? Kenapa wajahnya tirus sekali? Ah Marsya! Ngapain mikirin dia, dia juga pasti gak pernah mikirin kamu!


"Kak Marsya ko tumben diem aja, biasanya Kak Marsya sama Kak Byan gokilnya gak ketulungan." Adelin masih saja setia dengan keceriaannya.


Byan pun bingung harus berbicara apa pada Marsya, karena Marsya pun terlihat masih sangat membencinya.


Tiba - tiba Byan ingat kalau Marsya sangat menyukai lagu Judika, lagu itu juga sepertinya bisa mewakili perasaan dia pada Marsya. Dia segera berdiri dan berjalan menuju ke depan.


Dia berbisik ke seorang pria yang sedang memainkan pianonya, pria itu menganggukkan kepalanya lalu segera mengakhiri permainan pianonya.


Setelah orang itu berdiri, Byan segera duduk menggantikannya. Dia pun berbicara menggunakan bahasa Inggris ke semua pengunjung, dia menjelaskan jika dirinya adalah orang Indonesia dan ingin membawakan sebuah lagu dari Indonesia.


"This song is the favorite song of the woman I love. With this song, I want to express a love that I was too late to express ( Lagu ini adalah lagu favorit dari wanita yang saya cintai. Dengan lagu ini, saya ingin menyatakan cinta yang terlambat saya ungkapkan )" Ucap Abyan sambil menatap Marsya.


"The title of this song, Love because love. Singer Judika ( Judul lagu ini, Cinta karena cinta. Penyanyi Judika )" Lanjut Byan menjelaskan masih setia menatap wajah Marsya.


Tak menunggu lama Abyan mulai menekan tuts - tuts piano dengan jari - jarinya yang panjang. Sambil bermain dia mulai bernyanyi dengan suara serak basah seksinya.


🎢🎡🎢🎡🎢


Bisa merasakan sakit dan bahagia.


Izinkan ku bicara.


Agar kau juga dapat mengerti.


Kamu yang buat hatiku bergetar.


Rasa yang telah kulupa kurasakan.


Tanpa tahu mengapa.


yang kutahu inilah cinta.


Cinta karena cinta.


Tak perlu kau tanyakan.


Tanpa alasan cinta datang dan bertahta.

__ADS_1


Cinta karena cinta.


Jangan tanyakan mengapa.


Tak bisa jelaskan karena hati ini telah bicara.


🎡🎢🎡


Kamu yang buat hatiku bergetar.


Senyumanmu mengartikan semua.


Tanpa aku sadari.


Merasuk di dalam dada.


Cinta karena cinta.


Tak perlu kau tanyakan.


Tanpa alasan cinta datang dan bertahta.


Cinta karena cinta.


Jangan tanyakan mengapa.


Tak bisa jelaskan karena hati ini telah bicara.


Cinta karena cinta.


Tak perlu kau tanyakan.


Tanpa alasan cinta datang dan bertahta.


Cinta karena cinta.


Jangan tanyakan mengapa.


Tak bisa jelaskan karena hati ini telah bicara.


Tak bisa jelaskan karena hati ini telah bicara.


🎢🎡🎢🎡🎢


Abyan mengakhiri lagu dan permainan pianonya, terdengar pengunjung cafe bersorak bertepuk tangan. Byan masih menatap ke arah Marsya.


Marsya juga sedang menatapnya tak percaya, mendengar lagu kesukannya dinyanyikan oleh Byan, bahkan lirik lagunya sepertinya pria itu sedang menyatakan perasaan padanya.


"Marsya, aku mencintaimu, I love you." Abyan mengatakannya di depan semua orang dengan tatapannya penuh cinta menatap Marsya.

__ADS_1


Benar saja dugaannya, Marsya menutup mulut dengan kedua tangannya. Dia benar - benar sangat syok karena tak bisa mempercayai ungkapan Byan padanya.


Abyan berdiri ia mulai berjalan ke arah Marsya tapi belum sempat dia mendekatinya, Marsya keburu berlari pergi keluar. Byan terpaku melihat Marsya kabur, tapi dia langsung tersadar kembali, dengan cepat mengejarnya keluar.


__ADS_2