
Flo bersender di dada Axe, tangannya mengelus dadanya suaminya kemudian dia mengadah yang membuat matanya saling bertemu dengan Axe.
"Sekarang bagaimana? Apa kau mau pindah warga negara, urusannya mungkin akan melelahkan tapi daddy ku bisa membantu prosesnya," ucap Flo kemudian.
"Bisnisku ada di Perancis, aku berencana akan mengembangkannya menjadi waralaba franchise dan semua itu membutuhkan waktu," jelas Axe yang sebenarnya ingin membawa Flo bersamanya tapi rasanya tidak mungkin.
"Apa kita akan berhubungan jarak jauh?" tanya Flo sambil mendudukkan dirinya.
"Beri aku waktu, visaku sebentar lagi juga akan habis," ucap Axe dengan mengecup kening Flo.
"Satu tahun tidak lebih dari itu, okay." Flo meraup wajah Axe kemudian mengecup bibirnya.
"Kau mau menggodaku, darling!" Axe langsung menindih tubuh Flo yang masih tanpa busana. Dia ingin melakukan olah raga panas lagi tapi Axe jadi teringat Mattew. "Bagaimana dengan calon suamimu?"
"Jangan membicarakannya lagi," ucap Flo yang akhirnya menceritakan apa yang telah Mattew lakukan padanya.
__ADS_1
Axe sangat marah karena merasa Mattew melecehkan Flo tapi dia juga sadar diri jika dia tidak lebih dari itu selama ini.
"Maafkan aku, kau pasti sulit mempercayai laki-laki sekarang," ucap Axe kemudian.
"Mungkin seharusnya seperti itu tapi aku mempercayaimu, kau sudah membuktikan ketulusanmu sampai sejauh ini," sahut Flo sambil mengelus pipi Axe.
"Kau memang cahaya yang dikirimkan Tuhan untukku, darling." Axe memeluk Flo, dia tidak akan melakukan hal bodoh lagi. Dia tidak mau kehilangan istrinya.
Malam itu, Axe mengurungkan niatnya untuk melakukan olahraga panas, dia lebih memilih memeluk istrinya sampai mereka tertidur.
Dan keesokan paginya, Axe bangun kesiangan. Dia terlalu nyaman berada di dekat Flo sampai lupa jika dia tengah menyelinap masuk, seharusnya dia kembali sebelum penghuni mansion terbangun.
Axe segera memakai celananya, dia mencari Flo tapi tidak menemukan istrinya di dalam kamar. Rasanya dia tidak mungkin keluar dari kamar itu jadi yang bisa dia lakukan hanya menunggu Flo kembali.
Beberapa menit berlalu, Flo kembali ke kamar dengan membawa satu set baju untuk Axe.
__ADS_1
"Aku meminjamnya dari Keenan, aku rasa ukuran badan kalian tidak jauh beda," ucap Flo sambil memberikan baju itu pada suaminya. "Mandilah kemudian turun ke lantai bawah, Keenan dan daddy ku sudah berangkat ke kantor jadi hanya tinggal mommy ku!"
Axe masih tidak terbiasa dengan kehidupan berkeluarga seperti kehidupan Flo jadi dia bingung harus bersikap seperti apa.
"Jadilah dirimu sendiri," ucap Flo sambil menepuk pundak Axe.
"Aku akan mencobanya," sahut Axe berlalu ke kamar mandi.
Setelah Axe selesai membersihkan dirinya, Flo membawa suaminya itu untuk turun ke bawah, dia akan memperkenalkan Axe pada mommy nya terlebih dahulu.
"Mom, ini Axe," ucap Flo yang sebelumnya sudah menceritakan semuanya pada Silver. Silver sendiri juga sudah mendengar dari Grey apa yang sebenarnya terjadi.
Silver menelisik penampilan Axe dari ujung kepala sampai ujung kaki. Memang tampangnya seperti berandalan tapi yang dikatakan Flo benar adanya, tampang Axe memang lumayan untuk menjadi model.
"Ehem! Saya Axe, suami dari Flo. Maaf jika sebelumnya saya menikahi Flo dengan cara tidak benar tapi saya dan Flo menganggap jika pernikahan itu sah. Jadi, terimalah saya jadi menantumu, ibu mertua," ucap Axe mengeluarkan keberanian maksimal. Dia sampai memegang dadanya menunjukkan kalau dia adalah menantu sejati.
__ADS_1