Jerat Mafia Hareudang

Jerat Mafia Hareudang
JMH BAB 41 - Kapal Pesiar II


__ADS_3

"Berlutut!" perintah Kenzo dengan angkuh.


Axe dan Mattew saling pandang satu sama lain, mereka tidak mau merendahkan diri mereka begitu saja.


"Di mana Flo?" tanya Axe kemudian. "Urusanmu itu adalah denganku. Jangan libatkan orang lain!"


"Kau selalu memakai cara licik untuk mencapai tujuanmu, sebenarnya aku kasian padamu!"


Kenzo mengeratkan gigi gerahamnya mendengar itu. Dia tidak terima jika direndahkan.


"Kau tidak bisa apa-apa tanpa aku, Axe. Kita membangun organisasi mafia bersama-sama tapi hanya kau yang selalu dipuja," ucapnya.


"Seharusnya kau berpikir, kenapa aku yang lebih pantas naik ke atas dari pada kau!" Axe kembali mencibir. "Lepaskan Flo dan kita selesaikan urusan kita berdua!"


Kenzo tersenyum smirk, dia memperlihatkan video Flo yang pingsan.


"Awalnya aku terobsesi pada istrimu tapi ternyata dia lemah!" ucapnya.


"Apa yang kau lakukan padanya!?" geram Axe yang melihat Flo terbaring dengan wajah pucat.


"Sepertinya Flo tidak berguna lagi, dokter yang memeriksanya mengatakan denyut nadinya lemah!" sahut Kenzo tanpa rasa bersalah.


Axe sudah hilang kesabaran, dia tidak tahan lagi. Dia ingin membunuh Kenzo sekarang juga, Axe mulai menggila. Dengan emosinya yang tak terbendung memudahkan Larry untuk keluar dari segel.

__ADS_1


"Bagus, Axe!" bisik Larry yang mulai keluar dari segel. "Jika kau bisa menghancurkan lawanmu, kau akan menemukan kejayaanmu kembali!"


"Ya, aku akan berjaya lagi!" sahut Axe yang siap menyatu dengan Larry.


Clang!


Borgol ditangan Axe terlepas hanya dengan Axe yang menarik kedua tangannya.


"Bagaimana kau bisa membukanya dengan begitu mudah?" tanya Kenzo tidak percaya.


Axe yang sudah menyatu dengan Larry tersenyum smirk. "Ini bahkan bukan apa-apa!"


Sementara Mattew yang melihat itu mengumpat dalam hatinya. Dia mencari celah untuk menemukan Flo karena Mattew tahu jiwa gadis itu dalam bahaya.


Mattew mencoba mengingat anak buah Kenzo yang memborgolnya kemudian mendorong orang itu supaya menyerahkan kuncinya.


"Cepat buka!" perintahnya.


Tentu saja orang itu tidak akan memberikan kuncinya dengan mudah sampai dia melihat para rekannya tumbang karena Axe yang menggila di sana.


"Kau mau jadi giliran selanjutnya?" tanya Mattew kemudian.


"I--ini..." akhirnya kunci borgol diberikan juga pada Mattew karena orang itu takut jadi korban Axe selanjutnya. Dia sampai melompatkan diri di tengah laut.

__ADS_1


"Dasar bodoh!" Mattew menggelengkan kepala. Saat fokus semua orang tertuju pada Axe, Mattew memanfaatkan hal itu untuk mencari Flo ke dalam kamar-kamar yang ada di kapal.


Satu persatu Mattew membuka kamar sampai dia melihat salah satu kamar yang dijaga oleh beberapa anak buah Kenzo.


"Maafkan aku, maafkan aku," gumam Mattew sambil mengeluarkan pistol yang dia sembunyikan. Sebelum menembak musuh, Mattew justru meminta maaf.


Dor!


Dor!


Mattew menembak penjaga di bagian perut mereka sampai mereka berteriak dan ingin melakukan serangan balasan.


Tapi karena terlalu kehilangan banyak darah, mereka memutuskan untuk mengobati luka mereka sebelum mereka kehabisan darah dan mati.


Buru-buru Mattew membuka pintu kamar setelah tidak ada penjagaan lagi.


Di dalam kamar itu ada pelayan wanita yang menemani Flo, pelayan itu tampak sibuk menyeka darah yang keluar dari hidung Flo.


"Apa yang terjadi?" Mattew panik saat melihat keadaan Flo yang seperti itu.


"Kau! Cepat pergi!" usir Mattew yang membuat pelayan itu ketakutan.


Mattew segera menggendong tubuh Flo yang memucat dan dingin, dia harus membawa Flo keluar dari kapal bagaimana pun caranya.

__ADS_1


__ADS_2