Jerat Mafia Hareudang

Jerat Mafia Hareudang
JMH BAB 50 - Terbayang-bayang


__ADS_3

Awalnya Flo ingin memberontak tapi kenapa dia merasa nyaman menerima pelukan dari Axe. Flo terdiam sejenak sampai dia mengingat jika dia sudah mempunyai Mattew, dia akan segera menikah. Rasanya tidak pantas apalagi dia sempat dicium oleh Axe.


"Ehem!" Flo berdehem sambil menjauhkan dirinya.


"Bisakah kau mengantarku pulang? Aku akan mempertimbangkan mu untuk jadi model parfumku!"


Axe berseringai akhirnya dia akan mempunyai banyak waktu untuk bertemu dengan Flo.


"Baiklah, anda harus menepati janji anda, Nona," ucap Axe sambil menyalakan mobilnya.


Hujan semakin deras membuat Axe sangat berhati-hati menyetir mobil apalagi Flo merasa kedinginan.


"Saya mempunyai sweater, anda bisa memakainya," ucap Axe berhenti sejenak kemudian memberikan sweater nya.


Dengan terpaksa Flo memakai sweater Axe daripada dia kedinginan.


Selang satu jam kemudian mobil berhenti di depan mansion keluarga Flo.


"Terima kasih," ucap Flo yang langsung turun dan berlari masuk ke dalam mansionnya.


__ADS_1


Axe memandangi mansion Flo dari mobilnya, kalau dulu saat dia masih berjaya, rasanya tidak sulit untuk memberikan Flo mansion mewah seperti itu.


Tapi semuanya sudah berubah, Axe tidak akan pernah menyesalinya. Karena Flo adalah penerang di dunianya yang gelap.


"Kita akan bertemu lagi, darling," gumam Axe.


Sementara Flo yang masuk ke mansion langsung menuju kamarnya.


"Flo! Kau pulang? Mattew bilang kau akan menginap," tegur Silver yang masuk ke kamar putrinya.


"Kau pulang saat hujan? Apa kalian bertengkar?"


Flo yang baru saja mandi segera memakai piyama tidurnya kemudian menenggelamkan diri di dalam selimut karena kedinginan.


"Satu dibanding seribu ada laki-laki seperti Mattew, kenapa kau tidak bisa membuka hatimu Flo? Balas cintanya, dia begitu sabar menunggumu," tutur Silver mencoba memberi pengertian.


"Aku sudah mencobanya, Mom. Setiap saat aku mencobanya tapi..." Flo tidak bisa melanjutkan kalimatnya.


"Kau pasti akan jatuh cinta jika sudah terbiasa menjadi suami istri nanti," tambah Silver sambil mengecup kening putrinya. "Beristirahatlah!"


Sebelum pergi, Flo menahan Silver sebentar.

__ADS_1


"Mom, apa mommy benar-benar tidak tahu yang terjadi padaku sebelum masuk rumah sakit?" tanya Flo lagi-lagi menanyakan hal sama.


"Kenapa kau terus menanyakan itu Flo? Kau seharusnya fokus pada pernikahanmu, mommy juga mulai sibuk ikut mempersiapkan semuanya apalagi keluarga kita dari Indonesia mau datang," sahut Silver yang mencoba membuat Flo tidak memikirkan kejadian di Perancis.


Flo hanya bisa menghela nafasnya panjang, dia mencoba mengabaikan seperti biasa. Dia mengambil ponsel dalam tasnya untuk menghubungi Mattew.


"Hallo, Matt," ucap Flo saat panggilan tersambung.


"Kau belum tidur, Babe?" tanya Mattew.


"Belum, aku merasa bersalah karena pulang tiba-tiba. Bagaimana jika besok kita pergi kencan?" ajak Flo yang ingin memperbaiki hubungannya dengan Mattew.


"Aku sangat sibuk, Babe. Aku harus menyelesaikan pekerjaanku sebelum mengambil cuti saat kita menikah nanti," ucap Mattew yang sebenarnya senang karena Flo yang mengajaknya berkencan.


"Sepertinya aku juga akan sibuk, kita tidak bisa makan siang bersama," tambah Flo.


"Kita bisa menggantinya dengan makan malam, setiap malam aku menunggumu di mansionku, bagaimana?" tanya Mattew penuh harap.


Flo menggigit bibir bawahnya sebelum menjawab. "Baiklah, kau harus memasak sendiri, Mr. Coulson!"


Hubungan Mattew dan Flo kembali menghangat.

__ADS_1


"Mattew, Mattew," gumam Flo menyebutkan nama calon suaminya karena bayangan Axe terus terngiang di kepalanya.


"Perut kotak-kotak, ciuman itu dan pelukannya! Aaaa.... Aku pasti sudah gila!" teriak Flo kesal sendiri.


__ADS_2