
Flo merasa badannya semakin panas, dia sudah meminum obatnya tapi membuat tubuhnya justru menggigil.
"Gerald..." panggil Flo melalui ponselnya.
Gerald dan Robin bergegas ke kamar Flo untuk membawa gadis itu ke rumah sakit. Pada saat itu, Mattew kebetulan sudah sampai dan Gerald langsung memberitahu pada Mattew jika Flo di bawa ke rumah sakit.
"Berikan perawatan terbaik untuk calon istriku!" perintah Mattew saat mendapat laporan itu. Mattew bergegas menyusul dengan perasaan cemas.
Sementara Gerald dan Robin menunggu Flo saat gadis itu diperiksa oleh dokter.
"Sebenarnya suami bu bos itu siapa?" tanya Robin yang bingung.
"Saat tuan Mattew datang lebih baik kau tutup mulut mengenai bosmu!" Gerald memberi peringatan.
"Aku juga takut salah bicara," sahut Robin cari aman.
Beberapa menit berlalu Flo selesai diperiksa dan dipindah ke ruang rawat karena gadis itu akan mendapat pemeriksaan lanjutan.
"Tuan Mattew sebentar lagi datang, Nona," ucap Gerald pada Flo yang terus menangis. Flo mengingat kedua orang tuanya.
Dan tak lama akhirnya Mattew datang juga.
__ADS_1
"Oh Flo!" Mattew mendekat ke bed pasien dan langsung memeluk calon istrinya.
"Matt..." Flo membalas pelukan Mattew dengan terus menangis. "Kau selalu datang disaat yang tepat!"
Robin bingung sendiri di sana, apa perlu dia melapor pada Axe?
"Ayo kita keluar!" ajak Gerald supaya Flo dan Mattew mempunyai ruang untuk berdua.
Selang beberapa menit, Flo sudah bisa menguasai dirinya. Gadis itu berbaring dan merasa demamnya sudah turun.
"Aku sudah meminta Gerald membeli makanan," ucap Mattew sambil memeriksa suhu tubuh Flo. "Setelah kau sembuh, kita akan langsung pulang!"
"Mmm, aku masih sedikit ada urusan di sini, Matt. Aku sedang merenovasi sebuah kedai ayam," sahut Flo memberi alasan.
"Kedai ayam? Flo, jangan bercanda!" Mattew jadi kesal sendiri, entah itu benar atau tidak tapi Flo seperti membuang waktunya percuma.
Kemudian Mattew menghela nafasnya dalam, dia harus bisa sabar menghadapi Flo.
"Aku tidak mau kita bertengkar jadi jangan membahas hal yang tidak perlu!" Mattew mengecup kening Flo dan ingin membaringkan diri di sofa sejenak karena selama perjalanan Mattew tidak tidur sama sekali.
"Baring di sini saja!" Flo menggeser tubuhnya supaya Mattew berbaring di sampingnya.
__ADS_1
"Tidak perlu, kau butuh istirahat juga, Babe." Mattew menolak dengan panggilan sayangnya. Biasanya jika begitu, Flo akan marah dan mengabaikannya. Tapi kali ini rupanya Flo bersikeras.
"Aku ingin berbicara sesuatu!" Flo memaksa yang membuat Mattew akhirnya menurut juga.
Mattew dan Flo memiringkan tubuh mereka dan saling memandang satu sama lain.
"Tentang berita itu, beritanya tidak benar. Dia hanya pria yang mengejarku dan memaksaku ke pesta amal!" jelas Flo yang mencoba meluruskan hubungannya dengan Kenzo.
"Itu tidak penting lagi." Mattew membelai wajah Flo. "Kau semakin kurus dari saat kita terakhir bertemu!"
Mattew sangat memperhatikan Flo sampai jika ada perubahan sedikit saja pada calon istrinya pasti dia akan tahu.
"Aku akan meminta dokter untuk secepatnya melakukan CT scan!" Mattew jadi tidak sabaran.
"Matt..." kali ini Flo yang membelai wajah Mattew. "Kau pasti lelah, istirahatlah dulu!"
"Bagaimana aku bisa istirahat jika melihatmu seperti ini!" ucap Mattew gusar.
Flo jadi tersenyum sendiri melihat Mattew, kalau urusan mengenai dirinya memang bagi Mattew adalah nomor satu.
"Bagaimana kalau kau tahu mengenai Axe?" batin Flo yang justru memikirkan suaminya. Dia sudah berjanji menunggu dengan setia.
__ADS_1