Jerat Mafia Hareudang

Jerat Mafia Hareudang
JMH BAB 55 - Kecurigaan


__ADS_3

Axe memantau perkembangan bisnis kedai ayamnya dari laporan yang dikirimkan Robin. Penjualan terus meningkat yang membuat Robin kewalahan.


"Kapan bos pulang? Sepertinya kita harus menambah karyawan? Dan jika memang seperti rencana, kita harus mencari mitra bisnis untuk bisa membuka franchise," ucap Robin melalui panggilan video.


Axe menghela nafasnya, memang benar kata Robin. Tapi bagaimana dengan Flo?


"Beri aku waktu sebentar lagi," sahut Axe kemudian.


Dia akan terus berjuang kalau memang Flo tetap memilih Mattew, dia tidak boleh mengganggunya lagi. Mungkin memang mereka tidak berjodoh. Dari awal Axe yang membawa Flo masuk ke dunianya.


Setelah panggilan dari Robin terputus, ponsel Axe kembali berdering. Nama Flo yang tertera di layar ponselnya yang membuat Axe dengan cepat menerima panggilan itu.


"Nona?" jawab Axe kesenangan.


"Bisakah jangan bersikap formal padaku, setelah apa yang kau lakukan padaku rasanya janggal jika kau bersikap formal," ucap Flo yang sudah kembali ke mansion keluarganya. Saat gadis itu akan tidur, dia kembali teringat Axe dan mencoba menghubungi lelaki itu.


Axe terkekeh kemudian berdehem. "Jadi aku boleh memanggil nama?"


"Begitu lebih baik!"


"Ada apa menghubungiku?"

__ADS_1


"Aku ingin mengingatkan jika besok kita ada jadwal pemotretan,"


"Aku tidak melupakannya, Flo!"


"Baguslah!"


Keduanya kemudian terdiam sampai Flo bertanya. "Kau pernah tidak bersama seseorang yang dekat denganmu tapi kau merasa orang itu asing?"


Flo sedang membicarakan hubungannya dengan Mattew.


"Memangnya ada apa? Kau merasa asing dengan calon suamimu?" cetus Axe yang membuat Flo gelagapan, bagaimana Axe bisa tahu apa yang ada di kepalanya.


"Lupakan pertanyaanku. Good night!" Flo ingin mematikan panggilannya tapi Axe menahannya.


Flo terdiam, entah kenapa dia merasa jika Axe tengah membicarakan hubungan mereka.


"Tapi aku merasa kau bukan orang asing bagiku. Aku merasa kita saling mengenal," ucap Flo sambil mematikan panggilannya.


Flo merasa semakin bingung, dia kemudian beranjak untuk mengambil laptopnya. Dia memeriksa laporan perusahaan sebelum dia dirawat di rumah sakit.


Flo merasa janggal karena sempat mengambil cuti tapi dia lupa karena apa. Akhirnya dia mencari tahu sendiri dan mendapati jika ada jadwal penerbangan ke Perancis beberapa bulan lalu.

__ADS_1


"Aku memang berencana ke sana tapi kenapa aku tidak ingat apapun," gumamnya.


Tunggu! Bukankah Axe berasal dari Perancis? Apa semua ini ada hubungannya? Apa Mattew dan keluarganya tahu? Kenapa mereka semua menyembunyikan sesuatu darinya?


Malam itu Flo begitu gelisah. Dia jadi tidak mempercayai siapa pun sekarang. Apalagi jika teringat folder rahasia yang ada di laptop Mattew.


"Aku harus tahu apa itu," ucap Flo yang akhirnya keluar dari kamarnya untuk menemui Keenan. Dia ingin meminta bantuan pada adiknya itu. Beruntung malam itu Keenan tidak kambuh gilanya.


Saat dia mengetuk kamar Keenan, lelaki itu baru saja selesai mandi.


"Kenapa kau mandi tengah malam begini?" tanya Flo jadi curiga. Jika berada di dekat Keenan, dia jadi berpikiran kotor.


"Tidak perlu aku jelaskan, ada apa?" tanya Keenan to the point.


Flo kemudian menceritakan masalah foto-foto dirinya yang disimpan oleh Mattew.


"Matt kan memang menyukaimu dari dulu jadi wajar kalau dia menyimpan foto-fotomu," komentar Keenan.


"Masalahnya foto-foto itu diambil secara diam-diam. Dan ada satu folder rahasia yang aku curigai, kau harus membantuku untuk mencari tahu apa itu," sambung Flo.


"Jadi, kau mau aku mencuri laptop itu? Matt itu CEO dari perusahaan IT, mansion nya pasti dilengkapi fitur canggih, aku rasa tidak akan mudah mencuri di sana," ucap Keenan mencoba berpikir realistis.

__ADS_1


"Kau bisa menggoda pelayan yang ada di mansion Matt, 'kan?"


"Kak, aku memang suka tidur dengan wanita tapi jangan menganggapku gampangan!"


__ADS_2