Jerat Mafia Hareudang

Jerat Mafia Hareudang
JMH BAB 38 - Trofi Kemenangan


__ADS_3

Axe mulai terpengaruh yang membuat segelnya sedikit terbuka. Larry semakin bersemangat memanipulasi pikiran lelaki itu.


"Ayo Axe!" bisiknya lagi.


Rupanya Mattew menyadari itu, Mattew langsung meninju pipi Axe dengan keras.


"Jangan pernah berani keluarkan iblis itu! Energi Flo akan semakin terkuras!" teriak Mattew yang membuat Axe buru-buru menyadarkan dirinya.


Axe bersimpuh memikirkan keadaan Flo, dia merasa bersalah pada istrinya.


"Flo!" panggilnya.


Axe kemudian mencoba menghubungi para anak buahnya dan meminta mereka berkumpul di markas yang paling dekat untuk menyusun rencana menyerang Kenzo.


"Ayo kita selamatkan Flo!" ajak Axe pada Mattew.


...~°••°~...


Flo membuka matanya perlahan dan sudah mendapati dirinya berbaring di ranjang mewah. Dia menelisik tempat itu tapi hanya ada dirinya seorang. Kemudian dia mengingat kejadian terakhir kali saat Kenzo berusaha membiusnya.


"Ck!" Flo berdecak tapi sedetik kemudian dia mencoba mengatur nafasnya. "Kau harus tenang, Flo. Jangan panik!"

__ADS_1


Flo tidak bisa bergerak karena tangannya diborgol jadi yang bisa dia lakukan hanyalah menunggu Kenzo datang padanya.


"Gila! Psiko!" umpat Flo yang membenci Kenzo, lelaki itu menggunakan cara licik dengan menculiknya.


Tak lama yang dia harapkan datang, Kenzo masuk ke kamar yang Flo tempati dengan membawa nampan makanan.


"Kau sudah sadar, Flo?" tanyanya.


Flo enggan menanggapi, dia membuang wajahnya, rasanya tidak sudi melihat wajah Kenzo.


"Makanlah, kau pasti lapar. Tubuhmu mengurus dari terakhir kita bertemu pasti Axe tidak bisa merawatmu dengan baik, aku tidak menyangka jika kau adalah istri dari rivalku. Kau tidak mempunyai 4 orang anak dari Axe, 'kan?" Kenzo berbicara panjang lebar.


"Aku akan melepas borgolnya," sambung Kenzo dengan mendekati Flo dan mencoba membuka borgol yang membelenggu tangan gadis itu.


Saat borgol terlepas, Flo juga tidak melawan rasanya akan membuang tenaganya.


"Tanganmu sedikit memar," ucap Kenzo dengan memegang pergelangan tangan Flo tapi gadis itu buru-buru menarik tangannya.


Situasi seperti ini membuat Flo jadi mengingat orang tuanya kembali, seandainya dia menurut dan langsung saja menerima Mattew pasti semua tidak akan menjadi seperti ini.


Flo menangis sampai terbatuk-batuk dan lagi-lagi dia mengeluarkan darah. Bahkan Flo sekarang jadi sakit-sakitan.

__ADS_1


"Kau kenapa Flo?" Kenzo jadi panik sendiri. Dia memanggil pelayan wanita untuk membantu Flo.


Kenzo memperhatikan Flo yang sedang membersihkan dirinya dan mengganti baju, dia berpikir jika Flo belum benar-benar sehat.


"Apa perlu aku memanggil dokter untuk memeriksanya?" gumam Kenzo yang memikirkan jika saat ini mereka sedang berlayar dengan kapal pesiar.


"Sudah, Tuan," ucap pelayan yang membantu Flo membersihkan diri.


"Kau boleh pergi," sahut Kenzo sambil mendekati Flo lagi. "Apa yang kau inginkan Flo supaya suasana hatimu membaik?"


"Apa kau ingin berbicara dengan Axe atau Mattew?" tanya Kenzo yang masih berusaha membujuk. "Sebenarnya kau itu istri siapa? Atau memang kau itu sana sini mau?"


Flo mulai terpancing, dia menatap tajam ke arah Kenzo. "Kalau aku sana sini mau, lantas apa yang membuatmu menculik ku? bukankah aku hanya wanita rendahan di matamu? Jadi lepaskan aku!"


"Flo... Flo..." Kenzo malah terkekeh sambil memegang dagu gadis itu. "Kau di sini berperan sebagai trofi kemenanganku!"


"Bayangkan saja laki-laki seperti Axe dan Mattew akan bertekuk lutut di hadapanku!"


Flo membalas tawa Kenzo dengan tersenyum miring. "Sepertinya kau melewatkan sesuatu!"


"Kau melewatkan Larry, dia itu iblis yang haus darah," sambung Flo supaya Kenzo tidak meremehkan lawannya.

__ADS_1


__ADS_2