
"Bye!" Flo melambaikan tangannya pada Keenan. Tak lama mobil Keenan meninggalkan perusahaan Flo.
Perusahaan itu tidak terlalu besar, Flo hanya mempunyai puluhan karyawan.
"Selamat datang, Nona," ucap Elsa, asisten Flo itu menyambut bosnya dengan segelas kopi.
"Thanks," sahut Flo mengambil gelas kopi itu sambil menuju ruangannya. "Persiapkan rapat, kita akan melanjutkan rapat kemarin!"
Setengah jam berlalu, Elsa memanggil Flo kembali untuk melakukan rapat.
Di ruangan rapat semua peserta rapat tampak serius membahas masalah produk baru parfum mereka.
"Kita membutuhkan seorang model yang pas untuk menjadi brand ambassador,"
"Kita sudah memiliki beberapa brand ambassador tapi kali ini kita butuh model laki-laki karena parfum ini cocok untuk laki-laki,"
"Bagaimana menurutmu, Nona?"
Flo terdiam sejenak memikirkan siapa yang cocok untuk menjadi brand ambassador produk barunya.
Bersamaan dengan itu, Elsa memasuki ruang rapat dan berbisik pada Flo jika ada yang mencarinya.
__ADS_1
"Siapa?" tanya Flo yang merasa tidak punya janji hari ini.
"Katanya penting, Nona."
"Aku akan menemuinya setelah rapat!"
Flo kembali melanjutkan rapatnya tapi belum juga menemukan brand ambassador yang pas.
"Aku akan meminta bantuan Mattew untuk masalah brand ambassador jadi kita akhiri rapat hari ini, kita harus mempersiapkan launching produk baru kita," ucap Flo kemudian.
"Baik, Nona."
Semua peserta rapat bubar dan Flo jadi teringat tamu yang menunggunya. Flo kembali ke ruangannya dan terkejut ada seorang pria yang sudah duduk dengan tenang di sofa ruangannya.
Flo akhirnya ikut duduk di depan pria yang hanya diam itu.
Pria itu menatap Flo tanpa berkedip yang membuat Flo jadi salah tingkah. Apa pria itu seperti pria-pria yang selalu mengejarnya?
Melihat ekspresi Flo yang mulai illfeel akhirnya pria itu memperkenalkan diri.
"Nama saya Axe, saya mencari anda karena ingin melamar pekerjaan," ucapnya.
__ADS_1
Ya, pria itu adalah Axe yang jauh datang ke London untuk menemui Flo. Axe yang mendengar jika Flo akan menikah menjadi begitu gelisah, jiwa pebinornya meronta-ronta. Dan disinilah dia sekarang menatap wajah istrinya yang lupa pada dirinya.
Axe bersyukur Flo baik-baik saja, sekarang apa dia bisa memperjuangkan cintanya?
"Melamar pekerjaan?" Flo terkekeh mendengar alasan itu. "Apa aku tidak salah dengar? Jika kau ingin melamar sungguhan pergilah ke bagian HRD!"
"Saya maunya ingin melamar langsung dengan pemilik perusahaan karena saya ingin melamar menjadi model!"
Axe langsung berdiri dan membuka bajunya, dia memperlihatkan perut kotak-kotaknya pada Flo.
"Bagaimana, Nona?" tanya Axe percaya diri.
"Aaaa..." Flo berteriak sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. "Pakai kembali bajumu!"
"Ada yang mengatakan padaku kalau sayang sekali menyia-nyiakan ketampananku ini jadi aku ingin menjadi laki-laki tampan yang berguna!" tambah Axe.
Kemudian Axe menarik kertas yang telah dia siapkan, kertas itu bertuliskan nomor ponselnya.
Axe mendekati Flo dan dengan berani mencium pipi gadis itu. "Aku tahu, kau pasti akan menerimaku, Nona," ucapnya sambil menaruh kertasnya di meja.
"Saya permisi dan saya akan menunggu panggilan dari anda," sambungnya.
__ADS_1
Flo memaku di tempatnya karena syok ada yang melamar pekerjaan dengan cara kelewat percaya diri seperti itu.