Jerat Mafia Hareudang

Jerat Mafia Hareudang
JMH BAB 20 - Tidur Bersama


__ADS_3

Axe merasakan nyeri di punggungnya setelah terjatuh di lantai kamar mandi, kalau saja Flo bukan wanita pasti Axe sudah membalasnya.


"Bagaimana?" tanya Flo saat selesai memakai baju pemberian Axe.


Flo memakai kaos kebesaran yang justru di mata Axe, gadis itu tampak seksi karena paha mulusnya terekspos.


"Aku rasa, aku juga butuh celana panjang, tidak mungkin aku keluar berpakaian seperti ini, bukan?" tambahnya.


"Kau tidak perlu keluar, biar aku saja yang membawa ayamnya kemari!" ucap Axe yang sudah berdiri ingin keluar dari kamarnya.


"Tapi aku ingin pulang setelah selesai, Gerald pasti sudah menungguku!" sahut Flo.


"Malam ini menginaplah di sini, besok pagi-pagi kau bisa pulang ke apartemenmu!" Axe langsung keluar dari kamarnya untuk mengambil ayam buatan Robin.


Sementara menunggu, Flo mencari kertas dan pensil untuk dia menggambar. Dia ingin mendesain kedai ayam Axe supaya kelihatan menarik dan mendatangkan para pengunjung.

__ADS_1


Selain berbisnis parfum, Flo memang akan mengembangkan bisnisnya dibidang fashion. Oleh karena itu, menggambar adalah pekerjaannya sehari-hari.


"Menggambar apa?" tegur Axe yang sudah kembali.


"Kedai ayam mu, kedainya harus direnovasi supaya menarik kemudian kita bisa promosi, aku yakin pengunjungnya nanti akan ramai," jelas Flo tanpa melihat Axe karena fokus dengan gambarnya.


"Bisnis ini hanya kedok jadi tidak perlu ramai pengunjung," ucap Axe sambil menyuapi istrinya ayam.


"Kau fokus saja pada klan mafiamu sementara aku akan membuat bisnis kedai ayam ini berkembang," sahut Flo yang menerima suapan ayam dari suaminya.


"Terserah kau saja asal jangan pergi dariku, darling." Axe tidak mau melarang keinginan Flo itu, lebih baik dia menyusun rencananya juga sekarang. Dengan jumlah anak buahnya yang bisa dihitung jari, Axe akan memulainya dari hal kecil dahulu.


"Apa kau pernah tidur di kasur sempit seperti ini?" tanya Axe yang tak enak hati.


"Ini pertama kalinya bagiku," jawab Flo jujur.

__ADS_1


Axe menarik Flo ke pelukannya, dia mungkin tidak bisa memberikan yang layak untuk Flo sekarang tapi jika nanti dia berhasil, Axe berharap Flo juga merasakan kemakmuran hidupnya. Walaupun hanya sebentar karena perjanjian mereka yang hanya 3 bulan lamanya menjadi suami istri.


Tak lama Axe merasakan nafas Flo yang teratur, gadis itu tertidur di dadanya. Axe mengecup kening Flo sejenak.


"Maaf kau harus mengalami semua ini," lirihnya.


Axe memandangi wajah Flo yang damai saat tertidur, gadis yang suka menghajarnya itu tampak cantik sekali. Axe mengusap wajah Flo dan ingin menciumnya karena dorongan dari Larry dalam dirinya.


Saat bibir mereka menempel, Larry dengan leluasa menguasai tubuh Axe sekarang.


Iblis itu tersenyum kemenangan melihat Flo yang tampak tak berdaya sekarang. Saat dalam kondisi tidur begini, Flo tidak akan melawannya.


"Eugh!" Flo melenguh dan memeluk Larry seperti guling.


Larry yang ingin menjamah tubuh Flo mencoba menjauhkan tangan dan kaki gadis itu tapi Flo justru mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


Kalau Larry terus memaksa pasti Flo terbangun jadi dia lebih memilih menunggu sampai Flo benar-benar terlelap.


"Jadi kau mencari cara untuk menyingkirkan aku, hem?" gumam Larry dengan mengusap rambut Flo. "Tidak semudah itu, aku sudah pernah bilang padamu. Jalan yang akan kau lalui adalah darah!"


__ADS_2