Jerat Mafia Hareudang

Jerat Mafia Hareudang
JMH BAB 68 - Nekat


__ADS_3

Ingatan demi ingatan Flo mulai kembali, gadis itu memegang kepalanya karena kepalanya sakit sekali. Semua ingatan itu seperti film yang diputar secara cepat.


"Flo, kau tidak apa-apa?" tanya Blue yang menghentikan aksinya karena cemas dengan keadaan Flo. Saat ini gadis itu sangat terguncang jadi Blue takut akan membuat keadaan Flo semakin parah.


"Ay..." panggil Naku, dia menyusul istrinya karena khawatir Blue melakukan kesalahan. "Kau tidak apa-apa, 'kan?"


Naku justru mencemaskan keadaan Blue karena dia sudah mengeluarkan banyak tenaga.


"Aku tidak apa-apa, Ayang. Tapi Flo..." Blue menunjuk Flo yang masih memegangi kepalanya.


"Flo pasti butuh waktu untuk mencerna semuanya jadi biar Grey atau Silver yang mengurusnya," ucap Naku mengajak istrinya keluar dari kamar Flo.


Selang satu jam berlalu Grey membawa beberapa makanan ke kamar putrinya, dia ingin melihat keadaan Flo yang masih bersender di ujung ranjang.


"Daddy membuat slice potato pasti kau menyukainya," ucap Grey yang duduk di sisi ranjang. "Makanlah, kenapa kau menyiksa dirimu sendiri?"


Flo melihat sang daddy dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"Dad, aku sudah mempunyai suami," ucapnya.


"A--apa?" Grey kaget mendengar Flo berbicara seperti itu. "Bagaimana bisa? Apa karena itu Mattew mengancammu?"


Flo mengangguk. "Sekarang aku yakin karena itu, Daddy jangan marah pada suamiku, okay."


Grey menghela nafasnya, tentu saja dia marah tapi dia juga ingin mendengar semua ceritanya.


"Ceritakan pada daddy tanpa dikurangi sedikitpun!"


Akhirnya Flo menceritakan semuanya pada Grey apa yang sebenarnya terjadi, walaupun Axe memang salah tapi lelaki itu juga berusaha menyelamatkan jiwanya.


"Aku sudah mengusirnya, aku tidak tahu dia ada di mana," ucap Flo sambil meneteskan air matanya.


"Hah! Anak-anak jaman sekarang!" Grey memeluk Flo supaya putrinya tenang. "Sekarang pulihkan dirimu dan kita cari solusinya bersama. Yang jelas daddy tidak akan menganggapnya menantu jika daddy belum bertemu langsung dan menghajarnya!"


"Daddy pasti kalah, dia itu mafia!" ucap Flo mencoba mencairkan suasana.

__ADS_1


"Mafia yang bersekutu dengan iblis?" Grey menggelengkan kepalanya tidak percaya jika Flo akan bersinggungan dengan mafia. "Jika Opa-mu tahu pasti dia akan sangat marah, dia sangat membenci mafia!"


"Tapi dia sudah meninggalkan dunia mafia demi aku, Dad. Jadi aku mohon restui kami," pinta Flo.


"Aku ingin lihat keseriusannya seperti apa," ucap Grey yang tidak akan luluh semudah itu.


Flo tidak bisa berkata-kata lagi, dia sekarang sangat merindukan Axe. Pertemuan terakhirnya, Flo begitu marah dan mengeluarkan kalimat yang berseberangan dengan hatinya.


"Aku membutuhkanmu, Axe," lirihnya.


Selesai makan, Flo berniat menghirup udara di balkon kamarnya. Dia berdiri dan merenung dengan kepalanya yang mengadah langit.


Tapi atensinya tiba-tiba beralih pada semak-semak di taman yang terus bergerak. Kebetulan kamar Flo memang berhadapan dengan taman.


"Apa itu?" batin Flo yang buru-buru ingin masuk ke kamarnya lagi. Dia takut jika yang ada di semak-semak adalah ular atau hewan berbahaya lainnya.


Flo membalik badannya, dia ingin menutup pintu balkon dan menguncinya tapi saat itu dia merasa ada seseorang yang muncul dari pagar balkon dan naik ke kamarnya.

__ADS_1


"Axe!" seru Flo yang sadar jika seseorang itu adalah suaminya.


__ADS_2