Jerat Mafia Hareudang

Jerat Mafia Hareudang
JMH BAB 52 - Menggoda Bos


__ADS_3

"Kau seperti laki-laki yang kurang pekerjaan!" ucap Flo sambil menggelengkan kepalanya. Tak lama dia kembali bersin-bersin lagi. "Hachim!"


Axe seketika panik, dia jadi takut Flo akan kembali sakit lagi seperti di Perancis.


"Kau tidak apa-apa, darling?" Axe meraup wajah Flo, dia sampai lupa bersikap formal.


Flo mengernyit dan melihat kanan kirinya, mereka jadi pusat perhatian.


"Jangan membuat semua orang salah paham! Cepat ke ruanganku!" Flo segera menjauhi Axe dan menuju ke ruangannya.


Axe mengikuti Flo dari belakang, dia melihat lekuk tubuh istrinya yang mengenakan rok pendek, sangat seksi di mata Axe. Dia jadi teringat tubuh Flo yang bertelanjang, bagaimana pun dia sudah melihatnya beberapa kali.


"Elsa, tolong kumpulkan tim promosi ke ruangan rapat!" perintah Flo pada asistennya sebelum masuk ke ruangannya. Kemudian dia menoleh ke belakang dan berbicara pada Axe. "Masuklah!"


Flo mempersilahkan Axe masuk ke ruangannya, sepertinya dia harus menuruti permintaan Axe supaya lelaki itu tidak mengganggunya terus menerus.


"Biasanya aku memilih artis, konten kreator atau selebgram jadi wajah produkku tapi karena kau tidak memiliki kriteria itu, aku akan membayarmu seperti pekerja lepas," jelas Flo yang tidak mau berbasi-basi.


"Kau sepertinya salah paham, Nona. Saya menawarkan diri dengan percuma jadi anda bisa memakai saya secara gratis," sahut Axe dengan mengembangkan senyumannya.


Flo mengerutkan dahinya, Axe memang laki-laki aneh.

__ADS_1


"Jadi kau ingin jadi model cuma-cuma?" tanya Flo memastikan.


"Ya begitulah, Nona bisa memakai tubuh dan wajahku sesuka hati, aku akan memberikan semuanya," ucap Axe sambil mengecup telapak tangan Flo.


Flo tercengang, dia baru bertemu dengan lelaki seperti Axe. Tapi bukankah ini mencurigakan?


Buru-buru Flo menjauhkan tangannya, Flo menatap Axe dengan seksama.


"Ceritakan semua tentang dirimu!" ucapnya kemudian.


Axe mengusap tengkuknya sejenak lalu berkata. "Tidak ada yang menarik tentang diriku, saya hanya seseorang yang kehilangan arah dan hidup dalam kegelapan sampai ada penerang di hidupku tapi sayang sekali orang itu melupakanku!"


"Aku tidak butuh cerita seperti itu, yang aku maksud biodata singkatmu!" sahut Flo yang tidak mau mendengar cerita emosional.


"Kau penguntit ya?"


Axe mendekat yang membuat Flo memundurkan badannya, Axe terus maju sampai punggung Flo membentur dinding.


Tangan Axe meraba bokong Flo dan mengelusnya.


"Aku bukan penguntit lebih tepatnya penggoda," bisik Axe di telinga Flo yang membuat gadis itu merinding.

__ADS_1


Axe menghirup aroma Flo yang dia rindukan, dia bisa gila jika terus di dekat gadis itu.


"Jangan kurang ajar pada bosmu!" Flo mendorong tubuh Axe dan menjauhkan diri. Hampir saja dia terhanyut oleh sentuhan Axe.


Flo berusaha menguasai dirinya kemudian meminta Axe ikut dengannya ke ruangan rapat di mana dia akan mengenalkan Axe pada tim promosi.


"Dia memang tidak memenuhi kriteria tapi aku rasa tubuh dan wajahnya lumayan jadi atur jadwal pemotretan dan launching produk baru kita," ucap Flo berusaha meyakinkan.


Semua tampaknya tidak mempermasalahkan Axe menjadi model kali ini.


"Elsa, kau handle semuanya, aku mau istirahat dulu," ucap Flo saat merasa tubuhnya tidak enak badan lagi.


"Baik, Nona," jawab Elsa sambil curi-curi pandang pada Axe.


Bukannya tergoda, Axe lebih mencemaskan keadaan Flo.


Saat Flo keluar dari ruangan rapat, Axe mengikuti Flo dari belakang. Flo tidak menyadari jika Axe mengikutinya sampai ke ruangannya. Dia baru sadar saat tangannya ditarik oleh lelaki itu.


"Badanmu panas, Nona!" ucap Axe panik.


Kemudian Axe berusaha membuka baju Flo yang membuat gadis itu memberontak.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan!?" teriak Flo.


"Saya ingin melakukan metode skin to skin untuk mentransfer panas tubuh anda, Nona. Transfer panasnya ke tubuh saya saja!" Axe mulai membuka bajunya sendiri.


__ADS_2