
Flo terbangun dan merasa terkejut karena hari sudah siang padahal rencananya pagi harus check out dari motel.
Perempuan itu melirik ke arah sampingnya dan melihat Axe yang masih tertidur.
Ini semua karena semalam mereka bercinta terlalu berlebihan.
Memang setelah bertengkar rasanya bercinta jauh lebih membara.
"Axe..." Flo mencoba membangunkan suaminya itu.
Hanya terdengar lenguhan dari mulut Axe, matanya enggan terbuka karena masih sangat mengantuk dan kelelahan.
"Kita harus pulang," ucap Flo yang masih berusaha membangunkan lelaki itu. "Kalau ditunda terus, daddy pasti akan semakin marah!"
Mendengar itu, Axe langsung membuka matanya.
Restu yang dia perjuangkan selama ini tidak boleh berakhir sia-sia.
Lelaki itu dalam posisi tengkurap dan perlahan menatap istrinya.
"Oh, darling..." ucapnya serak-serak basah.
Flo mencoba menegakkan badan Axe supaya nyawanya cepat terkumpul. "Tidak ada waktu lagi!"
Namun, bukannya badan Axe duduk tegak, lelaki itu justru menarik Flo ke pelukannya.
__ADS_1
"Aku ingin banyak menghabiskan waktu bersamamu tapi nyawaku saat ini tengah terancam," ucap Axe kemudian.
"Maka dari itu, ayo selamatkan nyawamu!" Flo berusaha lepas dari pelukan suaminya.
Dan Axe tidak punya pilihan selain melepas Flo.
*
*
Grey tidak pergi bekerja karena menunggu kedatangan putrinya. Dia yakin Flo yang bisa bersikap dewasa akan meyakinkan Axe untuk kembali ke mansion.
"Jangan terlalu dipikirkan, mereka pasti akan segera datang," tegur Silver yang tidak tahan melihat suaminya terus mondar-mandir tidak jelas.
"Lihat saja, sikap menantumu itu tidak berubah selalu saja membuat semua orang sakit kepala," ketus Grey.
Dari pagi menuju siang sampai sore, Axe dan Flo belum kunjung datang.
Rasanya kesabaran Grey sudah sampai ujung batas. Dia tidak bisa menunggu lagi.
Grey mencoba menghubungi ahli IT perusahaan untuk melacak keberadaan Flo.
"Satu-satunya orang IT yang bisa menemukan kak Flo dengan cepat adalah Mattew," komentar Keenan pada saat itu.
"Mattew?" gumam Grey. Sudah lama sekali dia tidak berhubungan dengan lelaki itu, walaupun gagal menjadi menantunya tapi Mattew memang mempunyai ruang tersendiri bagi keluarga Hoult.
__ADS_1
Buktinya walaupun Mattew sudah melakukan hal tidak baik pada Flo tapi kesalahan itu bisa termaafkan karena investasi kebaikan lelaki itu.
Apalagi setelah Flo menikah, Mattew tidak pernah mengganggu putrinya biarpun masih cinta.
"Aku akan mencoba menghubunginya," ucap Grey kemudian.
Daripada terjadi sesuatu pada Flo lebih baik Grey meminta bantuan Mattew.
Pada saat itu Mattew tengah sibuk memeriksa laporan selama dia tinggal bersama Anna kemarin.
Hubungan Anna dan Mattew berjalan seperti biasa, seperti tidak pernah terjadi sesuatu karena mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
"Tuan..." panggil Kevin tiba-tiba, dia masuk ke ruangan tuannya dengan terburu-buru.
Dalam hati Mattew pasti itu adalah sesuatu yang penting.
"Ada apa?" tanyanya.
"Tuan Grey ingin berbicara dengan Anda," jawab Kevin.
Sesuai dugaan, Mattew langsung mencoba menghubungi mantan calon mertuanya itu.
"Hallo, Dad," ucap Mattew yang sudah terbiasa memanggil Grey seperti itu. Kebiasaan yang akan sulit dirubah.
Namun, Grey tidak mempermasalahkan hal itu.
__ADS_1
"Aku akan bicara langsung ke intinya saja karena kau harapan satu-satunya sekarang, tolong cari Flo bersama suami mafianya itu," pinta Grey tanpa basa-basi.