
Sementara Keenan membawa laptop Mattew yang telah dia curi ke kantor. Kemudian dia meminta salah satu karyawan dari Departemen IT untuk membuka laptop itu.
"Aku ingin folder-folder yang berkata sandi bisa dibuka," ucap Keenan.
"Akan saya usahakan, Bos!"
Keenan menganggukkan kepalanya, dia jadi memikirkan Flo karena semalam kakaknya itu tidak pulang.
"Apa dia bersama Mattew?" gumam Keenan.
Tak lama Tessa masuk ke ruangan Keenan dan memberi laporan jika Mattew berada di rumah sakit.
"Apa kakakku ada di sana?" tanya Keenan jadi cemas.
"Menurut laporan tidak ada Bos," jawab Tessa yang membuat Keenan gusar.
Keenan mencoba menghubungi Flo dan menanyakan keberadaannya.
"Kau ada di mana?" tanyanya saat Flo menerima panggilan.
"Kee, tolong jemput aku!" Flo kemudian memberikan alamat apartemen Axe pada Keenan supaya adiknya itu menjemputnya.
...~°••°~...
__ADS_1
Flo merutuki kebodohannya karena kembali berhubungan intim dengan Axe padahal dia sudah berniat menjauhi lelaki itu.
"Bagaimana kalau aku hamil?" gumam Flo sambil membasuh wajahnya. Saat ini dia berada di kamar mandi membersihkan dirinya. "Kemungkinannya kecil bukan? Tidak mungkin melakukan satu atau dua kali langsung hamil, 'kan?"
"Kalau pun aku hamil tidak masalah, aku bisa mengurusnya sendiri!"
Flo berpikir realistis, dia wanita mandiri jadi tidak akan memusingkan hal seperti itu. Lebih baik dia memikirkan cara untuk membatalkan pernikahan dan menjauhi Axe.
Saat itu ponselnya berdering di mana Keenan yang menghubunginya. Flo segera menerima panggilan itu dan meminta Keenan menjemputnya dari apartemen Axe.
Kemudian Flo buru-buru memakai bajunya dan keluar dari kamar mandi. Dia tidak boleh tergoda lagi oleh Axe walaupun dia merasa berhubungan dengan lelaki itu sangat nikmat.
"Biar aku mengantarmu, darling!" ucap Axe yang sudah bersiap sedari tadi.
Flo tidak mau terlalu banyak membuang waktu, dia takut tergoda lagi.
Sementara Axe sendiri tidak menahan Flo, dia sangat percaya diri jika Flo akan datang sendiri padanya lagi.
Di parkiran baseman apartemen, Keenan dan Tessa sudah menunggu kedatangan Flo. Saat Flo datang, Tessa keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk gadis itu.
"Silahkan, Nona," ucap Tessa.
"Thanks." Flo duduk di kursi belakang bersama Tessa.
__ADS_1
Keenan kali ini menyetir sendiri mobilnya, dia bahkan meninggalkan pekerjaan di kantor demi Flo.
"Daddy pasti akan marah padaku!" gerutunya.
"Aku yang akan berbicara pada daddy," bujuk Flo dengan mendengus kasar.
Tessa mengeluarkan laptop Mattew yang sudah dicuri Keenan dan memberikannya pada Flo.
"Kata sandi sudah bisa terbuka tapi kami belum membuka foldernya, Nona yang lebih berhak," jelas Tessa.
Flo menerima laptop itu dan segera menyalakan laptopnya, dia mencari folder rahasia. Saat menemukan folder itu jantung Flo berdegup sangat kencang.
"Aku harap isinya bukan sesuatu yang aneh," ucap Flo sambil menekan folder itu supaya terbuka.
Mata Flo membulat saat melihat apa isi dari folder rahasia Mattew. Flo sampai berteriak histeris, air mata mengucur deras membasahi pipinya.
"Ini tidak mungkin!" Flo masih tidak percaya sampai Tessa merebut laptop itu dan Tessa juga merasa kaget.
"Apa sebenarnya isinya?" Keenan jadi tambah penasaran.
"Sebaiknya jangan melihatnya, Bos!" ucap Tessa sambil menutup laptop itu.
"Kita harus segera pulang ke mansion!" perintah Flo yang air matanya tidak bisa berhenti mengalir.
__ADS_1