
Dari pada berdebat, Axe memilih berbicara berdua dengan Mattew. Dia akan mengatakan kebenaran pada lelaki itu.
Mattew dan Axe berbicara berdua di taman rumah sakit. Mereka sudah sepakat untuk berbicara dengan kepala dingin.
"Jadi, kau sudah tahu siapa aku?" tanya Mattew.
"Iya, Flo sering membicarakanmu. Aku tahu, kau adalah laki-laki yang akan bersikap bijak daripada mengedepankan emosi jadi..." Axe mulai bercerita siapa dirinya dan bagaimana dia bisa bertemu dengan Flo sampai menjalin hubungan seperti sekarang.
Mattew awalnya ingin menghajar Axe dengan tangannya sendiri tapi saat Axe bercerita mengenai fungsi pendamping, Mattew jadi mencemaskan keadaan Flo.
"Kau sangat lancang selain merebut wanitaku, kau juga mengorbankan dia demi ambisimu!" komentar Mattew sambil mengepalkan tangannya.
"Aku memikirkan cara untuk melepas Flo dari perjanjian itu jadi biarkan dia di sini untuk sementara! Aku sedang menunggu ghost hunter itu!" ucap Axe yang mencoba membujuk Mattew.
Mattew tampak berpikir, kalau dia nekat membawa Flo pergi, dia juga takut terjadi sesuatu pada gadis itu.
"Jika terjadi sesuatu dengan Flo, aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri!" ancam Mattew kemudian, dia sangat marah menerima kenyataan. "Dan jangan pernah menganggap Flo sebagai istrimu! Seorang suami tidak akan mengorbankan istrinya sendiri!"
Sementara Flo melihat interaksi kedua lelaki itu dari kejauhan.
__ADS_1
"Apa yang mereka bicarakan?" gumam Flo sambil memijit pelipisnya.
Dari arah belakang Flo tidak menyadari jika ada yang mendekat padanya.
"Aku mencarimu kemana-mana, rupanya kau ada di sini?"
Flo kaget setengah mati saat dia membalik badannya, matanya membulat sempurna. Satu masalah belum selesai, masalah baru datang lagi.
"Kenzo?" Flo memundurkan badannya tapi Kenzo langsung menangkap tangan gadis itu.
"Mau kemana? Kita harus bicara!" Kenzo menarik Flo supaya mendekat padanya.
"Aku tidak mau!" Flo menolak tapi Kenzo buru-buru membius gadis itu sampai pingsan.
"Flo adalah milikku!" ucap Kenzo sambil menggendong Flo untuk menjauh pergi.
...~°••°~...
Setelah selesai berbicara Axe dan Mattew kembali ingin menemui Flo. Mattew memutuskan untuk menunda kepulangannya dan menunggu Simon.
__ADS_1
"Di mana Flo?" tanya Mattew sambil mencoba menghubungi gadis itu. "Ck! Ponsel Flo tidak aktif!"
"Kita berpencar untuk mencarinya!" Axe jadi panik sendiri.
Axe berlarian di koridor rumah sakit dan berkeliling untuk mencari Flo.
Beberapa jam berlalu, Mattew dan Axe bertemu lagi, mereka sama-sama tidak menemukan Flo.
Tapi sedetik kemudian, Mattew mendapat pesan melalui ponsel Flo. Sebuah pesan gambar di mana ada foto Kenzo memeluk Flo yang tak sadarkan diri.
"Fu*ck!" umpat Axe yang ikut melihat foto itu.
"Melihat ekspresimu, kau pasti mengenalnya!" Mattew menatap tajam Axe, rasanya kesabarannya sudah habis.
"Dia adalah rivalku!" jawab Axe yang langsung mendapat bogem mentah dari Mattew.
"Kau membahayakan Flo!" Mattew kembali menghajar Axe yang membuat para pengunjung rumah sakit melerai kedua lelaki itu.
Tapi Mattew tidak mau dipisah, dia tetap menghajar Axe karena telah menyeret Flo dalam masalahnya.
__ADS_1
Dan Larry yang masih tersegel memanfaatkan hal itu untuk memanipulasi Axe.
"Ayo Axe, gunakan kekuatanmu! Buktikan kalau kau laki-laki kuat! Kau tak terkalahkan!" bisiknya.