
Tentu saja Mattew tidak bisa menjawab pertanyaan dari Anna, dia juga tidak tahu kenapa harus peduli dan mencari perempuan itu.
Mungkin karena harga dirinya merasa tersakiti karena Anna yang selalu meninggalkan dirinya tanpa mau membahas apapun.
Seolah tidur dengan Mattew bukanlah hal yang penting.
"Entahlah," Mattew tidak mau membahas masalah itu dulu karena masalah sekarang jauh lebih penting.
Apalagi langit begitu mendung yang artinya sebentar lagi akan turun hujan.
"Lebih baik atapnya ditutup saja," ucap Anna.
Kalau dibiarkan terbuka terus pasti mereka akan basah kuyup nantinya.
Terpaksa Mattew menutup atap mobil dan beberapa menit kemudian hujan langsung turun dengan deras.
Lengkap sudah penderitaan mereka.
"Sepertinya hujannya akan lama," komentar Anna seraya melihat hujan dari jendela mobil.
Memang benar hujan semakin deras yang terpaksa membuat Mattew dan Anna keluar dari mobil untuk mencari tempat berteduh lain.
Ketika mobil mati gas monoksida yang akan keluar jadi sangat berbahaya.
"Sepertinya ada rumah di sana!" tunjuk Anna pada rumah tunggal yang tak jauh dari tempat mereka.
"Ayo cepat kesana!" Mattew menggandeng Anna supaya berjalan lebih cepat.
__ADS_1
Di rumah itu tinggal sepasang pasutri lanjut usia, ketika melihat Mattew dan Anna yang basah kuyup di depan rumah mereka.
Mereka langsung mempersilahkan masuk.
"Aku akan mengambilkan handuk untuk kalian," ucap sang istri.
"Terima kasih," balas Anna.
Mereka mendapat handuk dan juga baju ganti.
Rasanya Anna ingin tertawa melihat penampilan Mattew memakai baju manula.
Walaupun begitu, ketampanan Mattew tidak akan memudar.
"Apa kalian sepasang suami istri?" tanya sang suami pada keduanya.
"Kalau begitu, kalian bisa menggunakan kamar kosong yang ada di sana," sang istri menunjuk salah satu kamar.
Rumah itu tidak terlalu besar jadi kamarnya pun seperti ukuran kamar mandi Mattew di mansion.
Justru lebih besar kamar mandinya tapi lelaki itu tampak tidak masalah.
"Kenapa Tuan mengatakan kita suami istri?" protes Anna ketika sudah masuk ke dalam kamar.
"Jadi, kau mau kita diusir?" tanya Mattew balik.
Benar juga, apalagi keadaan di luar semakin hujan deras.
__ADS_1
"Kita istirahat dulu di sini, besok aku akan meminjam telepon tuan Harold untuk menghubungi Kevin," jelas Mattew.
"Jadi, mereka tuan dan nyonya Harold?" Anna sebelumnya memang tidak sempat bertanya karena kedinginan.
Sampai sekarang pun tetap dingin.
Dan tiba-tiba saja Mattew langsung menariknya ke kasur lalu memeluknya.
"Apa yang Tuan lakukan?" Anna mencoba melepaskan diri.
"Bukankah ini masih jam liburmu jadi kita bukan majikan dan pelayan lagi, kita hanya dua orang yang sedang butuh kehangatan," ucap Mattew tanpa sadar sedang modus.
"Ish, aku tidak butuh kehangatan darimu," Anna masih berusaha melepaskan diri dari kungkungan lelaki itu.
Namun, Mattew berhasil mengunci pergerakannya.
"Jangan bohong, bibirmu begitu pucat karena kedinginan," ucap Mattew.
Kalau Anna semakin melawan, Mattew akan semakin mengeratkan pelukannya.
Jadi, lebih baik perempuan itu pasrah akan takdirnya sekarang.
"Sudah berapa kali situasi seperti ini terjadi diantara kita? Kalau lebih dari dua kali takutnya menjadi kebiasaan," ucap Anna.
Akhirnya perempuan itu membahas masalah seperti ini.
"Kau tidak lupa malam itu, bukan?" tanya Mattew memastikan.
__ADS_1
"Malam yang mana?" Anna bertanya supaya Mattew menjelaskan lebih spesifik lagi.