Jerat Mafia Hareudang

Jerat Mafia Hareudang
S2 - Manusia Bunglon


__ADS_3

Setelah rapat, Mattew benar-benar menunggu Flo. Lelaki itu bahkan memesan kopi favorit dari mantan tunangannya itu.


Mattew percaya kalau Flo akan menepati janjinya.


Dan benar saja perempuan itu tak lama datang.


"Aku sudah menunggumu," tegur Mattew.


Flo duduk di depan lelaki itu dengan hanya tersenyum kecil.


Belum sampai mereka berbincang, kopi pesanan Mattew datang.


"Aku harap kau masih menyukai matcha latte," ucap Mattew.


Flo melihat kopi yang ada di depannya, ternyata memang Mattew sangat mengetahui seleranya.


"Berhentilah memperhatikan aku seperti ini, Matt. Aku sudah menikah!" Flo tidak mau berbasa-basi lagi.


"Untuk ke depannya, mari kita menjadi orang asing jika kau terus seperti ini!"


Ancaman kecil itu mampu membuat Mattew mati kutu. Memang harapan untuk memiliki Flo tidak ada lagi.


Lebih tepatnya dari awal perempuan itu memang tidak menaruh hati padanya.


"Aku tidak bisa melupakanmu, Flo," ungkap Mattew pada akhirnya.

__ADS_1


Flo menghela nafasnya panjang, memang tidak mudah untuk melupakan seseorang apalagi sudah terjalin selama bertahun-tahun lamanya.


Dia juga tidak bisa membayangkan bagaimana kalau harus berpisah dan melupakan Axe yang dicintainya. Sekarang Flo harus mencoba mengerti.


"Pasti bisa, Matt. Hanya saja perlu proses dan waktu," balas Flo berusaha tidak emosional.


Sepertinya kalau diteruskan, suasana akan semakin canggung jadi Flo pamit undur diri. Dia harus kembali ke kantor sebelum pulang.


Mattew hanya bisa melihat punggung dan aroma Flo yang semakin menjauh. Lelaki itu memejamkan mata sejenak, dia berusaha baik-baik saja walaupun hatinya hancur sekali lagi.


Proses move on sungguh semenyakitkan itu.


Karena semakin berusaha melupakan justru kenangan masa lalu akan muncul di kepala.


Akhirnya Mattew memutuskan untuk pergi ke bar dan tidak kembali kantornya.


Kevin melihat interaksi Mattew dan Flo dari kejauhan sebelumnya. Dari sini dia belajar kalau jatuh cinta itu memang rumit.


"Baik, Tuan," balas Kevin. Dia akan membiarkan Mattew menikmati pribadinya.


Malam itu, Mattew pulang ke mansionnya dalam keadaan mabuk.


Anna yang menjadi pelayan pribadi lelaki itu mencium bau alkohol yang sangat menyengat. Badannya sedikit bergetar karena mengingat malam di mana dia menghabiskan malam bersama Mattew.


Pasti lelaki itu akan menganggap dirinya Flo lagi.

__ADS_1


Lebih baik Anna pergi menjauh sekarang juga.


"Mau kemana?" Mattew menahan langkah kaki Anna yang akan pergi.


"Jangan tinggalkan aku!"


Entah perkataan itu dikatakan Mattew secara sadar atau tidak, Anna jadi gamang sekarang.


Terpaksa Anna membimbing Mattew untuk duduk di sofa kamar lalu pelayan itu mencoba membuka sepatu yang tuannya pakai sebelum pergi.


Namun, lagi-lagi hal tak terduga terjadi.


Tiba-tiba saja Mattew meletakkan kepalanya ke paha Anna yang membuat perempuan itu terkejut.


"Tu... tuan..." panggil Anna.


Ternyata Mattew tertidur begitu saja.


"Astaga!" Anna jadi bingung sendiri menghadapi Mattew. Dia harus bersabar selama tiga bulan ke depan.


Kontrak kerjanya akan habis dan Anna bisa bebas.


Anna akan membiarkan Mattew tidur di pahanya seperti itu tapi justru dia ikut tertidur.


Tengah malam Anna baru terbangun dan ternyata tubuhnya sudah terbaring di atas kasur Mattew.

__ADS_1


"Ya ampun, bagaimana bisa aku tidur di sini?" gumam Anna. Dia menoleh sisi sampingnya dan kosong.


"Di mana manusia bunglon itu?"


__ADS_2