Jerat Mafia Hareudang

Jerat Mafia Hareudang
JMH BAB 49 - Kehangatan


__ADS_3

Flo mencoba menghubungi Keenan tapi yang menerima panggilan darinya adalah Tessa, asisten pribadi Keenan.


"Di mana playboy itu?" tanya Flo kesal.


"Kami sedang berada di hotel, nona," sahut Tessa yang membuat Flo memutar bola matanya malas.


"Kau setia sekali pada playboy mesum itu!" Flo semakin kesal karena Keenan tidak bisa diandalkan.


Flo memilih menjauh dari mansion Mattew sebelum calon suaminya itu tahu dan memintanya menginap atau mengantarnya pulang. Flo ingin sendiri dulu.


"Sepertinya aku harus memesan taksi online saja," gumam Flo mencoba membuka salah satu aplikasi taksi online tapi sedetik kemudian ponselnya mati karena kehabisan baterai.


"Ck! Bagaimana caranya aku pulang, mulai besok aku harus membawa mobil sendiri," decak Flo sebal.


Gadis itu berjalan kaki dan mencari kedai atau kafe supaya dia bisa mengisi baterai ponselnya kembali.


Kebetulan tak jauh dari mansion Mattew ada sebuah kafe kecil yang membuat Flo singgah di sana.


Flo memesan segelas kopi sambil mengisi baterai ponselnya.


Saat itu suasana kafe begitu tenang karena para pengunjung sedang menikmati lagu yang dibawakan oleh pelayan wanita yang mencoba menghibur pengunjung.

__ADS_1


Flo menikmati kesendiriannya sampai ada lelaki yang mendekati mejanya. Seperti biasa, ada yang mengajaknya berkenalan tapi Flo enggan menanggapi.


"Aku sudah menikah!" ketus Flo yang merasa terganggu.


"Oh iya? Di mana cincin pernikahanmu?" tanya lelaki itu.


Flo mencari cincin pemberian Mattew yang biasanya dia bawa dalam tasnya tapi sialnya hari ini sepertinya Flo lupa membawanya.


"Aku suaminya!"


Tiba-tiba suara itu terdengar yang membuat lelaki itu mencoba menantang pemilik suara.


"Kau pikir, aku percaya! Kau pasti juga ingin mendekati dan tidur dengan wanita ini!" sindirnya.


Karena tidak mau membuat gaduh, Flo berdiri dan merangkul lengan Axe.


"Dia memang suamiku!" ucap Flo kemudian.


Axe tersenyum smirk, dia menggunakan kesempatan itu sebaik mungkin. Axe meraih dagu Flo kemudian melumaat bibir Flo di hadapan lelaki yang mencoba mendekati gadis itu.


Lelaki itu jadi malu sendiri melihat adegan ciuman itu yang mana membuatnya pergi menjauh.

__ADS_1


"Hmmp!" Flo mendorong dada Axe supaya melepas ciumannya. Dia ingin marah tapi nanti lelaki yang mencoba mendekatinya pasti akan datang lagi jadi Flo memilih pergi saja.


Flo mengambil ponselnya yang baru terisi beberapa persen kemudian keluar meninggalkan kafe.


Sepertinya dia harus kembali ke mansion Mattew karena di sana lebih aman.


"Tunggu, Nona!" teriak Axe yang menyusul Flo keluar kafe. "Begitukah caramu saat dibantu seseorang?"


"Dibantu? Yang aku lihat, kau mencuri kesempatan!" kesal Flo yang mempercepat langkahnya.


Tapi tak lama tiba-tiba hujan turun dengan deras yang membuat Axe menarik tangan Flo untuk masuk ke dalam mobilnya. Mobil yang dia sewa selama berada di London.


"Ck! Hari ini aku bernasib sial!" decak Flo yang bajunya basah.


Axe yang sebelumnya melacak keberadaan Flo dengan cepat menyusul gadis itu. Saat dia masuk ke dalam kafe, dia justru mendapati Flo yang diganggu seorang lelaki.


"Ini bukan kesialan tapi keberuntungan, Nona," sahut Axe yang merasa de javu karena kata-kata itu yang Flo ucapkan saat pertama kali bertemu dengannya dulu di hutan.


"Ponselku kehabisan baterai kemudian aku diganggu pria aneh parahnya aku dicium orang asing dan sekarang basah karena kehujanan, beruntung dari mananya?" gerutu Flo.


Tiba-tiba tubuh Flo dipeluk oleh Axe begitu saja.

__ADS_1


"Aku akan menghangatkanmu, Nona. Kebetulan badanku besar jadi lumayan untuk menghangatkan diri!" ucap Axe kemudian.


__ADS_2