Jerat Mafia Hareudang

Jerat Mafia Hareudang
JMH BAB 57 - Hanya Berdua


__ADS_3

Axe langsung menyalakan shower di kamar mandi yang membuat Flo basah. Gadis itu mencoba menjauh tapi Axe menahannya.


"Sebentar saja!" pinta Axe dengan sendu.


Flo terpaku sejenak, mungkin karena dia dikuasai minuman beralkohol pikirannya jadi kacau. Flo membelai wajah Axe, kenapa dia sangat merindukan lelaki itu?


"Maafkan aku, Flo!" tiba-tiba Axe memeluknya. Lelaki itu menyesali apa yang telah terjadi diantara mereka berdua. "Kalau aku bisa memutar waktu, aku ingin mengenalmu dengan cara yang benar. Bahkan saat ada kesempatan kedua seperti ini, aku masih suka memaksamu!"


Flo tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Axe tapi gadis itu membalas pelukan Axe yang membuat Axe mengeratkan pelukannya.


Keduanya berpelukan di bawah pancuran shower, Flo dan Axe jadi basah kuyup.


Saat Axe merenggangkan pelukannya, dia mencium bibir Flo dengan lembut. Axe merapatkan tubuh Flo ke dinding kamar mandi dengan tangan yang tidak bisa diam.


"Aku akan memandikanmu, darling," bisik Axe dengan melepas seluruh pakaian Flo.


Flo yang merasa ini adalah khayalannya tidak melakukan protes. Seluruh tubuhnya dijamah oleh Axe tapi lelaki itu benar-benar hanya memandikannya saja.


Setelah selesai mandi, Axe menggendong Flo untuk berbaring di atas ranjangnya. Axe menggosok rambut basah Flo sampai gadis itu tertidur, mungkin karena efek alkohol yang membuat Flo jadi seperti itu.

__ADS_1


"Untung aku bisa menahan diri," gumam Axe sambil mengacak rambutnya.


Bersamaan dengan itu, ponsel Flo berdering, ada panggilan dari Mattew.


Axe mengabaikan saja, sepertinya dia harus menyiapkan diri, cepat atau lambat Mattew pasti akan tahu jika dia menyusul Flo ke London.


...~°••°~...


Flo membuka mata dan merasa pusing, dia pikir dia berada di kamarnya tapi Flo merasa ada di tempat asing. Bahkan tempat itu sangat berantakan.


Saat dia menoleh ke samping, Flo terkejut setengah mati karena melihat Axe yang tertidur, dia ingin berteriak tapi buru-buru Flo membungkam mulutnya dengan tangannya sendiri.


Dengan cepat Flo mencari ponselnya, dia ingin menghubungi Silver tapi rupanya Axe sudah mengirim pesan kalau Flo tidak akan pulang.


"Syukurlah!" gumam Flo sambil beranjak turun dari ranjang tapi lagi-lagi dia terkejut karena hanya menggunakan kaos kebesaran milik Axe. Bahkan di dalamnya dia tidak memakai apa-apa.


"Oh God!" Flo langsung teringat kejadian di kamar mandi. "Jadi itu nyata?"


Flo mengacak rambutnya, dia meraba daerah sensitifnya memastikan jika dia tidak melakukan hubungan intim. Sepertinya aman, ternyata Axe tidak secabul itu padanya.

__ADS_1


"Kau sudah bangun, darling? Maaf aku ketiduran," ucap Axe yang terbangun tiba-tiba.


Axe segera beranjak ke dapur dan memanasi makanan yang di pesannya di microwave.


"Kau melewatkan makan malam jadi makanlah dahulu, aku tidak mau kau sakit!" Axe memberikan makanan yang sudah dipanasi pada Flo.


"Aku ingin pulang," sahut Flo yang merasa canggung dengan apa yang telah terjadi.


"Bajumu belum kering, besok pagi aku akan mengantarmu pulang!" Axe mencoba menyuapi Flo tapi gadis itu menolak.


"Aku bisa sendiri," ucap Flo sambil merebut sendok dari tangan Axe.


Flo yang lapar makan begitu saja, dia akan membicarakan masalah mereka setelah makan saja.


Selesai makan, Flo berdiri dan menatap kota dari balkon apartemen itu. Dan Axe yang menyusul memeluknya dari belakang.


"Jangan begini!" tolak Flo ingin menjauhkan diri.


"Kenapa?" Axe dengan nakal meremas kedua buah dada Flo.

__ADS_1


"Akh!"


__ADS_2