Jerat Mafia Hareudang

Jerat Mafia Hareudang
S2 - Tidak Peduli


__ADS_3

Anna tidak sadar jika ada Keenan di supermarket yang dia kunjungi. Dia fokus memilih barang-barang pribadinya.


"Ayo kita pergi saja, aku pasti di cap laki-laki gampangan jika pelayan itu melihatku," ucap Keenan yang masih di tempat persembunyiannya.


Tentu saja Tessa mendengus kasar mendengar hal itu.


"Bukankah memang gampangan?" batin Tessa.


Pasti ujung-ujungnya tidak jadi memasak dan membuang waktu mereka untuk pergi ke kantor.


"Lebih baik kita cepat kembali, Bos!" Tessa menarik dasi yang dipakai Keenan sampai membuat lelaki itu berdiri.


"Astaga, aku ini bosmu, Tessa!" Keenan melakukan protes.


Namun, Tessa tidak peduli. Perempuan itu tetap menarik Keenan dengan menarik dasi yang dikenakan lelaki itu.


Sementara Anna sendiri sudah sampai di rak pembalut dan mengambil beberapa untuk stok.


Anna jadi teringat malam panasnya bersama Mattew, mereka tidak menggunakan pengaman sama sekali.


"Tidak, tidak, tidak," Anna berusaha menghilangkan pikiran negatif yang ada di kepalanya.


*


*

__ADS_1


Mattew merasa kesal karena saat terbangun, Anna lagi-lagi sudah tidak ada.


Dan yang tambah membuatnya kesal, sepertinya Anna mengambil jatah liburnya hari ini.


"Apa yang sebenarnya perempuan itu pikirkan?" gumam Mattew.


Lelaki itu pun mencoba menghubungi Kevin untuk mencari tahu di mana Anna berada.


Kevin tidak habis pikir kenapa Mattew jadi peduli pada pelayan itu.


"Pasti ada sesuatu diantara mereka?" gumam Kevin. Dia harus mencari tahu atau akan terjadi hal yang tidak diinginkan.


Namun, sekarang asisten Mattew itu mencari Anna.


Setelah diselidiki, ternyata Anna tengah berada di sebuah kafe.


Kalau saat bekerja, waktu luang lebih baik dia gunakan untuk istirahat.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tegur Kevin seraya duduk di depan Anna.


Anna merasa terganggu akan kedatangan Kevin, mereka jarang berbicara berdua tapi tiba-tiba saja lelaki itu muncul pasti ada hubungannya dengan Mattew.


"Aku hari ini libur jadi aku akan menggunakan waktu sebaik mungkin," ucap Anna setengah mengusir.


"Tapi, tuan Mattew mencarimu," Kevin mengutarakan niatnya mencari perempuan itu.

__ADS_1


Anna tidak mau menanggapi, pokoknya dia ingin bersantai saja.


"Oh iya, tiga bulan lagi kontrak kerjamu habis. Apa yang akan kau lakukan?" tanya Kevin penasaran.


"Bertahan hidup, yang jelas aku akan pergi jauh," Anna menjawabnya dengan ketus.


"Jadi, kau tidak mau memperpanjang kontrak lagi?" Kevin masih ingin bertanya walaupun perempuan tidak minat bicara padanya.


"Hal itu tidak akan pernah aku lakukan, aku lebih memilih kelaparan di pinggir jalan," jawab Anna secara gamblang.


Kevin semakin yakin kalau memang ada sesuatu di antara majikan dan pelayan itu.


Karena Anna yang keras kepala tidak mau menemui Mattew di hari liburnya, Kevin melaporkan itu pada Mattew.


"Apa-apaan dia?" Mattew semakin emosi. Dia langsung mengambil coatnya dan pergi untuk menyusul Kevin di kafe.


Di sana Kevin jadi ikut-ikutan menonton film bersama Anna.


Keduanya tampak akrab dan hal itu membuat Mattew semakin tidak suka.


"Dia memang seperti ini, menempel pada laki-laki manapun sesuka hatinya," gumam Mattew seraya berjalan mendekati meja mereka.


Kevin yang melihat tuannya datang langsung berdiri dari tempat duduknya.


"Tuan datang kemari?" sapa Kevin.

__ADS_1


Bukannya merespon, mata Mattew tertuju pada Anna yang tampak tidak peduli atas kedatangannya.


__ADS_2