
Di sisi lain, Keenan tengah bercumbu dengan Anna di pintu belakang mansion Mattew. Setelah berhasil menggoda Anna, Keenan mengajak gadis itu untuk pergi ke mansion Mattew, dia beralasan ingin bertemu dengan calon kakak iparnya itu.
Sambil menunggu Mattew datang, dia ingin berdua dengan Anna, untuk itu Anna memilih pintu belakang supaya tidak ada yang melihat mereka.
"Rasamu sangat manis, aku ingin melakukan lebih dari pada sekedar ciuman tapi aku rasa ada cctv di mana-mana," ucap Keenan sambil mengusap-usap bokong Anna.
"Ruang kontrol cctv ada di ruang kerja tuan Mattew jadi..."
"Tunjukkan di mana ruangannya, aku akan mematikan seluruh cctv!"
"Kuncinya ada pada kepala pelayan!"
Keenan meraih rambut Anna kemudian menciumnya. "Maka ambillah, aku ingin menghabiskan malam ini berdua denganmu!"
"Tapi..." Anna meragu tapi karena sudah terbuai dengan bujuk rayu Keenan, dia nekat mencuri kunci dari kepala pelayan.
Keenan menunggu sambil menggerutu dalam hatinya. Ini untuk pertama dan terakhir kalinya dia akan menggoda pelayan.
Selang beberapa menit kemudian Anna kembali dengan membawa kunci yang dia curi, beruntung kunci-kunci ada tandanya jadi Keenan akan mudah mencari kunci yang tepat.
__ADS_1
"Kau tunggulah di sini biar aku yang masuk!" pinta Keenan yang akan mengendap-ngendap masuk ke mansion Mattew.
Dia pernah ke mansion itu satu atau dua kali jadi Keenan lupa-lupa ingat ruangan kerja Mattew tapi akhirnya dia menemukan juga ruangan itu.
Keenan membuka pintu dan segera mematikan cctv dahulu serta menghapus file rekaman hari itu. Kemudian dia mencari laptop pribadi Mattew, ada beberapa komputer dan laptop di ruang kerja itu jadi Keenan bingung mau mengambil yang mana.
"Yang mana?" gumamnya. Dia mencoba menghubungi Tessa untuk bertanya. "Aku bingung laptop yng mana!"
"Menurut nona Flo laptopnya berwarna hitam dengan stiker tengkorak bos," ucap Tessa mencoba membantu Keenan.
"Kau selalu bisa diandalkan Tessa!" Keenan kemudian mengambil laptop yang dimaksud dan bergegas pergi tanpa meninggalkan jejak. Dia melewati pintu lain supaya tidak bertemu dengan Anna yang menunggunya.
Keesokan paginya, Flo terbangun dan merasakan pusing luar biasa ditambah bagian sensitifnya yang sakit.
Flo mengingat-ngingat kejadian semalam dan langsung teringat kejadian di hotel. Dia jadi memikirkan keadaan Mattew tapi sepertinya ada yang terlewatkan.
"Tidakkkk!" Flo menjerit dalam hatinya karena mengingat dia yang menyerang Axe.
Dan benar saja dia tanpa busana sekarang. Flo melirik ke arah sampingnya dan mendapati Axe yang masih tertidur.
__ADS_1
"Bagaimana ini?" gumam Flo jadi takut sendiri.
Flo mencoba membangunkan Axe dengan menggoyangkan bahu lelaki itu.
"Axe, bangunlah!" ucap Flo berulang kali tapi Axe tidak juga bangun.
"Apa aku terlalu membabi buta semalam? Aku tidak ingat karena obat perangsang itu!" gumam Flo begitu gelisah. Dia menolak berhubungan intim dengan Mattew tapi malah menyerang Axe. Sungguh perbuatan yang memalukan.
Rupanya samar-samar Axe mendengarnya, dia akan memanfaatkan kesempatan itu.
"Eugh!" Axe melenguh sambil memegangi pinggulnya. "Sakit sekali sampai membuatku susah bangun!"
"Axe, kau tidak apa-apa?" Flo semakin kalang kabut.
"Aku terus menerima seranganmu semalam Flo, kau ternyata begitu bernafsu padaku, ya!?" Axe membalik keadaan padahal dia untung besar semalam. Dia yang memimpin permainan saat Flo tidak sadar.
"Maafkan aku, aku pasti akan bertanggung jawab. Aku dalam pengaruh obat semalam!" Flo mencoba berkata jujur.
"Bagaimana caramu bertanggung jawab?" tanya Axe yang membuat Flo jadi bingung.
__ADS_1
Flo mengacak rambutnya karena tidak tahu harus berbuat apa. "Bagaimana ini? bukankah aku yang kehilangan keperawananku tapi kenapa aku yang harus bertanggung jawab? Aaaaa...."