Jerat Mafia Hareudang

Jerat Mafia Hareudang
JMH BAB 51 - Pemaksa


__ADS_3

Keesokan paginya, Flo merasa tubuhnya demam karena kehujanan semalam. Bahkan dia langsung terkena flu.


"Hachim! Hachim!" Flo terus bersin, gadis itu segera meminum obat penurun demam karena hari ini dia harus tetap ke kantor.


Tak lama Flo turun dari ranjangnya dan bersiap untuk pergi ke kantor setelah merasa demamnya turun.


"Aku ingin makanan yang lembek, Mom," ucap Flo saat turun ke lantai bawah, dia langsung menuju dapur mendatangi Silver.


"Kenapa? Apa badanmu sakit?" tanya Silver cemas.


"Hanya demam biasa," sahut Flo sambil membuka kulkas, dia mengambil susu dan meminumnya. "Di mana Keenan? Apa semalam dia tidak pulang?"


"Keenan masih berada di kamarnya, coba bangunkan adikmu, mommy akan membuatkanmu bubur!" Silver segera mempersiapkan bahan membuat bubur dibantu pelayan tentunya.


Sementara Flo dengan langkah cepat menuju kamar Keenan dan benar saja lelaki beda tiga tahun dengan Flo itu masih tertidur.


"Kee... bangun!" Flo memukul Keenan dengan bantal.


"Argh! Kau pengganggu!" gerutu Keenan saat terbangun, dia hanya tertidur beberapa jam karena harus mengendap-ngendap pulang saat dini hari tadi.


"Kapan kau akan berubah, hah!? Kau pikir aku tidak tahu, apa yang kau lakukan. Lihat saja, aku akan mengadu pada daddy biar jabatanmu turun atau kau keluar saja dari perusahaan!" ancam Flo yang membuat Keenan langsung mendudukkan diri.

__ADS_1


"Jangan campuri urusanku, Kak! Aku hanya ingin menikmati masa mudaku, nanti juga sadar-sadar sendiri kalau aku bosan," sahut Keenan dengan santai.


Flo hanya bisa geleng kepala sambil ikut duduk di samping Keenan. "Setidaknya serius lah pada satu orang wanita saja, Kee!"


"Aku belum menemukan wanita yang tepat, semua wanita yang ada di dekatku, mendekatiku hanya untuk uang jadi aku berikan saja uangnya dengan balasan tubuh!" ucap Keenan yang lagi-lagi terdengar seperti playboy kelas kakap.


"Kau harus lebih baik dariku!" tuntut Flo.


"Kau membicarakan dirimu sendiri ya? Kenapa tidak jujur saja pada Matt?"


"Aku sudah menolaknya beberapa kali tapi dia..."


"Dia tergila-gila padamu, Kak! Rasanya sangat janggal bukan padahal dia bisa mendapatkan wanita seperti apapun jika dia mau!"


"Jangan!" seru Keenan kemudian. Dia jadi panik kalau terjadi sesuatu pada kakaknya lagi. "Jauhkan pikiran itu!"


"Biasanya kau mendukung hal yang melanggar seperti itu dan membantuku tapi kenapa..."


"Pokoknya jangan, Kak!"


"Ish, cepatlah mandi sana!"

__ADS_1


Flo yang kesal akhirnya keluar dari kamar Keenan, dia berpikir memang ada sesuatu yang disembunyikan darinya.


"Aku harus menyelidikinya!" gumam Flo.


Saat itu dia berpapasan dengan Grey yang akan turun ke lantai bawah.


"Morning, Dad!" Flo memeluk sang daddy begitu saja.


"Badanmu hangat, apa kau sakit?" tanya Grey jadi cemas.


"Hanya sedikit flu, ayo kita ke meja makan pasti mommy menunggu!"


"Biar supir yang mengantarmu nanti ke kantor,"


"Aku berencana membawa mobil sendiri, Dad! Tenang saja, aku tidak apa-apa!"


Kedua ayah dan anak itu terus berbicara sampai mereka berada di meja makan. Flo memakan semangkuk bubur untuk sarapan kemudian sesuai perkataannya dia membawa mobil sendiri untuk ke kantor.


Saat sampai di kantor, Flo membulatkan mata karena melihat Axe yang sudah berada di lobby.


"Selamat datang, Nona," ucap Axe mendekati Flo dengan percaya diri.

__ADS_1


"Aku kan belum menghubungimu, kenapa kau ada di sini?" tanya Flo tak habis pikir.


"Kelamaan Nona, langsung terima saja!" Axe terus memaksa.


__ADS_2