Jerat Mafia Hareudang

Jerat Mafia Hareudang
S2 - Menculik Istri


__ADS_3

Setelah makan malam, Flo ingin berbicara empat mata dengan orang tuanya. Dia ingin mendengar dari sudut pandang lain, apa memang dia terlalu egois karena masih berat meninggalkan pekerjaannya.


Untuk urusan pekerjaan dan rumah tangga putrinya, Grey dan Silver tidak mau terlalu ikut campur.


Jadi, semua keputusan ada pada Flo dan Axe sendiri.


"Ternyata begini rasanya menikah," gumam Flo seraya membanting dirinya di atas ranjang.


Padahal dia sudah merasakan ranjang itu dari kecil tapi rasanya berbeda ketika Flo sudah menikah.


Tempat pulang seorang perempuan ketika sudah menikah memang suaminya.


"Axe sedang apa sekarang? Apa dia sudah makan?" Flo jadi memikirkan lelaki yang sudah menjadi suaminya itu.


Seharusnya dia tidak pergi tanpa kabar begini, Axe pasti menunggunya pulang.


Ketika Flo ingin menghubungi suaminya, terdengar alarm kebakaran berbunyi.


Tak lama suara teriakan dari pelayan terdengar.


"Flo! Cepat keluar!"

__ADS_1


Suara Grey yang memanggil putrinya terdengar keras di sana.


"Kenapa hanya kak Flo? Kenapa aku harus keluar dari kamar sendiri?" Keenan melakukan protesnya.


"Dasar anak begundal, sempat-sempatnya kau mempermasalahkan hal seperti ini di waktu yang tidak tepat. Ayo bantu daddy cari sumber apinya!" Grey tidak mau membuang waktu atau api akan semakin besar dan membakar seluruh mansion.


Flo bergegas keluar dari kamarnya, keadaan di luar sudah kacau balau.


Tiba-tiba saja mulut Flo dibekap dari belakang oleh seseorang.


"Jangan berteriak dan melawan, darling," bisik orang itu.


Flo sangat mengenal suara dan aroma tubuh orang yang saat ini membekapnya.


"Selagi orang-orang sibuk, aku akan membawamu pergi," ucap Axe seraya mengangkat tubuh istrinya ke pundaknya.


Sebelumnya, Axe berusaha keras menyusup ke mansion mertuanya dan memicu alarm kebakaran berbunyi supaya dia bisa membawa pergi istrinya tanpa drama.


"Axe, apa yang kau lakukan?" protes Flo yang kepalanya terbalik ke bawah sekarang. Dia sungguh pusing apalagi Axe membawanya berlari.


"Sebentar lagi kita sampai," Axe sudah melihat pintu yang dia rusak sebelumnya untuk bisa masuk.

__ADS_1


Lelaki itu membawa istrinya keluar dan memasukkannya dalam mobil. Dia segera menyalakan mobilnya pergi sebelum mertuanya sadar kalau alarm yang berbunyi adalah alarm kebakaran palsu.


Flo masih tidak bisa protes karena memegangi kepalanya yang pusing.


Tapi, dia langsung paham kalau Axe ingin membawanya pergi dengan tindakan di luar logika seperti ini.


"Kau membuat masalah baru, Axe," ucap Flo ketika sudah stabil.


"Justru aku menghindari masalah, darling. Aku tidak mau disalahkan daddy mertua," balas Axe dengan yakin.


Sepertinya Axe salah paham, lelaki itu mengira jika Grey akan marah padanya karena Flo yang menginap.


"Aduh!" Flo semakin memegangi kepalanya karena merasa semakin pusing dan bingung, bagaimana menjelaskan pada Axe.


"Daddy ku memang awalnya menentang hubungan kita tapi setelah kita menikah, daddy menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya padamu jadi tidak ada ikut campur lagi," jelas Flo pada akhirnya.


Axe yang menyetir melirik ke arah Flo sejenak.


"Jadi, daddy mertua tidak marah padaku?" tanya Axe kemudian.


"Kalau sekarang pasti akan marah besar," balas Flo tidak habis pikir lagi.

__ADS_1


Axe semakin menambah kecepatan dan membuka maps di mobil itu.


"Kalau begitu, kita pergi sejauh mungkin," ucap Axe yang ingin menghindari amukan Grey.


__ADS_2