Jerat Mafia Hareudang

Jerat Mafia Hareudang
JMH BAB 60 - Rasa Gelisah


__ADS_3

Flo pulang lebih cepat dan bersiap untuk menemui calon mertuanya. Dia pikir Grey dan Silver akan ikut menemui keluarga Mattew tapi ternyata orang tuanya tidak ada di mansion.


"Daddy dan mommy di mana?" tanya Flo pada pelayan.


"Tuan dan Nyonya mengunjungi panti asuhan bersama tuan dan nyonya besar,"


Flo menganggukkan kepala mengerti, dia tahu orang tuanya pergi kemana. Lagi pula orang tua Mattew sepertinya datang mendadak jadi wajar saja jadwal bertemu jadi berantakan.


"Aku akan menemui sendiri keluarga Mattew," gumam Flo kemudian.


Flo berdandan begitu cantik malam ini, dia sudah beberapa kali bertemu dengan orang tua Mattew jadi dia tidak akan merasa canggung.


...~°••°~...


Mattew menunggu Flo di salah satu restaurant yang berada di hotel bintang lima. Dia sudah meminta supir untuk menjemput Flo.


Dan saat Flo datang, berbagai hidangan mewah sudah tersaji di sana.


"Matt..." panggil Flo sambil menoleh kanan dan kiri. "Mana orang tuamu?"

__ADS_1


Flo heran kenapa Mattew hanya sendirian saja.


"Mereka tidak jadi datang, mereka akan datang saat hari pernikahan kita," jelas Mattew sambil mengulurkan satu tangannya. "Jadi, kita habiskan malam ini berdua, Babe!"


Flo awalnya merasa bingung kenapa semuanya jadi serba tiba-tiba. Tapi dia tidak mau memikirkan hal itu.


Mereka akhirnya menghabiskan malam bersama, Mattew tidak membahas masalah Axe sama sekali.


"Babe, ayo kita bersulang!" Mattew memberikan segelas sampanye pada Flo.


Flo menerima gelas itu kemudian bersulang dengan Mattew.


"Bagaimana produk barumu? Sebaiknya undur dulu launching-nya karena aku akan mempercepat pernikahan kita!" ungkap Mattew yang sudah kehilangan kesabaran.


"Oh, begitu ya?" Mattew memandangi Flo yang meminum sampanye dari gelas pemberiannya. "Kalau begitu aku harus menandaimu, Babe!"


"Tandai bagaimana? Kita kan memang sudah bertunangan Matt!" Flo semakin bingung akan sikap Mattew.


Mattew berdiri dan mengajak berdansa di sana, kebetulan memang malam itu hanya Flo dan Mattew yang ada di restaurant karena Mattew sudah memesan tempat itu.

__ADS_1


"Musiknya cocok untuk malam ini," ajak Mattew sedikit memaksa.


Tidak seperti dansa yang mereka lakukan sebelumnya, Mattew malam itu tampak lebih agresif. Tangan Mattew tidak henti-hentinya meraba tubuh Flo.


"Matt..." protes Flo sambil menjauhkan tangan Mattew. "Kita dilihat para pelayan yang ada di sini!"


"Kau malu?" tanya Mattew yang tampak tidak berwibawa malam ini seperti biasanya.


"Tentu saja! Sebaiknya kita mencari udara segar," sahut Flo karena tubuhnya memanas.


Flo tidak pernah merasa tubuhnya seperti itu sebelumnya, dia merasa tidak nyaman dan gelisah.


"Kenapa, Babe?" tanya Mattew.


"Badanku terasa aneh, aku ingin pulang!" Flo mulai tidak bisa menahannya lagi.


"Sebaiknya kita pergi dari sini!" Mattew menuntun Flo keluar dari restaurant tapi bukannya pulang, Mattew justru membawa Flo ke salah satu kamar yang ada di hotel.


"Kenapa kita ada di sini, aku ingin pulang saja," ucap Flo saat Mattew membuka pintu kamar hotel. Pada saat itu, peluh sudah membanjiri tubuh Flo.

__ADS_1


Aroma Flo semakin menguar menusuk indera penciuman Mattew.


"Aku akan membuatmu tenang, Babe. Jadi menurutlah untuk malam ini, anggap dunia hanya milik kita berdua..." Mattew berbisik di telinga Flo yang membuat gadis itu semakin gelisah.


__ADS_2