Jerat Mafia Hareudang

Jerat Mafia Hareudang
JMH BAB 63 - Terlambat


__ADS_3

Flo mengaduk-aduk makanan di depannya sambil terus memikirkan semua yang telah terjadi. Dia mencoba setenang mungkin, dia harus memecahkan masalah secara dewasa.


"Teman-temanku juga sudah melakukan hubungan sek..s saat masih sekolah jadi ini bukan masalah besar. Lagi pula aku hidup di London, hal seperti itu bukan hal yang tabu lagi," gumam Flo dalam hatinya.


"Sekarang aku harus menyelesaikan masalah dengan Mattew dan Axe, sepertinya aku memang tidak perlu memikirkan tentang pernikahan," sambungnya.


Flo sudah memutuskan untuk menjauh dari kedua lelaki itu.


"Pertama-tama, aku harus menghubungi Kevin untuk menanyakan keadaan Mattew kemudian aku harus berbicara pada Axe. Aku akan memberinya uang yang banyak, dilihat dari segi apapun, dia memang gelandangan," ucap Flo yang dengan cepat meraih ponselnya.


Tapi saat itu Axe yang pergi membelikan baju dan pakaian dalam untuk Flo sudah kembali ke apartemen.


"Aku membelinya terburu-buru tapi aku yakin ukurannya pas karena aku sudah melihat bentuk tubuhmu, darling," ucap Axe sambil memberikan paper bag di tangannya pada Flo.


Flo menerima paper bag itu sambil mengerucutkan bibirnya. "Tunggu aku sebentar, aku berganti baju dulu!"


"Kemarilah dulu!" Axe menarik tangan Flo dan memaksa Flo untuk duduk di pahanya.


"Aku suka melihatmu seperti ini, kau sangat seksi, darling," ucap Axe sambil meraba paha Flo, gadis itu hanya memakai kaos kebesaran miliknya tanpa memakai pakaian dalam.


"Singkirkan tanganmu itu, Mr. Mafia atau aku akan menendangmu!" ancam Flo yang tanpa sadar memanggil Axe dengan sebutan yang dulu sering dia lontarkan.

__ADS_1


Flo menutup mulutnya. "Kenapa aku memanggilmu Mr. Mafia?"


Sepertinya alam bawah sadar Flo mulai mengingat Axe.


"Oh darling, kau mengingatku?" tanya Axe kesenangan.


"Memangnya kita sebelumnya saling mengenal?" tanya Flo balik yang bingung. Tapi buru-buru dia menyadarkan dirinya.


"Ehem! Mungkin aku tidak sengaja menyebutmu seperti itu karena kau yang seperti gelandangan dan pengangguran. Yang terjadi diantara kita hanyalah ketidaksengajaan, untuk itu aku akan memberimu kompensasi berupa uang jadi kau bisa memulai hidup barumu," ucap Flo mulai tegas.


Axe terkekeh mendengarnya. "Aku bukan gigolo yang menjual tubuh untuk uang, darling!"


"Lalu kau mau apa?" tanya Flo gusar.


"A--apa?" Flo kaget, dia ingin melanjutkan kalimatnya tapi bibirnya tiba-tiba dibungkam oleh bibir Axe.


Axe berpikir jika sering melakukan hubungan intim dengan Flo, gadis itu akan mengingatnya kembali. Jadi dia akan melakukan penyatuan lagi walaupun Flo menolaknya.


"Akh!" pekik Flo saat Axe membuka kaos yang dia kenakan. Kemudian Axe membalik tubuhnya.


"Pegang ujung meja, darling!" pinta Axe dengan menggeram.

__ADS_1


"Ujung meja bagaimana?"


"Akan aku buat kau mengerti!"


Axe mendorong masuk dan melakukan penyatuan yang membuat Flo kaget, sekarang dia tahu rasanya dalam keadaan sadar. Dia ingin memberontak tapi saat Axe bergerak justru dia tanpa sadar mendesaah.


"Akan aku buat kau mengingatku, darling," ucap Axe dengan nafas terengah-engah. Bibirnya terus mengecupi punggung Flo dan mencium aroma gadis itu.


Axe semakin bersemangat apalagi melihat Flo yang mulai menikmati permainannya.


"Axe...." panggil Flo sambil memalingkan wajahnya ke belakang.


Axe menunduk dan mencium bibir Flo dengan terus menggerakkan pinggulnya.


Suara percintaan mereka memenuhi ruangan apartemen sampai terdengar suara Flo dan Axe yang mengerang bersama.


"Kenapa kau keluarkan di dalam, aku tidak mau hamil!" keluh Flo saat merasakan semburan hangat di dalam miliknya.


Mendengar itu, Axe jadi terdiam sejenak. Dia juga belum memikirkan tentang anak.


"Aku akan membeli pengaman setelah itu kita lanjut lagi, darling!"

__ADS_1


"Sudah terlambat!?"


__ADS_2