Jerat Mafia Hareudang

Jerat Mafia Hareudang
JMH BAB 34 - Fungsi Pendamping


__ADS_3

Larry yang melihat ada ghost hunter seketika langsung menguasai tubuh Axe sepenuhnya. Axe berdiri dan membuat benda-benda di bar melayang dan menghantam ghost hunter.


Beruntung ghost hunter dengan sigap menghindar tapi hal itu membuat para pengunjung ketakutan.


Para pengunjung berlarian keluar sampai pemilik bar juga bersembunyi.


Sekarang tersisa ghost hunter dan Larry yang memakai tubuh Axe.


"Kau menggunakan tubuh manusia! Sangat licik!" ucap ghost hunter sambil menarik pedang sucinya yang pada saat itu memancarkan cahaya biru.


"Jangan menggangguku!" geram Larry yang selama ini menghindari ghost hunter itu.


Ghost hunter itu juga bukan sepenuhnya manusia. Dia adalah setengah siluman yang suka menyegel para setan dan iblis yang mengganggu manusia.


"Panggil aku Simon!" ucap ghost hunter itu menyebutkan namanya. Dia adalah keturunan persilangan antara manusia dan siluman. Sejak kecil sudah bisa melihat hal tak kasat mata, Simon mulai mempelajari kemampuannya dan sekarang menjadi ghost hunter.


Di mata Simon sekarang, dia melihat Larry dengan wujud aslinya.


"Lepaskan manusia itu!" teriak Simon yang siap mengayunkan pedangnya.


"Aku tidak akan melepasnya!" Larry menerbangkan dirinya berusaha untuk kabur.

__ADS_1


Tapi Simon buru-buru membaca mantranya untuk menyegel Larry sementara waktu.


"Kau tidak akan bisa kabur dariku!" Simon menarik Larry dan menyegelnya dalam diri Axe.


Simon membuat tanda di leher Axe untuk menyegel Larry supaya Larry tidak bisa menguasai Axe sementara waktu sampai dia bisa mengeluarkan iblis itu.


...~°••°~...


Axe mulai membuka matanya karena telah sadar sepenuhnya. Rupanya dia sudah berada di markasnya, Simon menghubungi anak buah Axe dari ponsel lelaki itu.


"Argh..." Axe berteriak. Dia selalu membenci jika tubuhnya dikuasai Larry.


"Kau sudah sadar?" tanya Simon yang sedari tadi menunggu Axe bangun.


"Itukah caramu berterima kasih?" tanya Simon dengan menyilangkan kedua tangannya di dada.


"Apa yang kau lakukan padaku?" tanya Axe balik dengan kesal. Dia berdiri dan mencoba mencari minuman supaya meredam emosinya.


"Tangkap!" Simon melempar bir kaleng. "Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kau bersekutu dengan iblis? Itu sangat berbahaya!"


"Jangan campuri urusanku!" ketus Axe sambil meminum bir kaleng pemberian Simon.

__ADS_1


"Apa istrimu baik-baik saja?" tanya Simon yang membuat Axe langsung melempar bir kaleng dari tangannya.


Axe mendekati Simon dan mencengkram kerah baju lelaki itu.


"Siapa kau sebenarnya? Dan kenapa kau bisa tahu tentang istriku?" cecar Axe semakin gusar.


"Kau tahu apa fungsinya pendamping?" tanya Simon dengan menjauhkan tangan Axe. "Pendamping berfungsi untuk memikul kekuatan bersama-sama dan balasannya adalah jiwa!"


"Semakin kau menggunakan kekuatanmu maka pendamping juga memikul kekuatan itu menggunakan energinya!"


Axe mengernyit karena tidak paham dengan yang Simon maksud. "Jelaskan dengan benar!" bentaknya.


"Dengan kata lain, kau membunuh istrimu sendiri untuk mendapatkan apa yang kau mau!" sambung Simon.


"A--apa?" tanya Axe tergagap, dia tidak tahu akan hal itu.


"Itulah dari awal, kenapa kau harus mempunyai pendamping!" ucap Simon yang membuat Axe terdiam.


Axe jadi memikirkan keadaan Flo sekarang. "Itu tidak mungkin, Flo..."


"Apa istrimu pernah masuk ke dunia iblis?" tanya Simon memastikan.

__ADS_1


"Istriku beberapa kali bertemu dengan Larry dan aku rasa, dia pernah ke dunianya. Tapi semenjak itu, tubuhnya melemah!" jelas Axe mengingat apa yang sebelumnya terjadi.


"Berarti hidup istrimu tidak akan lama lagi!" ucap Simon menyimpulkan.


__ADS_2