Jerat Mafia Hareudang

Jerat Mafia Hareudang
JMH BAB 77 - Jual Tampang


__ADS_3

Axe melihat kepergian Grey dan Keenan yang berpenampilan rapi memakai jas. Mereka terlihat berwibawa lain hal dengan dirinya.


"Lihat saja suatu hari aku pasti akan seperti mereka," ucapnya.


[Pembahasan CEO ayam atau franchise itu sekelas KFC gitu ya guys, Axe pengen ayamnya punya franchise di mana-mana kalau bisa berbagai negara😅]


Bersamaan dengan itu, ada sebuah mobil van memasuki mansion. Mobil itu berhenti di pekarangan dan beberapa orang turun dari mobil dengan menurunkan gaun pengantin yang indah.


Rupanya itu adalah gaun pengantin yang sudah Flo coba saat fitting gaun dengan Mattew waktu itu.


Mattew memberikan gaun pengantin itu pada Flo walaupun pernikahan mereka batal.


"Apa-apaan ini!?" geram Axe yang menyeret gaun itu ke taman dan langsung membakarnya di sana. "Aku bisa membelikan istriku gaun pengantin!"


Silver yang melihat itu jadi berteriak sambil memegang dadanya.


"Itu gaun sangat malah, kenapa menantuku membakarnya begitu saja!"


"Flo...Flo... Suamimu!"

__ADS_1


Silver berteriak memanggil Flo supaya melihat kelakuan Axe seperti apa.


...~°••°~...


Karena Axe terus membuat orang tuanya kewalahan, Flo meminta Axe untuk tidur di kantor bersamanya.


"Yah, setidaknya tidak perlu bolak balik mansion dan kantor," komentar Flo.


Axe jadi merasa bersalah karena dia penyebab semua ini. "Aku masih belum terbiasa hidup berkeluarga jadi aku banyak melakukan kesalahan! Padahal aku sudah menahan diri sebaik mungkin!"


"Aku tidak biasa beramah tamah pada orang lain!"


"Kau tidak malu padaku darling? Calon suamimu sebelumnya kan..." Axe tidak mau menyebutkan kelebihan Mattew karena akan membuatnya rendah diri.


"Kenapa harus malu, kau harus menjadi dirimu sendiri. Kau harus membuktikan pada Mattew, orang tuaku, rival mafiamu dan dirimu sendiri, kalau kau bisa melakukannya. Aku akan selalu ada di belakangmu!" Flo memeluk suaminya dari belakang. Dia menyenderkan wajahnya di punggung Axe.


"Aku semakin menyukaimu Flo!" Axe menggenggam tangan Flo dan menciumnya.


Dan mereka benar-benar tinggal di kantor untuk sementara waktu sampai launching produk baru tiba.

__ADS_1


Hari itu Axe akan menjadi model dan berjalan di catwalk. Dia bersama model lainnya akan memperagakan parfum-parfum brand milik Flo.


"Jangan gugup dan rileks, okay," ucap Flo memberi semangat.


"Aku cepat belajar jadi jangan khawatir," sahut Axe menutupi rasa groginya.


Kemudian Axe mulai berjajar dengan model lain untunk berjalan di catwalk. Kebetulan temanya formal jadi Axe memakai setelan jas rapi dengan parfum yang cocok dengan temanya.


Saat Axe berjalan dia menjadi sorotan kamera. Tidak bisa dipungkiri Axe memang terlihat keren tapi di samping itu tak sedikit juga yang berbisik membicarakan skandalnya dengan Flo.


"Ck! Aku mendengar bisikan mereka!" decak Axe dalam hatinya saat mendengar ada yang membicarakannya.


"Okay. Aku bisa memanfaatkan hal ini untuk memajukan bisnis ayamku! Wajahku harus ada di media sosial mana pun!"


Otak bisnis Axe mulai bekerja jika dia banyak dikenal akan lebih mudah memasarkan bisnisnya.


Untuk itu, dia begitu bersemangat mengalahkan karisma para model yang bersamanya.


"Untung aku tampan!" batinnya.

__ADS_1


__ADS_2