Jerat Mafia Hareudang

Jerat Mafia Hareudang
S2 - Minta Pendapat


__ADS_3

Benar saja ketika Mattew memasukkan masakan Anna ke mulutnya, indera perasanya begitu menikmatinya.


"Ini baru rasa yang pas," batin Mattew. Dia tidak mungkin bicara secara gamblang karena ada Anna yang berdiri di dekatnya.


Sebenarnya Anna merasa pusing karena terlalu lama berdiri.


Jadi, perempuan itu memutuskan untuk undur diri.


"Selamat menikmati makanannya, Tuan," ucap Anna seraya membungkukkan badannya.


"Kau mau kemana?" tanya Mattew.


"Saya harus melanjutkan pekerjaan di laundry," jawab Anna.


Mattew menggelengkan kepalanya sebagai tanda penolakan. Dia menunjuk salah satu kursi dan meminta pelayan itu untuk duduk di sana.


"Duduklah!" perintahnya.


Karena malas berdebat dan lelah, Anna menuruti perintah Mattew.


Anna memejamkan mata dan lama-kelamaan tertidur di kursi.


Pada saat itu, Mattew masih menikmati masakan Anna sampai dia selesai, lelaki itu baru sadar jika Anna ketiduran.


Sebenarnya bisa saja dia membangunkan pelayan itu tapi entah kenapa dia jadi merasa kasihan.

__ADS_1


Seolah Anna seperti itu karena dirinya.


"Lebih baik aku biarkan saja," gumam Mattew seraya menjauh. Dia ingin meninggalkan Anna di meja makan tapi lagi-lagi dia merasa kasihan dan tidak tega.


Akhirnya Mattew mencoba menggendong Anna dan membawanya ke kamar perempuan itu.


Bangunan untuk para pelayan berada di area belakang mansion.


Anna seperti mayat hidup karena tidak merasakan apapun ketika Mattew menggendongnya. Perempuan itu justru semakin terlelap dalam mimpi.


Beruntung Mattew sangat tahu letak kamar Anna jadi lelaki itu langsung bisa membuka pintu kamar dengan menendang pintu dengan kakinya.


"Ck! Dia benar-benar tidak bangun," decak Mattew.


Dengan perlahan Mattew membaringkan Anna ke atas ranjang. Dia ingin segera pergi.


"Maafkan saya, Tuan. Saya yang bersalah," gumam Anna mengingau.


Tidak salah lagi, Anna pasti bermimpi mengenai Mattew karena hanya lelaki itu yang dipanggilnya Tuan.


Apalagi Anna yang meminta maaf dan merasa bersalah.


Terdengar helaan nafas panjang dari Mattew, kalau dipikir-pikir memang dirinya yang bersalah karena merekam Flo.


Tapi, egonya lebih memilih menyalahkan Anna.

__ADS_1


"Tidurlah dengan tenang," ucap Mattew seraya mengusap kepala Anna supaya perempuan itu tidak bermimpi buruk lagi.


Keesokan harinya, Anna merasa terkejut karena sudah berada di kamarnya.


"Siapa yang membawaku kemari?" gumam Anna.


Alih-alih memikirkan lebih jauh, Anna justru teringat pekerjaannya yang belum selesai.


"Cucianku!" seru perempuan itu segera bergegas mandi dan ke ruang laundry lagi.


Saat sampai di ruang laundry, Anna merasa terkejut karena pekerjaannya sudah dihandle pelayan lain.


Ternyata Anna kembali ke tugas utamanya yaitu menjadi pelayan pribadi Mattew.


Sebenarnya Anna ingin menolak tapi mau bagaimana lagi.


Jadi, perempuan itu membawa beberapa baju Mattew dari laundry tersebut untuk dia bawa ke walk in closet kamar tuannya.


Anna sudah terbiasa melakukannya dan sudah hafal letak baju-baju Mattew.


Tapi, hari ini dia justru berpapasan dengan lelaki itu ketika masuk ke walk in closet.


Mattew hanya memakai handuk yang melilit di pinggang, bentuk tubuh lelaki itu sangat terlihat jelas yang membuat Anna memalingkan wajahnya.


"Saya akan keluar, Tuan," Anna buru-buru ingin pergi.

__ADS_1


"Tunggu!" Mattew mencegahnya. Dia mengambil dua dasi dengan warna dan motif berbeda. "Bagus yang mana?"


"Tuan bertanya pada saya?" Anna ingin memastikan kalau Mattew memang minta pendapat darinya.


__ADS_2