
"Apa itu penting sekarang!?" Flo jadi semakin gusar. "Kenapa kau lakukan itu, Matt? Kau seperti bukan dirimu!"
Mattew mencabut paksa jarum infus di tangannya. Kemudian dia berdiri mendekati Flo.
"Aku melakukannya supaya kau tidak pergi dariku!" ungkap Mattew.
"Apa yang kau takutkan, Matt? Apa ini ada hubungannya dengan Axe? Aku yakin kau sangat mengenalnya, kalian berdua mempermainkan aku!" Flo kembali menangis dan merasa kecewa.
Mattew memeluk Flo sambil mengusap punggung gadis itu. "Aku ingin melindungimu, Babe! Aku ingin melindungimu dari Axe, dia membuat hidupmu dalam bahaya, kau jangan dekat dengannya lagi!"
"Melindungi bagaimana? Yang aku tangkap, kau melakukan itu semua untuk mengancamku! Kalau aku menolak menikah denganmu, kau akan menggunakan video-video itu!" ucap Flo sambil mendorong dada Mattew.
"Kau jahat, Matt! Aku ingin pernikahan kita batal, kita akhiri semuanya!?"
Mattew geram, dia mendorong tubuh Flo sampai membentur dinding.
"Sudah sejauh ini, Flo! Kau tidak bisa meninggalkan aku!?" geram Mattew sambil mencengkram kedua bahu Flo.
"Aku sudah sering menolakmu! Kau seharusnya sadar diri Matt, bagaimana aku bisa mencintaimu kalau kau sendiri saja tidak bisa mencintai dirimu sendiri. Kau selalu mengutamakan aku dan kau sakit hati karena aku juga. Jika pernikahan kita tetap dilakukan, aku hanya akan menyakitimu, Matt!" tegas Flo, kali ini dia membuang rasa tak enak hatinya.
"Tolong hapus semua videonya di file aslinya, aku akan memaafkanmu dan melupakan semuanya,"
__ADS_1
"Kita sudah mengenal lama, Matt. Aku tidak mau hubungan kita rusak karena ini, aku menyayangimu, aku bersungguh-sungguh!"
Flo meraih pipi Mattew, dia tidak mau bermusuhan dengan lelaki itu. Dia tahu yang dilakukan Mattew hanya karena cemburu pada Axe.
"Hapus perasaanmu padaku, kita hanya bisa menjadi teman!"
Mattew tentu saja tidak terima, dia sudah bertahun-tahun menunggu Flo. Hanya tinggal sedikit lagi memiliki gadis itu.
"Flo, jangan tinggalkan aku. Aku mohon!" Mattew mengeluarkan air matanya. Hilang sudah wibawanya, dia menjadi anak kecil yang rapuh.
"Aku akan menyakitimu, Matt. Kau juga berhak bahagia, kau akan menemukan wanita yang akan membalas cintamu. Jadi, aku mohon kita berhenti sampai di sini!" pinta Flo yang melepaskan semua egonya.
Flo dan Mattew sudah sama-sama dewasa jadi mereka harus menyelesaikan masalah dengan cara dewasa tanpa emosi dan egois satu sama lain. Tapi sepertinya Mattew masih enggan melepas Flo.
Sudah tidak tertolong lagi. Flo sudah kehabisan kata-kata.
"Sebarkan saja kalau kau berani!?" Flo menjauhi Mattew dan keluar dari ruangan sambil mengambil ponselnya di tas. Dia akan mencoba menghubungi pamannya yang jenius.
Beberapa kali panggilan baru diterima oleh Naku -- kakak dari Silver.
"Hallo uncle. Apa kabar?"
__ADS_1
"Hallo beautiful. Ada apa?"
"Aku ingin uncle datang kemari, aku butuh bantuan!"
"Bantuan seperti?"
"Seperti mencracking data! Ada maniak yang mengambil videoku saat mandi!"
"Hei, siapa yang melakukan hal seperti itu! Tenang saja aku pasti akan ke sana!"
"Thanks, uncle!"
Flo tidak akan semudah itu tunduk dengan Mattew. Dia tidak mau diremehkan.
Sekarang dia harus menyelesaikan masalahnya dengan Axe.
Flo kembali datang ke apartemen lelaki itu dan ingin mendengar apa yang sebenarnya terjadi di Perancis sampai Mattew bisa berubah drastis seperti itu.
"Jika dia memang penyebab masalah besar ini, aku pasti akan menendang terong bangsa romawinya itu?"
"What? kenapa aku menyebutnya seperti itu? Seperti tidak asing?"
__ADS_1
Flo bermonolog pada dirinya sendiri karena sekarang pikirannya jadi dipenuhi oleh benda lonjong itu.