
"Kau semakin kurang ajar!" Flo mencoba mendorong Axe. "Aku tidak mau membayarmu dengan cara seperti ini!"
Flo menjauh tapi Axe menahan tangannya.
"Apa kau tidak ingat sesuatu Flo?" tanyanya.
"Ingat apa?" tanya Flo balik.
Kepala Flo kembali pusing dan dia menghubungkan kejadian demi kejadian yang dia alami.
"Apa kita saling mengenal sebelumnya? Apa kita bertemu di Perancis dan sekarang kau mengejarku kesini?" cecar Flo.
Axe bingung bagaimana menjelaskan pada gadis itu jika Axe bercerita belum tentu Flo percaya dan bagaimana kalau hal itu memicu trauma?
"Aku hanya fansmu, Flo," jawab Axe akhirnya. Sepertinya Axe terlalu gegabah. Dia jadi ragu akan ingatan Flo.
"Aku akan kembali ke Perancis, sebentar lagi aku tidak akan mengganggumu!" tambahnya.
"Setelah apa yang kau lakukan padaku? Bahkan calon suamiku tidak pernah bertindak sejauh ini!" kesal Flo sambil mendudukkan diri.
Axe mulai sadar, seorang mantan mafia sepertinya memang kalah jauh jika dibandingkan dengan Mattew.
__ADS_1
"Maafkan aku!" hanya kata itu yang mampu Axe ucapkan. Dia harus memikirkan kondisi Flo kedepannya. Apa memang waktunya untuk menyerah?
Saat pagi tiba, Axe menggosok baju Flo dan memberikannya pada gadis itu. Axe juga membuatkan sarapan untuk Flo.
Sementara Flo sendiri membantu membersihkan apartemen Axe yang berantakan.
"Aku akan mengantarmu ke kantor!" Axe menawarkan dirinya.
Flo tidak banyak bicara karena dia sedang sibuk dengan pikirannya sendiri.
Sesampai di kantor, Flo segera turun dari mobil Axe tapi sebelum menutup pintu mobil, dia sempat berkata. "Setidaknya kembalilah ke Perancis setelah launching produk baru, kau akan berjalan di catwalk dan menjadi wajah produk itu!"
Axe menimang-nimang kembali perkataan Flo.
Elsa segera menghubungi Mattew untuk memberi laporan.
...~°••°~...
Mattew membanting ponselnya setelah selesai menerima panggilan dari Elsa. Dia teringat tadi malam jika Flo tidak menerima panggilan darinya padahal dia sudah menunggu gadis itu untuk makan malam bersama.
"Kevin, batalkan pertemuan hari ini!" perintah Mattew pada asistennya.
__ADS_1
Mattew sudah tahu jika Flo tidak pulang tadi malam. Lelaki itu melacak keberadaan Flo melalui ponsel calon istrinya.
"Apa perlu saya ikut, Tuan?" tanya Kevin.
"Aku akan pergi sendiri!" Mattew segera pergi ke apartemen di mana Axe berada.
Saat sampai Mattew mengatur nafasnya karena emosi, dia mendapati Axe berada di parkiran apartemen. Sudah bisa dipastikan, Flo menghabiskan malam dengan lelaki itu.
"Axe!" panggil Mattew sambil turun dari mobilnya.
Saat itu Axe baru saja pulang dari swalayan, dia tidak kaget dengan Mattew yang datang.
"Hai," sapa Axe dengan santai.
Tapi tidak dengan Mattew, lelaki itu mendekat dan mencengkram kerah baju Axe.
"Apa yang kau lakukan?" geram Mattew. "Kau akan membuat Flo jadi bingung!"
"Aku tidak bisa melupakan Flo begitu saja, aku mencintainya dan aku yakin Flo juga memiliki perasaan yang sama," sahut Axe percaya diri.
"Kau sadar bicara seperti itu dengan siapa, aku calon suaminya. Kami sebentar lagi akan menikah!?" Mattew semakin emosi.
__ADS_1
"Flo tidak mencintaimu, dia mau menikah denganmu karena terpaksa, kau pikir dengan begitu akan membuatnya bahagia?" Axe mencoba mencari pembelaan.
"Itu lebih baik dari pada jiwanya yang terancam! Aku yakin, kau berniat mengembalikan ingatan calon istriku! Apa kau punya jaminan jika jiwanya tidak akan terancam saat mengingat semuanya!?" Mattew tidak mau kalah.