Jerat Mafia Hareudang

Jerat Mafia Hareudang
JMH BAB 30 - Kedai Ayam


__ADS_3

"Matt, kau memang bodoh!" keluh Flo saat panggilan dari Mattew sudah mati. Dia kembali melihat cincin pemberian Axe. "Kalau kau tahu, apa yang aku alami di sini, apa kau masih bisa berkata seperti itu?"


Flo yang lelah akhirnya tertidur juga setelah memikirkan hidupnya yang rumit.


Sementara Kenzo membaca berita dirinya dan Flo, sebenarnya dia bisa saja menghapus semua berita itu tapi kali ini lelaki itu membiarkannya.


"Beritanya tidak bohong, aku memang calon suaminya," gumam Kenzo yang menginginkan Flo jadi miliknya.


Sampai siang hari, Flo terbangun karena merasa badannya demam lagi. Gadis itu melenguh sambil mencari obatnya.


"Kenapa daya tahan tubuhku sangat lemah," keluh Flo sambil meminum obatnya.


Tak lama pintu kamarnya diketuk oleh Robin, Flo segera membukanya.


"Bu Bos sudah mendengar beritanya?" tanya Robin sambil memperlihatkan berita tentang Flo dan Kenzo.


Sebenarnya berita seperti itu bukan kali pertama, dia pernah diberitakan dengan lelaki yang berbeda di London. Tapi pada saat itu, Mattew langsung mengurusnya. Dan dia yakin kali ini juga begitu.

__ADS_1


"Sebentar lagi pasti beritanya hilang," ucap Flo dengan santai.


Dan benar saja beberapa jam kemudian, berita mengenai Flo itu tidak dapat diakses lagi karena Mattew yang ahli IT sudah menghapus semua jejaknya.


Sekarang yang dipikiran Flo justru Axe, apa lelaki itu juga mendengar beritanya?


"Apa kau memberitahu Axe?" tanya Flo sambil memakan ayam di kedai.


Robin mengangguk. "Bos sangat marah karena Bu Bos bersinggungan dengan Kenzo!"


"Bukankah Axe dan Kenzo adalah rekan. Kenapa Kenzo mengkhianati Axe?" tanya Flo yang jadi penasaran.


"Suatu hari, Kenzo berkhianat dengan meracuni bos Axe! Kenzo menendang bos Axe saat sekarat, beruntung ada beberapa anak buah yang setia. Jadi, kami menolong bos Axe dan bersembunyi di sini!"


Robin menjelaskan apa yang dia ketahui selama ini.


"Jadi tidak ada yang tahu kenapa Kenzo bisa berkhianat?" tanya Flo sambil mengingat Kenzo saat di pesta amal. "Tapi dia cukup dermawan untuk ukuran seorang mafia pemberontak!"

__ADS_1


"Memang rumit! Bos Axe juga selalu marah kalau membahas masalah Kenzo, mereka seperti saudara sebelumnya," jelas Robin lagi.


"Axe seperti ditusuk dari belakang pasti itu menyakitkan!" komentar Flo yang sekarang cukup tahu banyak tentang suaminya. "Kita harus membuat kedai ayam ini maju!"


Flo dan Robin mulai merenovasi kedai. Para pekerja yang dibayar juga membantu mereka. Flo akan mempromosikan kedai ayam di sosial media, dia juga membuat diskon besar-besaran.


"Awalnya memang kita akan seperti rugi karena kita akan menarik pelanggan dulu! Setelah kita punya nama, harga akan kembali normal," jelas Flo pada Robin.


Flo tidak ke mana-mana kecuali mengurus kedai ayam. Dan itu membuat Kenzo kelimpungan mencari Flo apalagi Gerald kini ikut tinggal di kedai. Gerald masih trauma dengan penculikan yang dia alami.


"Nona, sepertinya tuan Mattew akan menyusul kemari!" ucap Gerald yang menerima laporan dari Kevin, asisten dari Mattew.


"Aku sudah menduganya," sahut Flo. Dia tahu pasti Mattew cemburu akan berita yang tersebar sebelumnya.


Tiba-tiba Flo merasa pusing dan batuk-batuk.


"Uhuk-uhuk!" Flo menutup mulutnya dengan satu tangannya dan saat batuknya mereda, Flo mendapati cairan merah di telapak tangannya. "Darah?"

__ADS_1


Kalau dipikir-pikir, Flo juga sering mimisan akhir-akhir ini. "Aku pasti kelelahan!"


__ADS_2