Jerat Mafia Hareudang

Jerat Mafia Hareudang
JMH BAB 76 - Sakit Kepala


__ADS_3

Biasanya Flo tidur sendirian tapi sekarang saat membuka mata ada wajah tampan yang berbaring di sampingnya. Padahal dia bersama Axe saat ini tapi rasanya dia merindukan lelaki itu.


"Jadi begini yang namanya jatuh cinta?" gumam Flo dengan membelai wajah Axe yang membuat empunya terganggu.


Axe melenguh dan langsung memeluk Flo sampai tubuh kurus itu tenggelam di dadanya. Mereka dalam kondisi tanpa busana yang membuat kulit mereka saling bersentuhan.


"Pagi-pagi kau sudah menggodaku darling," ucap Axe dengan suara parau.


"Tapi kau suka, 'kan?" Flo mulai nakal.


Axe tersenyum smirk, dia menggulingkan badannya yang membuat tubuh Flo berasa di bawahnya sekarang. Dia buru-buru menarik selimut yang mana sekarang Axe bisa melihat jelas tanda merah di sekujur tubuh istrinya, tanda yang dia buat tadi malam.


Biasanya kalau seseorang bangun tidur pasti akan berbau masam tapi berbeda dengan Flo yang berbau harum. Axe selalu bergairah mencium aroma istrinya padahal semalam dia sudah melakukannya beberapa kali.


"I want you, darling," bisiknya di telinga Flo.


Flo tidak bisa menolak sentuhan Axe yang begitu lembut padahal tubuhnya sudah lelah dan pinggangnya terasa ngilu karena Axe selalu mengubah gaya permainan mereka.


"Sekali saja, okay," pinta Flo.

__ADS_1


Merasa Flo memberi lampu hijau Axe tidak mau menunda lagi. Pagi itu terjadi lagi penyatuan yang panas.


Sementara di meja makan, semua keluarga Flo tengah menunggu pasangan mabuk cinta itu.


"Kemana mereka tidak juga turun!" gerutu Grey dengan wajah masam sekali.


"Mereka itu seperti pengantin baru, Dad. Jadi sudah dipastikan kalau mereka akan turun menjelang siang," celetuk Keenan.


Silver menatap tajam putranya itu. "Kalian sarapanlah dahulu atau akan terlambat ke kantor!"


"Aku dengar Axe akan kembali ke Perancis," tambah Keenan.


"Belum sah, Honey!" Grey masih tidak terima. "Enak sekali laki-laki itu, sudah tidak jelas asal-usulnya, berani menikahi putriku sembarangan parahnya setelah mendapat tubuh Flo, dia mau pergi!"


"Bagaimana jika dia tidak kembali?"


Grey memikirkan hal terburuknya, wajar saja karena dia sangat menyayangi Flo.


"Kita sudah sepakat untuk memberi Axe kesempatan membuktikan kesungguhannya jadi jika memang dia tidak kembali dan mencampakkan Flo..." Silver menancapkan pisau ke meja. "Aku sendiri yang akan mengejarnya dan memotong burungnya!"

__ADS_1


Grey dan Keenan saling pandang karena melihat sisi gelap Silver. Mereka langsung terdiam karena merasa burung mereka yang akan dipotong.


Tak lama Axe turun seorang diri, dia ingin membuat sarapan untuk istrinya yang terkapar di kamar.


Axe merasa gugup karena anggota keluarga Flo yang menatapnya tajam. Apalagi dia melihat pisau menancap di meja membuatnya menelan ludahnya beberapa kali.


"Sebenarnya yang mafia di sini siapa?" gumamnya.


Tapi Axe berusaha baik-baik saja. Dia tersenyum kepada semua anggota keluarga istrinya.


"Morning semua, saya ingin memasak sesuatu untuk Flo karena Flo kelelahan dalam proses pembuatan cucu," ucapnya.


Grey memejamkan mata mendengar itu, dia berusaha mengatur nafasnya. Setiap kata yang keluar dari mulut Axe membuatnya emosi.


"Honey, ambilkan aku obat sakit kepala!" pinta Grey kemudian.


"Ayah mertua sakit?" tanya Axe jadi panik sendiri. Dia ingin jadi menantu yang perhatian.


"Aku sakit karena kau jadi jangan mengeluarkan kalimatmu yang membuatku sakit kepala!" ketus Grey.

__ADS_1


__ADS_2