
Saat Flo sampai di mansion, gadis itu bergegas turun dari mobil dan berlari menuju kamarnya.
Flo masuk ke kamar mandi dan mencari sesuatu di sana. Flo melempar semua barang-barangnya dan dia menemukan apa yang dia cari. Kamera tersembunyi.
Kamera itu sangat kecil yang diselipkan di antara tempat sabun miliknya. Dan itu adalah produk buatan dari perusahaan Mattew.
"Kau curang, Matt!" Flo membanting kamera itu dan menginjaknya sambil mengingat isi folder rahasia Mattew yang berupa ratusan video Flo saat mandi.
Keenan menyusul kakaknya karena khawatir, dia sudah mendengar semua dari Tessa.
"Kak, kita harus melaporkannya pada polisi!? Ini tindakan kriminal!" Keenan jadi emosi sendiri.
"Aku yakin itu adalah video salinan pasti Matt masih menyimpan file aslinya," sahut Flo yang masih tertunduk di kamar mandi.
Keenan mendekat dan mencoba membantu kakaknya berdiri.
"Kita cari solusinya bersama, bagaimana bisa Matt menaruh kamera itu!?" Keenan rasanya ingin menghajar Mattew sekarang juga.
__ADS_1
Tessa menyusul ke kamar Flo dan memberi laporan saat dia sudah mempelajari ratusan video Flo di laptop Mattew.
"Saya sudah memeriksanya, semua video diambil saat nona Flo baru pulang dari Perancis. Waktu itu bukankah tuan Mattew merawat Nona, mungkin kesempatan itu digunakan untuk menaruh kamera tersembunyi," jelas Tessa.
Mattew memang begitu baik dan tulus selama ini jadi Flo masih tidak percaya jika lelaki itu akan bertindak demikian. Dan semuanya berawal dari kedatangannya ke Perancis.
"Kee, kau pasti tahu apa yang terjadi padaku saat di Perancis, kenapa aku tidak mengingat semuanya," ucap Flo dengan derai air mata. Dia yakin semuanya bukan kebetulan, Flo merasa dipermainkan.
"Sebenarnya aku juga tidak tahu yang sebenarnya terjadi, waktu kau pulang dari Perancis, kau sakit dan dirawat di rumah sakit saat kembali ke London. Saat itu kau seperti orang gila yang terus berteriak setiap hari jadi kami semua sepakat untuk tidak membahas apapun tentang Perancis," jelas Keenan.
Akhirnya Flo memutuskan untuk mendatangi Mattew di rumah sakit. Dia akan menanyakan semuanya sendiri.
Flo mencoba setenang mungkin walaupun pikirannya kalut.
Saat sampai di rumah sakit, Kevin menyambut Flo yang datang. Lelaki itu menunjukkan ruangan di mana Mattew dirawat.
"Apa luka di kepalanya cukup parah?" tanya Flo.
__ADS_1
"Tidak Nona, hanya saja tuan Mattew butuh perawatan," jawab Kevin.
"Baguslah, setidaknya dia tidak amnesia, 'kan?" Flo berkata dengan membuka pintu ruangan Mattew.
Di dalam sana, Flo melihat kepala Mattew yang diperban. Flo memandang Mattew dengan dingin.
"Babe, akhirnya kau datang juga, kemarilah! Kita perlu bicara!" Mattew menepuk sisi ranjangnya supaya Flo mendekat.
"Aku tahu kau marah padaku tapi aku sudah mendapat balasan yang setimpal bukan?"
Flo mendekat tapi tetap berdiri dengan menyilangkan kedua tangannya di dada.
"Apa tujuanmu Matt? Kenapa kau bertindak seperti ini? Kenapa kau merekam begitu banyak videoku yang tanpa busana? Apa motivasimu? Dan tadi malam kau memberiku obat perangsang? Aku tidak mengerti!" cecar Flo yang tidak mau berbasa-basi.
Mattew terkesiap mendengarnya, dia pikir Flo hanya akan membahas kejadian semalam rupanya Flo sudah tahu apa yang dia sembunyikan.
"Kau mencuri laptop di mansionku Flo?" tanya Mattew balik.
__ADS_1