
Di dalam Restoran wajah Dion lesu, sesekali ia menarik nafas pasrah. Ia tak menyangka Axel akan kembali, hatinya sakit tapi jika kedatangan lelaki itu bisa membuat Kasya bahagia ia akan ikhlas.
"Papa, kenapa wajahmu sedih? Apa karena Mama pergi dengan Pria tadi?" tanya Dean menatap polos Dion.
"Dean, Pria tadi adalah Papamu. Mulai sekarang jangan panggil aku Papa lagi, ya." Dion mengehela nafas berat.
"Gak mau! Papa Dion satu - satunya Papa Dean!" Mata Dean melotot, ia bersedekap marah.
"Baik, baik. Jangan marah, sayang. Sekarang ayo beli es krim?" Dion merayu Dean.
"Yeah, es krim. Ayo pergi, Pah." Dean turun dari kursi berputar meja ke arah Dion, mengenggamkan tangan mungilnya ke tangan besar Dion.
__ADS_1
Dion melihat genggaman erat Dean padanya, seketika ia menggenggam balik, hatinya sudah merasa tak rela jika harus kehilangan Dean yang sudah ia anggap anaknya sendiri.
Aku tak sanggup kehilangan kalian berdua, bagaimana ini?
***
Kasya membawa Axel ke kediaman Pramudita, para anak buah Axel menangis haru melihat keadaan Axel yang baik - baik saja kecuali Smith. Smith dan William sebenarnya adalah saksi hidup dalam pengorbanan Dion menjaga Nyonya mereka. Mereka berdua terlebih Smith merasa kasihan pada Dion, ia tau pasti bagaimana perasaan Dion pada sang Nyonya juga perjuangan Dion selama ini menjaga Nyonya mereka dan Dean.
"Smith, kenapa wajahmu muram begitu? Apa kau tidak senang aku kembali? Kamu juga William sejak tadi berwajah bingung?" Axel merasa heran karena Smith tidak se - antusias anak buah yang lain. Ia juga melihat wajah kebingungan William.
"Terimakasih kalian selalu menjaga istri dan anakku selama ini, kalian akan naik jabatan dan sebuah rumah besar juga bonus uang." Ucap Axel seraya menepuk pundak kedua anak buahnya.
__ADS_1
"Kami tidak melakukan apa - apa, Bos. Selama ini yang berkorban banyak dan selalu menjaga Nyonya dimanapun adalah Tuan Dion. Dia bahkan sering sakit karena rela tak makan dan tidur saat menjaga Nyonya Kasya, bahkan dulu saat Nyonya akan melahirkan Tuan Dion sangat kasihan karena benar - benar mengkhawatirkan Nyonya Kasya. Padahal seharusnya Anda sendiri lah yang harusnya menjaga wanita Anda, Tuan." Celetuk Smith, mulutnya tak bisa diajak kerja sama oleh Willian. Willian menyikut lengan temannya itu, tapi Smith tidak respect lagi pada Axel jadi seketika ia berani bicara.
Kasya selama ini memang sudah merasakan perasaan sebenarnya Dion padanya, bukan merasakan tapi lebih tepat ia sudah tau Dion mencintai dirinya. Selama ini sebenarnya hatinya sedikit bergetar melihat perjuangan Dion yang selalu ada di sisinya, membuat hidupnya merasa nyaman dan aman tapi ia adalah wanita dengan 2 orang anak, juga ia masih berharap kedatangan Axel karena diawal ia yang mengusir Axel pergi itu lah yang selalu membuatnya selalu merasa bersalah pada Axel dan tidak bisa membuka hatinya untuk Dion.
Hari ini setelah hatinya hancur oleh Axel karena ia mengira Axel telah berselingkuh, ia sebenarnya akan menutup hatinya untuk Axel tapi ia juga butuh waktu untuk menerima perasaan Dion padanya. Sekarang semua keinginan itu sirna karena kedatangan Axel dan kejujurannya atas keberadaannya selama ini. Akhirnya ia langsung memutuskan untuk memaafkan Axel dan ingin bersamanya kembali.
Mendengar perkataan Smith, ia sedikit takut jika Axel akan mengetahui perasaan Dion padanya. Ia tau sifat Axel bagaimana, ia segera maju mendekati Axel dan menggandeng lengannya.
"Sayang, ayo masuk dulu. Kamu pasti capek, nanti kamu juga harus bicara dengan anak kita," Kasya ingin mengalihkan pikiran Axel.
Axel masih menatap tajam Smith, ia mengerti dengan jelas jika Smith tidak menyukai kedatangannya. Sepertinya Smith sudah menganggap Dion Tuan - nya sekarang dan sangat menghormati Dion. Tapi ia juga sangat berterima kasih pada Dion dan semua anak buahnya, jadi perkataan Smith yang tidak menghormatinya barusan tidak akan ia masukan ke hati.
__ADS_1
"Baiklah, sayang." Axel tersenyum bahagia, ia merangkul pinggang wanita yang sangat dicintainya itu.
Mereka berdua masuk ke dalam rumah, meninggalkan Willian yang langsung memarahi Smith dan menyuruh Smith mulai sekarang agar berhati - hati dengan mulutnya.