
Silver tergelak mendengar kalimat yang dilontarkan oleh Axe, sebenarnya Silver tidak mempunyai kriteria khusus masalah menantu asal laki-laki itu bisa bertanggung dengan Flo. Dan dia menyadari jika putrinya sedang dimabuk cinta, hal yang tidak pernah Flo alami sebelumnya.
"Kalian berdua sarapanlah dulu," ucap Silver sambil berlalu pergi.
Axe menjadi bingung sendiri karena melihat respon Silver yang seperti itu.
"Apa aku membuat kesalahan, darling?" tanya Axe pada Flo.
"Tidak, mommy ku memang seperti itu makanya aku memperkenalkanmu duluan padanya kalau daddy ku yang lumayan susah. Jadi berjuanglah, Mr. Mafia!" Flo berkata sambil menarik tangan Axe untuk menuju meja makan.
Mereka berdua sarapan dengan hidangan yang sudah disediakan oleh Silver sebelumnya.
"Aku hari ini mau ke kantor, apa kau mau ikut?" tanya Flo disela makannya.
"Selama menunggu visaku habis, aku akan membantumu di kantor," jawab Axe percaya diri.
"Yang kau lakukan hanyalah tebar pesona bukannya membantu!" ketus Flo.
__ADS_1
Sesuai dengan perkataan Flo, dia pergi ke kantor hari ini, dia ingin secepatnya launching produk barunya sebelum Axe kembali ke Perancis. Lumayan dia akan mendapat model gratisan.
Saat sampai di kantor wajah Axe sudah memenuhi papan iklan.
"Wah, wajahku memang cocok menjadi model," komentar Axe bangga. Padahal hidupnya sebelumnya selalu menyembunyikan diri tapi sekarang dia terang-terangan menampakkan wajahnya untuk dikonsumsi publik.
Lalu Axe menoleh ke arah Flo dan bertanya. "Apa semua iklan ini ada media sosial, darling?"
"Tentu saja, di media sosial cara paling ampuh untuk promosi dan juga pasar online menjadi target utama untuk penjualan produk," jelas Flo.
Axe menggaruk rambutnya pasti sekarang para mafia yang mengetahui dirinya sedang menertawakannya selama ini.
"Tidak, hanya saja aku tidak menyangka akan menyerahkan hidupku demi wanita. Kau sangat hebat, Flo!" ungkap Axe yang membuat Flo mengulum senyumnya.
Bersamaan dengan itu Elsa mendatangi keduanya untuk memberi laporan.
"Nona..." Elsa sampai berlari karena tidak sabar untuk segera memberi kabar mengejutkan untuk Flo. "Produk baru kita langsung sold out sebelum launching!"
__ADS_1
"Apa?" Flo merasa tidak percaya. Dia segera membaca laporan dan benar saja semua sudah habis terjual. "Siapa yang melakukan ini?"
Awalnya Flo mengira itu adalah ulah Mattew tapi ternyata menurut laporan jika atas nama Rocky pembelinya.
"Rocky?" gumam Axe sambil mengepalkan kedua tangannya saat ikut membaca laporan. "Itu adalah nama samaran Kenzo di dunia bawah!"
"Apa maksudnya? Pasti dia sedang menertawakan aku sekarang!"
Flo yang merasakan ledakan emosi Axe, dia mencoba menenangkan suaminya.
"Coba berpikirlah positif, mungkin ini caranya meminta maaf padamu," bujuk Flo dengan menarik Axe masuk ke dalam lift.
Mereka kemudian bercumbu di dalam lift, Flo tahu jika dengan begitu Axe akan merasa lebih baik.
"Eugh!" Flo melenguh dan mencoba menjauhkan diri karena Axe mengharapkan lebih dari sekedar ciuman. "Kita ada di lift! Ada cctv di dalam lift ini pasti kita sedang ditonton oleh karyawan yang mengontrol di ruang cctv!"
"Apa kau takut?" tanya Axe kemudian.
__ADS_1
"Bukan begitu hanya saja semua orang masih berfikir jika aku adalah tunangan Mattew!" jelas Flo yang belum memberitahu pembatalan pernikahannya.
"Kalau begitu mari kita buat skandal, darling," ucap Axe yang kembali mencium Flo. "Kita buat skandal kalau kau menjalin hubungan dengan modelmu sendiri!"