Jerat Mafia Hareudang

Jerat Mafia Hareudang
JMH BAB 36 - Ketahuan


__ADS_3

Axe sejenak melupakan apa yang telah terjadi, Flo benar-benar membuatnya gila. Dia terus mencumbu istrinya dan membimbing tubuh kurus itu untuk berbaring.


"Flo..." Axe menggeram, rasanya dia ingin melakukan penyatuan sekarang juga tapi akal sehatnya kembali. Dia tidak mungkin melakukan itu dengan kondisi Flo yang sekarang. "Maafkan aku!"


Axe memeluk Flo erat sekali. Dia tidak tahu jika istrinya akan menjadi korban, apa pentingnya kekuasaan yang dia miliki jika dibangun dengan darah istrinya.


"Axe, calon suamiku ada di sini jadi aku akan segera pulang," ucap Flo memberanikan diri.


"Kau mencintainya? Kau terpaksa menikahinya karena dia yang telah lama menunggumu," komentar Axe.


"Aku akan belajar mencintainya, sebenarnya aku tidak punya alasan untuk menolak Mattew," jelas Flo sambil mengurai pelukannya.


Flo menatap Axe dan membelai wajah lelaki itu. Sementara Axe sendiri tidak kuasa untuk berkata jujur mengenai fungsi pendamping pasti Flo akan sangat membencinya jika tahu yang sebenarnya.


"Ya, pulanglah! Aku melepasmu!" ucap Axe akhirnya. Dia akan meminta Simon untuk membatalkan perjanjian bagaimana pun caranya.


"Kenapa Larry tidak muncul saat kita berciuman?" tanya Flo keheranan. "Apa Larry sudah tidak menguasai tubuhmu lagi?"


"Larry masih ada tapi dia tersegel sekarang," jelas Axe berharap Flo tidak perlu khawatir.

__ADS_1


"Akhirnya kau bisa juga menguasai iblis itu," sahut Flo yang masih mengira jika semua baik-baik saja.


Axe tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia kembali mencium Flo dan pada saat itu, Axe merasa ada seseorang yang datang. Axe segera bersembunyi dibalik tirai.


"Kita sudah bisa keluar dari sini, Babe." Mattew yang datang memberi kabar itu. Dia sudah membayar administrasi dan berkonsultasi dengan dokter.


"Aku akan mengganti bajuku!" Flo ingin pergi ke kamar mandi tapi Mattew buru-buru menggendong gadis itu supaya tidak perlu susah payah berjalan.


Axe yang melihat itu sebenarnya marah luar biasa. "Sial, aku suaminya tapi kenapa aku yang bersembunyi seperti ini!?" gerutunya.


Saat Flo selesai mengganti baju, Mattew sudah mempersiapkan kursi roda.


"Kita akan langsung ke bandara?" tanya Flo memastikan.


"Ya, sudah ada pesawat yang menunggu kita!" jawab Mattew yang membuat Flo jadi gelisah.


"Mmm.... Matt, berhenti sebentar! Ada sesuatu yang tertinggal!"


"Apa itu? Biar aku saja yang mengambilnya!"

__ADS_1


"Tidak perlu, aku bisa sendiri!"


Flo bergegas turun dari kursi roda dan berlari ke ruangan sebelumnya dia dirawat.


"Axe... Axe..." panggil Flo mencari suaminya. Dia membuka semua tirai ruangan tapi Axe tidak ada. "Dia sudah pergi?"


Tapi sedetik kemudian Flo merasakan sebuah pelukan dari belakang. Flo tahu siapa pelakunya.


"Kau mencariku?" tanya Axe yang belum pergi.


Flo membalik badannya dan menatap suaminya. "Sebagian diriku ingin pergi tapi sebagian diriku juga ingin tinggal, apa yang harus aku lakukan?"


Axe tentu ingin menahan Flo tapi mengingat hidup istrinya dalam bahaya, dia tidak bisa egois. Apa dia harus bicara jujur?


"Darling..." Axe menyatukan keningnya dengan Flo. "Aku ingin mengatakan sesuatu!"


Pada saat itu, Mattew menyusul Flo karena khawatir dengan gadis itu yang tak kunjung kembali.


"Babe..." panggil Mattew.

__ADS_1


Mattew terkejut karena Flo justru berduaan dengan Axe di sana. "Siapa kau dan apa yang kau lakukan?" tanyanya yang tertuju pada Axe.


__ADS_2