Jerat Mafia Hareudang

Jerat Mafia Hareudang
JMH BAB 47 - Sampai Kapan pun


__ADS_3

Flo memandangi kertas yang ditinggalkan Axe di meja. Dia ingin membuangnya dan mengabaikan Axe tapi kenapa hati kecilnya justru ingin mengambil kertas itu.


"Aku pasti sudah gila!" gumam Flo pada dirinya sendiri.


Flo memasukkan kertas itu ke dalam tasnya kemudian Flo bersiap pergi ke perusahaan Mattew untuk makan siang bersama.


Sudah ada supir suruhan Mattew yang menjemput Flo, mereka memang sering menghabiskan waktu makan siang bersama. Flo berharap akan cepat jatuh cinta pada Mattew tapi nyatanya perasaan itu tidak muncul juga.


Saat sampai di perusahaan Mattew pun, Flo langsung naik ke lantai CEO menggunakan lift pribadi. Semua sudah tahu siapa Flo jadi semua bawahan Mattew bersikap hormat pada gadis itu.


"Selamat datang, Nona. Tuan Mattew sudah menunggu," ucap sekretaris Mattew.


Flo mengangguk dan langsung masuk ke ruangan Mattew, di dalam sana Mattew masih berkutat dengan setumpuk laporan yang harus dia periksa.

__ADS_1


"Babe, kau sudah datang!" ucap Mattew saat melihat Flo menyembul masuk. Dia menepuk pahanya sebagai kode supaya Flo duduk di pangkuannya.


Flo mendekati meja Mattew dan duduk persis di paha calon suaminya.


"Hari ini ingin makan apa? Kevin sedang membelikan makanan untuk kita, aku memesan makanan Jepang jika kau ingin yang lain, aku bisa menghubungi Kevin," ucap Mattew sambil membelai rambut Flo.


Dia bersyukur akhirnya Flo melewati masa kritisnya, dia merahasiakan tentang Axe dari semua orang supaya Flo tidak bingung. Mattew tidak sabar menikah dengan gadis itu supaya Flo jadi miliknya seutuhnya. Tidak ada yang boleh mengganggu hubungan mereka lagi.


"Selesai makan siang kita bisa pergi ke gedung pernikahan dan juga ke butik untuk fitting baju," tambah Mattew yang sudah mempersiapkan semua untuk acara pernikahan mereka.


"Jadi waktunya sudah dekat?" tanya Flo yang sebenarnya belum siap tapi dia berusaha tidak membuat Mattew kecewa. "Aku akan launching produk parfum baruku, kemungkinan aku akan sedikit sibuk jadi..."


"Lakukan apapun yang kau mau, Babe. Kau bisa memperkenalkan produk parfum mu saat pernikahan kita, aku akan membelinya sebagai souvenir. Kau tahu sendiri kan, aku mengundang orang-orang penting!" potong Mattew yang tidak mau membatasi aktivitas Flo, dia ingin istrinya menjadi wanita paling bahagia di dunia.

__ADS_1


Flo tidak berkata-kata lagi, Mattew memang sosok lelaki sempurna. Tapi kenapa hati Flo justru sulit membalas cinta Mattew.


"Aku akan menunggu, selesaikan pekerjaanmu dahulu!" ucap Flo kemudian.


Flo turun dari pangkuan Mattew dan duduk di sofa ruangan calon suaminya. Flo tersenyum kecil karena melihat ada beberapa fotonya di ruangan Mattew.


"Saat kita sudah menikah nanti, ruangan ini pasti akan penuh dengan foto pernikahan kita, Babe." Mattew selalu saja bisa membaca pikiran Flo.


Di sisi lain, Axe mondar-mandir di sebuah apartemen yang dia sewa. Axe tidak bisa mengendalikan dirinya, rasa rindu yang membuncah membuatnya ingin menerjang Flo tapi dia harus menahan diri karena takut Flo justru jadi illfeel padanya.


"Sabar Axe, Flo pasti menghubungimu jika sudah begitu, kau harus tebar pesona sampai membuat istrimu jatuh cinta padamu." Axe bermonolog pada dirinya sendiri.


Well, Axe masih menganggap Flo tetap menjadi istrinya sampai kapan pun. Baginya sekali istri tetap istri.

__ADS_1


__ADS_2