
Selagi hari libur tidak ada atasan atau bawahan lagi jadi Anna memang tidak peduli pada Mattew seperti saat hari kerja.
"Tuan..." panggil Kevin karena lelaki itu tidak merespon dirinya.
Namun, sedetik kemudian Mattew menatapnya dengan sorot mata yang galak.
"Pergilah!" perintah Mattew.
Dengan senang hati Kevin akan pergi, dia juga banyak urusan.
"Kalau begitu saya permisi," ucapnya berpamitan.
Sekarang tertinggal Anna dan Mattew saja di kafe itu.
"Ayo kita pulang!" ajak Mattew kemudian.
"Tidak mau," jawab Anna tanpa mau memandang wajah lelaki itu.
"Sekarang adalah hari liburku, tidak ada majikan dan pelayan lagi diantara kita. Jadi, biarkan aku sendiri tuan Mattew Coulson," lanjutnya.
Tentu saja Mattew sangat terkejut mendengar Anna begitu berani padanya seperti itu.
"Kau bicara pada orang yang menggajimu, Anna!" protes Mattew.
Karena tidak mau berdebat dengan lelaki itu, Anna menutup ponsel dan bersiap pergi dari kafe.
__ADS_1
Pokoknya apapun yang terjadi, dia tidak mau kembali sebelum jam liburnya habis.
"Hei!" Mattew memanggil Anna yang meninggalkannya begitu saja.
Tidak punya pilihan, Mattew akhirnya merebut tas belanjaan Anna dan memasukkan ke dalam mobilnya.
"Lagi-lagi dia melakukan apa yang dia mau lakukan," gerutu Anna.
Sebenarnya Anna ingin tidak peduli tapi mengingat semua belanjaannya, akhirnya dia ikut masuk ke dalam mobil tapi di kursi belakang.
"Kenapa duduk di sana?" tanya Mattew yang duduk di kursi depan.
"Bukankah memang seharusnya seperti ini?" balas Anna.
"Kau sendiri yang bilang kalau tidak ada majikan dan pelayan hari ini," Mattew jadi membalik pernyataan dari perempuan itu.
"Sebenarnya ini adalah mobil purwarupa," ungkap Mattew.
"Maksudnya?" Anna tidak mengerti.
"Jadi, aku melakukan kerja sama dengan merk mobil untuk mengembangkan mobil memakai teknologi dari perusahaanku," jelas Mattew.
Anna mengerutkan keningnya dalam sekali, kenapa tiba-tiba Mattew bercerita seperti itu?
Rasanya lelaki itu tidak pernah membahas masalah pekerjaan sama sekali dengannya.
__ADS_1
Takut salah bicara, lebih baik Anna diam saja.
Perempuan itu pikir kalau Mattew akan membawanya benar-benar pulang tapi lelaki itu ternyata membawanya ke suatu tempat yang jauh dari kota.
"Kita mau kemana?" tanya Anna.
"Bukankah kau ingin menikmati hari liburmu?" Mattew ingin membawa Anna ke suatu tempat yang disukainya. Tempat itu memang jauh dari hiruk pikuk kota.
Namun sayang sekali, mobil yang mereka kendarai tiba-tiba berhenti di tengah jalan.
"Apa yang terjadi?" gumam Mattew mencoba memeriksa. Dia mengaktifkan teknologi yang ada di mobil itu tapi sayangnya belum terkoneksi dengan baik.
Mana ponsel tidak ada sinyal sama sekali.
"Jadi, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Anna. Dia yang sebelumnya bersantai jadi merasa cemas.
"Aku ingin menikmati hari liburku tapi kenapa jadi seperti ini?"
Mattew membuka atap mobil supaya mendapat sirkulasi udara karena mobil memang dalam keadaan mati.
"Bahan bakar masih banyak, masalahnya pasti pada mesin yang dimodifikasi," ungkap Mattew.
"Kenapa membawa mobil purwarupa saat perjalanan jauh seperti ini?" Anna terus saja melakukan protes.
"Itu karena aku terburu-buru mencarimu," Mattew jadi keceplosan.
__ADS_1
"Kenapa harus mencari saya?" tanya Anna lagi. Dia tidak habis pikir dengan manusia bunglon itu.