
Awalnya Axe mengira jika Kenzo hanya mempermainkannya tapi lelaki itu benar-benar membantu sepenuhnya.
Bahkan Kenzo bisa mendatangkan para pembeli franchise nya.
Untuk menebus kesalahanku, apapun yang aku ambil darimu, aku akan mengembalikannya
Kenzo selalu berbicara seperti itu, dia juga membantu promosi di sosial media dan membuatkan konten menarik untuk bisnis Axe.
"Bos, kita kebanjiran orderan lagi, stok ayam kita menipis!" lapor Robin yang saat ini menjadi tangan kanan Axe.
"Kita harus memikirkan peternakan ayam sendiri sekarang jadi kita tidak butuh pemasok ayam lagi, lagi pula kita bisa memeriksa keadaan ayam yang akan kita jual, kita harus menjaga kualitas sebaik mungkin," ucap Axe yang begitu serius menggeluti bisnisnya saat ini.
Axe berusaha keras tidak kenal waktu, dia ingin cepat kembali bersama istrinya. Saat bisnisnya sudah benar-benar berkembang, dia bisa memindahkan pusatnya ke London perlahan-lahan.
Perbedaan waktu dan kesibukan masing-masing menjadi penghalang besar untuk berkomunikasi dengan Flo.
Dan hal itu berlangsung hingga satu tahun lamanya.
...~°••°~...
Flo sibuk mencampur berbagai aroma parfum di laboratorium perusahaannya. Dia tengah membuat aroma baru, dia hampir bisa membuat aroma yang sama seperti bau tubuhnya.
"Aku yakin jika ini berhasil pasti akan sangat menjual dan orang-orang tidak akan memandangi aku lagi," gumamnya.
Flo terus berkonsentrasi sampai bunyi alarm ponselnya berbunyi. Alarm tanggal pernikahannya dengan Axe.
"Huft, ternyata sudah satu tahun!" Flo menyender di kursinya sambil melihat cincin di jemarinya. Cincin yang Axe ambil saat melepasnya dulu dan dia sematkan lagi saat hari pernikahan mereka. "Aku merindukanmu Axe!"
Untuk mengusir rasa rindunya, Flo keluar dari gedung kantornya dan menuju franchise ayam Axe yang berada di London.
Franchise sudah berkembang tapi Axe tak juga kembali. Setiap mereka melakukan panggilan, Axe selalu berkata sabar dan sabar.
Flo memesan ayam seperti yang biasa dia pesan dengan segelas cola.
Hanya Flo sendiri yang duduk sendirian sementara pengunjung lain datang bersama pasangan mereka.
Sampai atensi Flo melihat pengunjung yang membawa bayinya. Refleks Flo memegangi perutnya. Ternyata Tuhan belum memberinya kepercayaan untuk memiliki bayi.
__ADS_1
Seandainya ada bayi, dia tidak akan kesepian seperti ini.
"Sebaiknya aku pulang!" gumam Flo saat selesai makan.
Flo segera pulang ke mansion pada saat itu sudah menjelang malam. Flo menyetir sendirian malam itu.
Di tengah perjalanan, ponselnya berdering karena panggilan dari Keenan.
"Ada apa, Kee?"
"Kak, tolong aku! Aku bersama wanita ternyata wanita itu punya suami dan sekarang suaminya akan membunuhku!"
"Apa? Kau ada di mana?"
"Di hotel XX kelas president suite!"
"Di mana Tessa?"
"Kali ini aku tidak bersamanya, cepatlah datang! Atau kau akan melihat mayatku besok!"
"Aku harus bertindak tegas! Bisa-bisanya Keenan tidur dengan istri orang!" gerutunya.
Saat sampai Flo segera menuju kelas president suite tapi anehnya sepanjang koridor terdapat bunga-bunga bertaburan dan lilin.
"Apa-apaan ini?" gumam Flo yang terus berjalan mengikuti arah dari bunga dan lilin yang menuju sebuah kamar yang terbuka.
Flo terkejut karena saat masuk ke dalam kamar melihat Axe sudah berpose di atas ranjang. Lelaki itu berbaring miring dengan bunga setangkai bunga mawar di mulutnya, satu tangannya menumpu kepala sementara satunya lagi memegang satu gelas anggur.
"Darling..." panggilnya.
Axe merasa menjadi lelaki paling romantis dan seksi malam ini.
Tapi rupanya reaksi Flo tidak sesuai dengan yang dia harapkan. Istrinya justru mengamuk dan menyerangnya dengan brutal.
"Berani-beraninya kau kembali dan tidak memberitahuku!" teriak Flo dengan memukuli Axe dengan bantal.
__ADS_1
"Stop darling!"
"Tidak mau!"
Axe akhirnya berusaha menangkap bantal itu dan membuangnya. Axe kemudian memeluk Flo supaya tenang.
"Surprise! Aku kembali..."
"Dasar bodoh!" Flo masih berusaha memukuli dada Axe dengan menangis.
Axe berusaha menangkap tangan Flo kemudian memberikan beberapa dokumen penting pada istrinya.
"Ini adalah dokumen pernikahan dan semua asetku, ini semua untukmu darling!" ucapnya.
Flo justru melempar semua dokumen itu. "Aku tidak butuh semua ini, aku hanya butuh dirimu!" ucapnya dengan memeluk Axe.
"Aku merindukanmu!"
"Aku juga merindukanmu. Sekarang kita bisa bersama!"
Keduanya berpelukan cukup lama sampai Axe melepas pelukannya dan mengusap wajah Flo yang basah dengan air mata.
"I love you so much, kau membuatku keluar dari dunia gelap dan memberiku kehidupan baru!"
Flo tidak menanggapi tapi justru mencium suaminya.
"Dan kau membuatku untuk percaya dengan yang namanya laki-laki, kau membuatku jatuh cinta padamu!"
Mereka kemudian kembali berciuman untuk meluapkan rasa rindu yang menggebu-gebu.
"Darling, ayo buat anak sekarang!" ajak Axe kemudian.
...~°••°~...
...TAMAT...
Jangan unfavorit karena nanti ada cerita Keenan dan Tessa yang author info disini kalo udah rilis.🤗
__ADS_1