
Sebelumnya Mattew memang terbangun dan mendapati dirinya tertidur di paha Anna. Kepalanya pusing sekali, tidak mungkin dia menggendong Anna ke bangunan pelayan seperti sebelumnya. Jadi, dia memutuskan untuk meletakkan Anna di ranjangnya.
Sementara Mattew sendiri tidur di sofa.
"Ternyata manusia bunglon itu ada di sana," gumam Anna yang sudah turun dari ranjang. Dia harus cepat pergi sebelum lelaki itu bangun.
Lagi-lagi Anna harus berpura-pura tidak terjadi apa-apa.
Perempuan itu dituntut untuk tetap profesional dalam bekerja.
Anna harus bangun dan mempersiapkan keperluan Mattew.
Di sisi lain, Axe hari ini tidak membuat sarapan untuk istrinya karena sedang marah dengan Flo.
Kemarin Axe menunggu Flo di kantornya dan istrinya datang sangat terlambat.
Apalagi ketika Flo bercerita bertemu dengan Mattew dan meminum kopi bersama membuat darah Axe langsung mendidih.
Flo tidak ingin ada yang ditutupi.
"Masih marah?" tanya Flo menyapa suaminya. "Aku sudah meminta Lisa untuk menghandle pekerjaan hari ini jadi aku tidak pergi ke kantor!"
Axe tidak mau menanggapi dan hal itu membuat Flo gemas sendiri.
Perempuan itu sengaja membuka jubah yang dia kenakan jadi menampilkan tubuh seksi Flo yang hanya memakai bikini saja.
__ADS_1
"Kalau begitu, aku akan berenang," ucap Flo memancing.
Flo menuju belakang rumah di mana kolam renang berada.
Di sana Flo langsung masuk ke dalam kolam renang.
Cara itu memang berhasil menarik perhatian Axe yang mempunyai mimpi untuk bisa menyentuh istrinya di berbagai sudut rumah.
Axe berjalan ke belakang rumah dan ikut masuk ke kolam renang.
Pada saat itu Flo masih asyik berenang dan Axe menarik tubuhnya untuk naik ke permukaan.
"Axe, kau membuatku kaget!" seru Flo seraya memukul dada suaminya.
"Masih meragukan aku?" tanya Flo.
"Rasa cemburu ini memang wajar tapi kau harus selalu ingat jika kau adalah laki-laki satu-satunya!"
Tidak cukup sampai disitu, Flo juga mengecup bibir Axe yang langsung mendapat respon dari lelaki itu.
Mereka berciuman dan melakukan sarapan pagi di kolam renang.
Di luar rumah ada Keenan dan Tessa yang baru saja sampai.
Keenan ada urusan dengan Flo jadi lelaki itu pergi ke kediaman sang kakak karena Flo tidak bisa dihubungi dari semalam.
__ADS_1
"Menurut asisten nona Flo, hari ini nona Flo tidak pergi ke kantor, Bos," ucap Tessa.
"Kalau begitu, ayo kita masuk!" ajak Keenan. Dia langsung memencet kode rumah Flo.
Semua orang memang sudah diberitahu berapa nomor password rumah.
"Kak Flo..." panggil Keenan mencari kakaknya.
Namun, rumah tampak sepi sekali.
"Mungkin mereka di kamar, Bos," ucap Tessa.
Keenan ingin percaya pada insting sekretarisnya itu tapi indera pendengarannya justru berkata lain. Dia mendengar suara-suara aneh dari arah belakang rumah.
"Suara apa itu?" tanya Keenan.
Tessa menajamkan pendengarannya dan benar saja ada suara-suara dari area belakang rumah. Tapi, dia tampak santai saja karena mengenal jelas suara apa itu.
Suara yang sering didengarnya saat Keenan bermain dengan para wanita bayarannya.
"Lebih baik kita menunggu saja, Bos," Tessa mencegah Keenan untuk ke area belakang.
Namanya Keenan penasaran, dia tetap perlahan ke area belakang dan mendapati dua anak manusia memadu kasih di kolam renang.
"Astaga, mataku ternoda..." Keenan segera memejamkan matanya.
__ADS_1