
Di kantor Flo jadi tidak bisa berkonsentrasi karena masih memikirkan masalahnya dengan Axe.
Apa kali ini dia harus mengalah dan ikut suaminya saja?
Sepertinya Flo harus membicarakan masalah ini pada orang tuanya.
Jadi, setelah pulang kerja, perempuan itu mampir dan ingin bermalam di mansion utama keluarga Hoult.
Pada saat itu sudah masuk jam makan malam jadi Flo singgah untuk membeli makanan pencuci mulut.
"Ada nona Flo datang," ucap salah satu pelayan pada Silver.
"Benarkah?" Silver merasa terkejut karena putrinya tidak memberitahu apapun terlebih dahulu.
Jadi, perempuan itu akan memeriksanya sendiri.
Silver pikir kalau Flo akan datang bersama menantunya tapi ternyata Flo datang sendirian dan masih mengenakan setelan kantor.
"Kenapa tidak memberitahu mommy?" tegur Silver seraya menautkan pipi pada putrinya.
"Aku tidak sempat memegang ponsel," Flo memberi alasan seperti itu. Padahal memang ponselnya sengaja dimatikan.
"Kalau kau memberitahu terlebih dahulu, mommy bisa merasak makanan kesukaanmu," ucap Silver.
Bersamaan dengan itu, Keenan juga baru datang dan sedikit mendengar percakapan antara kakak bersama ibu kandungnya itu.
__ADS_1
"Mom..." Keenan langsung melakukan protesnya. "Kak Flo belum sebulan pindah rumah, tapi kenapa mommy memperlakukannya seperti tidak bertemu bertahun-tahun lamanya!"
Bukan hanya Silver yang bersikap seperti itu tapi Grey yang menyambut kedatangan Flo juga memeluk putri kesayangannya seperti tidak rela kalau Flo sudah menjadi seorang istri.
"Daddy..." Flo merasa malu karena harus dipeluk seperti anak kecil.
"Di mata daddy, Flo akan selalu menjadi putri kecilku," ucap Grey.
Lagi-lagi Keenan merasa menjadi seperti anak tiri di sana.
"Well, well, well, semua sudah jelas," kesal Keenan yang diabaikan.
*
*
Jam terus berlalu dan sudah lewat jam makan malam, Flo tidak kunjung pulang.
Perut Axe sudah berbunyi sedari tadi, dia menahan lapar supaya bisa makan bersama istrinya tapi Flo justru tidak ada kabar.
"Adik ipar," Axe langsung teringat Keenan dan mencoba menghubungi lelaki itu.
Beruntung Keenan mau menerima panggilannya walaupun dengan gayanya yang menyebalkan.
"Ini siapa?" jawab Keenan.
__ADS_1
"Aku sedang tidak mau bercanda," ucap Axe yang tidak meladeni Keenan hari ini.
"Apa kau tahu di mana istriku?"
"Istrimu? Apa aku seperti orang yang suka menyembunyikan istri orang?" balas Keenan lagi.
Axe mencoba mengatur nafasnya supaya tidak emosi, dia harus bisa mengambil hati adik iparnya itu.
"Kau memang bukan tipe laki-laki penyembunyi istri orang, kau adalah laki-laki sejati yang bisa meniduri banyak wanita," ucap Axe mencoba memuji Keenan.
Namun, Keenan sepertinya tidak suka dengan pujian itu.
"Terdengar seperti kau mengatakan kalau aku laki-laki gampangan," Keenan tampak terima.
"Come on, Kee. Di mana Flo?" Axe sudah tidak tahan lagi.
"Apa kalian sedang bertengkar?" tanya Keenan pada akhirnya.
"Kak Flo sepertinya akan menginap malam ini!"
"Apa?" Axe tidak percaya kalau Flo akan menginap di kediaman mertuanya.
Kalau Axe datang menjemput pasti dia akan mendapatkan tatapan tajam dan interogasi dari Grey.
Lelaki itu mondar-mandir memikirkan cara supaya bisa membawa Flo pulang tanpa melewati mertuanya.
__ADS_1
Insting mafianya langsung bekerja, Axe memikirkan satu ide untuk membawa istrinya kembali.
"Aku akan menculik Flo," gumamnya.