Jerat Mafia Hareudang

Jerat Mafia Hareudang
JMH BAB 33 - Ghost Hunter


__ADS_3

Mattew memandangi Flo yang sudah tertidur, Mattew membawa kertas hasil pemeriksaan dari dokter. Sebelumnya Flo sudah melakukan pemeriksaan CT scan.


Anehnya pemeriksaan Flo dinyatakan baik-baik saja.


"Bukankah Flo tadi muntah darah?" gumam Mattew mengingat kejadian sebelum Flo masuk ke ruangan CT scan. "Aku harus cepat membawa Flo pulang!"


Mattew ingin berbicara pada Gerald mengenai Flo tapi atensinya langsung tertuju pada Robin.


"Siapa dia?" tanya Mattew.


"Dia pemilik kedai ayam yang sedang direnovasi nona," jawab Gerald cepat sebelum Robin membuka suara.


Robin menggelengkan kepalanya kemudian menjauh.


"Jadi Flo benar-benar merenovasi kedai ayam? Bukankah itu seperti dia tidak mempunyai pekerjaan," ucap Mattew tak habis pikir. Kemudian dia mencoba bertanya hal yang lebih penting. "Apakah Flo sudah lama sakit?"


"Saya rasa hanya akhir-akhir ini saja, nona sering mimisan dan juga muntah darah," jelas Gerald.


"Flo masih sangat sehat saat berada di London. Sebenarnya apa yang terjadi di sini?" tanya Mattew yang merasa ada sesuatu.


Gerald jadi bingung sendiri, apa dia harus memberitahu masalah Axe? Dia sudah berjanji pada Flo bahwa tidak akan mengatakan apapun mengenai lelaki itu. Gerald sebenarnya juga tidak tahu secara detail mengingat dia sempat dibuat pingsan bahkan sampai diculik.

__ADS_1


Sementara Robin yang menjauh, mencoba menghubungi bosnya. Robin ingin menanyakan keadaan Axe.


"Bos?" tanya Robin saat panggilannya dijawab oleh Axe.


"Di mana istriku?" tanya Axe yang justru bertanya balik. "Kenapa kau tidak memberi kabar dari kemarin? Apa kalian terlalu sibuk merenovasi kedai ayamnya?"


"I--iya, Bos." Robin masih ragu memberitahu jika Flo sekarang berada di rumah sakit.


"Kau harus memastikan jika istriku jangan sampai bersama Kenzo lagi!" geram Axe yang masih tidak terima Kenzo berani mendekati istrinya.


Kalau sebelumnya Axe bisa melihat apa saja yang dilakukan pendampingnya tapi sekarang kemampuan itu sudah hilang. Sepertinya Larry juga sengaja menutup itu.


"Iblis sialan!" umpat Axe tapi Larry tampak tenang saja, iblis itu benar-benar membantu Axe mengembalikan kejayaannya.


"Sebentar lagi, semua akan tercapai!" gumam Axe sembil memandangi gelang pemberian Flo.


Lelaki itu mengecup gelang itu sambil membayangkan wajah cantik istrinya. "Tunggu aku, darling. Sebentar lagi kau tidak perlu sembunyi dan tidur di kasur sempit lagi!"


Axe sudah membayangkan apa yang dia lakukan bersama istrinya. Axe akan membuat Flo jadi miliknya seutuhnya supaya gadis itu tidak ingin pergi lagi.


Tapi mengingat ada Larry dalam tubuhnya, dia harus memikirkan cara menyingkirkan iblis itu.

__ADS_1


"Aku ingin keluar sebentar!" Axe pergi ke sebuah bar untuk minum-minum. Dia ingin memikirkan cara lepas dari Larry.


Saat sampai di bar itu, Axe memesan satu gelas besar bir dan meminumnya begitu saja.


"Kau sepertinya seorang peminum handal!"


Tiba-tiba ada seorang pria menegurnya.


Axe menoleh dan mendapati seorang lelaki berambut perak dengan baju serba hitam.


"Kau sedang melakukan cosplay?" tanya Axe mencibir.


Lelaki itu justru tertawa. "Pedang suciku bersinar akhir-akhir ini dan aku terus mencarimu!"


Axe mengernyit karena tidak mengerti dengan perkataan lelaki itu.


"Kau bicara padaku?" tanya Axe memastikan.


"Aku berbicara pada iblis yang membelenggu tubuhmu!" jawabnya yang melihat bayang-bayang Larry di belakang Axe.


"Kau bisa melihatnya?" tanya Axe terkejut.

__ADS_1


"Ya, aku adalah ghost hunter!" jawabnya.


__ADS_2