
Axe berbaring sambil memutar cincin Flo dari tangannya, bukannya dia tidak mau melepas Flo tapi beberapa bulan ini Axe sungguh tersiksa. Rasanya ada yang masih mengganjal di hatinya. Dia ingin tahu perasaan Flo padanya.
Saat mendengar Flo akan menikah, dia begitu gelisah. Axe tahu jika Flo tidak mencintai Mattew, gadis itu terpaksa.
"Maafkan aku, Matt," gumam Axe yang tidak bisa menepati janjinya.
Sementara Flo sendiri tengah memandangi dirinya di depan cermin butik, dia tengah melakukan fitting baju pengantin.
Setelah makan siang sebelumnya, Mattew membawa Flo ke gedung pernikahan lalu fitting baju pengantin seperti sekarang.
"Babe..." panggil Mattew yang menyusul calon istrinya. Mattew terpaku sejenak karena melihat Flo yang semakin cantik.
Mattew jadi teringat kata-kata Keenan, dia berdehem kuat dan berusaha menguasai dirinya. Kalau dekat dengan Keenan memang otaknya jadi kotor.
"Bagaimana menurutmu, Matt?" tanya Flo.
"Tidak perlu ditanya, kau sangat cantik, Babe." Mattew menarik pinggang Flo kemudian berbisik di telinga gadis itu. "Mau kah kau malam ini menginap di mansionku?"
Flo terkesiap karena Mattew yang menawarinya hal seperti itu.
"Aku akan memasak untuk makan malam kita," bujuk Mattew.
"Baiklah!" Flo akhirnya setuju juga.
Akhirnya setelah melakukan fitting baju pengantin, Mattew membawa Flo ke mansionnya.
Keduanya saling diam saat dalam perjalanan, mereka tenggelam dalam pikirannya masing-masing.
__ADS_1
Sampai mobil Mattew memasuki gerbang mansion dan para pelayan menyambut kedatangan majikannya.
"Tugas kalian selesai lebih cepat, aku ingin menghabiskan waktuku berdua dengan calon istriku, jadi jangan diganggu," ucap Mattew pada para pelayannya.
"Baik, Tuan."
Flo jadi tersipu malu pasti para pelayan berpikir aneh-aneh.
"Kenapa kau mengusir mereka, Matt?" tanyanya kemudian.
"Supaya tidak ada pengganggu, ayo masuk!" Mattew menggandeng tangan Flo untuk masuk ke dalam mansionnya. Mereka langsung menuju dapur.
Flo duduk di meja pantry sementara Mattew sibuk menyiapkan bahan-bahan untuk membuat steak.
"Karena tidak ada persiapan sebelumnya, aku membuat menu yang paling mudah!" ucap Mattew.
"Aku ingin mencobanya," ucap Flo yang membuat Mattew menyerahkan spatula pada gadis itu.
"Pelan-pelan, supaya dagingnya masak merata." Mattew memberi instruksi sambil memegang tangan Flo yang menggunakan spatula untuk memanggang beef yang ada di cooking pan.
"Ternyata susah-susah gampang ya." Flo berkata sambil menoleh ke samping dan ternyata wajah Mattew begitu dekat dengannya.
Keduanya terpaku sejenak sampai Mattew meraih tengkuk Flo dan ingin mencium calon istrinya itu.
Saat bibir Mattew sudah dekat, Flo memalingkan wajahnya kembali pada cooking pan.
"Sepertinya dagingnya sudah masak," ucap Flo mencairkan suasana canggung di antara mereka.
__ADS_1
Mattew tersenyum kecut, dia tentu tahu jika Flo hanya mengalihkan suasana intim di antara mereka, sepertinya dia harus berguru pada Keenan si playboy kelas kakap itu.
Suasana makan malam antara Mattew dan Flo menjadi hambar karena Flo yang merusak suasana sebelumnya.
"Matt, aku tidak bisa menginap malam ini jadi Keenan akan menjemputku, kau tidak perlu mengantarku pulang," ucap Flo saat selesai makan.
Flo segera berdiri kemudian mendekati Mattew dan mengecup pipi lelaki itu. "Good night!"
Buru-buru Flo keluar dari mansion Mattew, semakin Flo mencoba semakin membuat perasaannya terlihat, Flo tidak enak pada Mattew seolah dia berpura-pura menyukai calon suaminya.
"Aku memang menyukai Mattew tapi sebagai sahabat," gumam Flo sambil memainkan ponselnya, dia ingin menghubungi Keenan tapi justru dia teringat kertas yang diberikan Axe padanya.
"Axe? Kenapa namanya tidak asing?" Flo kemudian mencoba menghubungi lelaki itu.
Panggilan pertama tapi langsung dialihkan ke panggilan video oleh Axe.
"Hai, Nona," jawab Axe yang berada di kamar mandi.
"Apa yang sedang kau lakukan? Aku akan menutup panggilannya," ucap Flo yang lagi-lagi melihat Axe bertelanjang dada.
"Tunggu! Jangan ditutup! Coba Nona buka mulut sebentar!" Axe tampak terengah-engah yang membuat Flo tidak nyaman.
"Kau memang laki-laki aneh, aku menyesal menghubungimu!" Flo ingin menutup panggilan tapi saat itu juga dia mendengar Axe mengerang hebat.
"Wah, hanya mendengar suaramu saja, aku bisa keluar, Nona," ucap Axe yang baru saja menuntaskan ritual suci.
"Oh God! Kau membuat otakku kotor!" teriak Flo yang akhirnya mengerti apa yang telah dilakukan Axe di kamar mandi.
__ADS_1