Jerat Mafia Hareudang

Jerat Mafia Hareudang
JMH BAB 22 - Mentah-Mentah


__ADS_3

"Flo!" panggil Axe sambil menepuk-nepuk pipi istrinya supaya sadar. Sudah beberapa jam Flo demam dan memejamkan matanya yang membuat Axe takut.


Setelah Flo kembali dari dunia Larry, gadis itu langsung pingsan dan badannya demam.


"Mom... Dad..." Flo merintih memanggil orang tuanya sambil berderai air mata.


Axe semakin panik, lelaki itu kembali membasuh kain kompres dengan air hangat kemudian dia tempelkan pada kening istrinya.


"Darling, bangunlah! Buka matamu..." Axe terus berusaha membuat Flo sadar.


Tak lama Flo mulai membuka matanya perlahan saat melihat Axe, dia merentangkan kedua tangannya yang lemah.


"Peluk aku!" pinta Flo.


Entahlah, Flo hanya ingin dipeluk sekarang.


"Kau baru bertemu Larry lagi?" tanya Axe memastikan dengan memeluk Flo dengan erat.


Flo menggelengkan kepalanya, dia tidak mau membahas hal itu.


"Kita ke rumah sakit sekarang," ucap Axe yang langsung menggendong Flo keluar dari kamarnya.


Saat dalam perjalanan, Flo mencoba menghubungi Gerald supaya menyusulnya ke rumah sakit.


"Antar aku sampai lobby rumah sakit saja, Gerald akan mengurusku!" ucap Flo sambil memandangi jalanan dari jendela mobil.

__ADS_1


"Apa tidak apa-apa?" tanya Axe yang khawatir.


"Justru kalau kau yang mengurusku, hubungan kita akan terkuak. Aku tidak mau hal itu terjadi," balas Flo.


Axe tidak mau membuat keadaan Flo semakin memburuk, untuk itu dia tidak mau berdebat.


Sesampai di rumah sakit, Axe mengecup kening Flo sebelum gadis itu turun dari mobilnya.


"Cepat hubungi aku saat selesai diperiksa," ucap Axe perhatian.


"Aku akan baik-baik saja, sebaiknya kau cepat jalankan rencanamu!" Flo turun dari mobil dan menuju resepsionis untuk mendaftarkan diri.


Beberapa menit berlalu, Gerald akhirnya datang dengan wajah panik.


"Jangan laporkan apapun pada daddy ku, aku akan minum obatku dengan rutin!" jawab Flo yang terpaksa dituruti Gerald.


Flo diinfus di salah satu bed instalasi gawat darurat, gadis itu diberi obat supaya demamnya cepat turun.


"Saya akan membeli makanan dulu," pamit Gerald.


Mereka sedang menunggu sampai cairan infus habis baru diperbolehkan pulang.


Flo mengangguk dan kembali memejamkan matanya. Tapi bayangan Larry terus menari-nari dipikirannya sekarang.


Sampai Flo merasakan telapak tangan seseorang menyentuh keningnya barulah gadis itu membuka matanya lagi.

__ADS_1


"Kau sepertinya sakit, girl!" sapa seseorang yang tak asing.


"Oh my God! Kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Flo kaget karena ada Kenzo di sana.


Kenzo yang berhasil melacak plat mobil Gerald terus mengikuti pergerakan mobil itu. Kenzo juga mencari tahu siapa Flo dan dia sangat kesal telah ditipu oleh gadis itu. Ternyata Flo masih single dan belum mempunyai anak.


"Apapun yang membawamu kemari, aku tidak peduli. Sekarang badanku lemah dan aku butuh istirahat jadi jangan menggangguku!" tambah Flo yang semakin frustasi karena hidup di dunianya penuh pengganggu. Dia mulai memikirkan tawaran Larry.


"Kau berhutang penjelasan padaku, Nona Hoult," ucap Kenzo sambil duduk di kursi yang berada di samping bed.


"Bagaimana dia bisa tahu nama belakangku?" gumam Flo dalam hatinya dengan gusar.


Bersamaan dengan itu seorang perawat datang dan memberikan resep pada Flo untuk ditebus saat pulang nanti.


"Aku akan menjadi walinya jadi biar aku yang menebus!" ucap Kenzo menerima resep itu.


"Biar pengawalku yang mengambil, kau bisa pergi!" usir Flo yang membuat Kenzo terkekeh.


"Maksudmu Gerald itu? Sekarang mungkin dia pingsan di suatu tempat," sahut Kenzo dengan santai.


Flo jadi teringat kata-kata Axe jika Kenzo juga seorang mafia pasti Gerald telah dicelakai di suatu tempat.


Sebenarnya Flo sangat marah tapi dia mencoba biasa saja.


"Kalau ini salah satu usahamu untuk mendekatiku, maaf aku tidak tertarik sama sekali!" ucap Flo menolak Kenzo mentah-mentah.

__ADS_1


__ADS_2